Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.”
(Al-Baqarah: 203)
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Beberapa hari yang berbilang itu adalah hari-hari Tasyriq.”
(HR. al-Bukhari)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari makan dan minum, serta mengingat Allah.”
(HR. Ahmad)
Jadi, hari-hari Tasyriq termasuk saat-saat yang agung, mulia dan utama, yang di dalamnya disunnahkan memperbanyak dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
(Dr. Nashir bin Abdurrahman bin Muhammad al-Jud’i, At-Tabarruk Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu, cet. 1, hlm. 210)
Sumber: Saluran WhatsApp Dakwah Al-Sofwa








