«الذِّكْرُ ثَلَاثَةُ أَنْوَاعٍ: ذِكْرُ الْأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَمَعَانِيهَا، وَالثَّنَاءُ عَلَى اللهِ بِهَا، وَتَوْحِيدُ اللهِ بِهَا. وَذِكْرُ الْأَمْرِ وَالنَّهْيِ وَالْحَلَالِ وَالْحَرَامِ. وَذِكْرُ الْآلَاءِ وَالنَّعْمَاءِ وَالْإِحْسَانِ وَالْأَيَادِي.»
_”Zikir itu ada tiga jenis:
Mengingat (menyebut) nama-nama dan sifat-sifat Allah beserta maknanya, memuji Allah dengannya, serta mentauhidkan Allah melaluinya.
Mengingat (mempelajari/memperhatikan) perintah dan larangan serta apa yang halal dan haram.
Mengingat (merenungkan) karunia, nikmat-nikmat, kebaikan, dan pemberian-pemberian Allah_.”
(Madarij as-Salikin, 2/403)
📝 Penjelasan Singkat
Ibnu al-Qayyim memetakan zikir ke dalam tiga wilayah utama:
Wilayah Teologis (Ma’rifatullah):
Zikir yang berfokus pada pengenalan jati diri Tuhan melalui nama dan sifat-Nya (seperti Tasbih dan Tahmid).
Wilayah Syariat (Fikih & Amal):
Zikir yang berfokus pada kesadaran hukum. Mengingat perintah dan larangan Allah saat akan bertindak adalah bentuk zikir yang sangat tinggi.
Wilayah Emosional (Syukur):
Zikir yang berfokus pada pengakuan atas kebaikan Allah. Ini melibatkan perenungan mendalam terhadap segala fasilitas hidup yang Allah berikan.
💡 Pelajaran Penting (Fawaid)
1️⃣. Zikir adalah Spektrum yang Luas.
Belajar agama (fikih) dan merenungi nikmat (tadabbur) adalah bagian sah dari zikir, tidak hanya terbatas pada bacaan Subhanallah atau Alhamdulillah.
2️⃣. Kualitas di atas Kuantitas
Memahami makna (Ma’ani) dan mentauhidkan Allah jauh lebih utama daripada sekadar ucapan lisan tanpa kehadiran hati.
3️⃣. Zikir sebagai Kontrol Perilaku
Mengetahui halal dan haram adalah zikir yang berfungsi sebagai rem dalam kehidupan sehari-hari agar tidak terjerumus dalam maksiat.
4️⃣. Kecerdasan Spiritual
Orang yang cerdas adalah mereka yang mampu mendeteksi “tangan” Allah dalam setiap nikmat yang ia terima (Jenis ke-3).
✅ Kesimpulan
Zikir yang sempurna adalah yang memadukan ketiga jenis ini:
Hati yang mengenal Allah, pikiran yang tunduk pada aturan-Nya, dan jiwa yang senantiasa bersyukur atas pemberian-Nya. Dengan memahami taksonomi ini, setiap aktivitas belajar dan merenung yang kita lakukan bernilai zikir yang agung di sisi Allah.
Semoga bermanfaat.
Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala








