Hikmah Di Balik Perintah Dzikir Kepada Nabi Zakaria

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Ibnu Utsaimin berkata:

«قَالَ تَعَالَى: ﴿وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا﴾. أَمَرَهُ اللهُ تَعَالَى بِأَنْ يَذْكُرَ رَبَّهُ كَثِيرًا؛ لِأَنَّهُ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ، وَيَزْدَادُ الْإِيمَانُ، وَيَسْتَنِيرُ الْقَلْبُ، فَلِهَذَا أَمَرَهُ اللهُ أَنْ يَذْكُرَ رَبَّهُ كَثِيرًا.. بَشَّرَهُ بِأَنَّهُ لَنْ يَمْتَنِعَ مِنْ ذِكْرِ اللهِ الَّذِي هُوَ أَجَلُّ وَأَشْرَفُ مِنْ مُخَاطَبَةِ النَّاسِ وَكَلَامِهِمْ.»

“Allah Ta’ala berfirman: ‘Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya.’ Allah memerintahkannya agar mengingat Tuhan-Nya sebanyak mungkin karena dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang, iman bertambah, dan hati menjadi bercahaya. Oleh karena itulah, Allah memerintahkannya untuk berzikir sebanyak-banyaknya. Allah memberi kabar gembira kepadanya bahwa ia tidak akan terhalang dari berzikir kepada Allah, yang mana zikir itu lebih agung dan lebih mulia daripada bercakap-cakap serta berbicara dengan manusia.”
(Tafsir Surah Ali Imran, 1/248)

📝 Penjelasan Singkat

Syaikh al-Utsaimin menyoroti mukjizat yang dialami Nabi Zakaria:

ketika beliau tidak mampu berbicara dengan manusia selama tiga hari (sebagai tanda akan lahirnya Yahya), lisan beliau tetap “dibebaskan” oleh Allah untuk berzikir.

Ini menunjukkan sebuah paradoks yang indah:

Allah menutup akses komunikasi horizontal (kepada makhluk) agar sang hamba bisa fokus total pada komunikasi vertikal (kepada Khaliq). Zikir diposisikan sebagai kebutuhan primer yang memberikan tiga efek sekaligus: Ketenangan, Peningkatan Iman, dan Cahaya Hati.

💡 Pelajaran Penting (Fawaid)

1️⃣. Zikir sebagai Terapi Ketenangan.

Ketenangan hati (tathmainnul qulub) adalah dampak langsung dan pasti dari interaksi intensif dengan nama-nama Allah.

2️⃣. Hierarki Komunikasi

Berbicara kepada Allah melalui zikir memiliki nilai kemuliaan (syaraf) dan keagungan (ajall) yang jauh di atas pembicaraan sia-sia antarmanusia.

3️⃣. Cahaya di Dalam Jiwa

Zikir bukan sekadar gerak lidah, melainkan proses “pencahayaan” (yastaniru) hati agar mampu melihat kebenaran lebih jernih.

4️⃣. Nikmat dalam Keterbatasan

Terkadang Allah membatasi interaksi sosial kita agar kita memiliki waktu luang untuk berduaan dengan-Nya melalui zikir yang banyak.

✅ Kesimpulan

Keterbatasan fisik atau halangan sosial tidak seharusnya menghentikan aktivitas batin. Nabi Zakaria memberikan pelajaran bahwa meskipun lisan terkunci untuk bicara dengan manusia, hati dan lisan tidak boleh berhenti menyebut nama Allah. Sebab, kemuliaan sejati seorang hamba terletak pada seberapa banyak ia berkomunikasi dengan Tuhannya, bukan pada seberapa hebat ia berbicara di hadapan manusia.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala

Artikel Terjkait

Tata Cara Ihram
Hukum Orang yang Tidak Mabit yang Wajib di Muzdalifah
JANGAN LEWATKAN HARI JUM’AT TANPA SHOLAWAT
Nasehat bagi Jamaah Haji Sebelum Berangkat untuk Ibadah Haji
KENAPA DO’AKU BELUM TERKABUL?
Nikmat Doa
Dzikir bentuk Syukur
Membantu penghafal Al-Qur’an: Bersama meraih Pahala
Berita ini 8 kali dibaca

Artikel Terjkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:54 WIB

Tata Cara Ihram

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:36 WIB

Hukum Orang yang Tidak Mabit yang Wajib di Muzdalifah

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:06 WIB

JANGAN LEWATKAN HARI JUM’AT TANPA SHOLAWAT

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:38 WIB

Nasehat bagi Jamaah Haji Sebelum Berangkat untuk Ibadah Haji

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:33 WIB

Hikmah Di Balik Perintah Dzikir Kepada Nabi Zakaria

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB