Ibadah haji merupakan salah satu amalan paling utama dalam Islam. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ ketika ditanya:
“Amal ibadah apakah yang paling utama?”
Beliau bersabda:
“Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Dikatakan: “Kemudian apa?”
Beliau bersabda: “Jihad di jalan Allah.”
Dikatakan: “Kemudian apa?”
Beliau bersabda: “Haji yang mabrur.”
📚 (HR. Al-Bukhari dan Muslim; lihat Shahih at-Targhib wat Tarhib karya Al-Albani, 3/3, no. 1093)
✨ Haji Menghapus Dosa
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang mengerjakan ibadah haji dan dia tidak melakukan rafats dan tidak pula melakukan perbuatan dosa, dia akan kembali dari dosa-dosanya seperti pada hari ketika ia dilahirkan ibunya.”
📚 (HR. Al-Bukhari, Muslim, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan at-Tirmidzi)
✨ Balasan Haji Mabrur adalah Surga
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Umrah kepada umrah berikutnya adalah kaffarat (penghapus dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali Surga.”
📚 (HR. Malik, Al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnu Majah; lihat Shahih at-Targhib, no. 1096)
Dari Jabir bin ‘Abdillah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:
“Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali Surga.”
Dikatakan: “Apa bentuk kemabruran haji? ”
Beliau menjawab: “Memberi makan dan berkata baik.”
📚 (HR. Ahmad, ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, al-Baihaqi dan al-Hakim; Al-Albani: shahih lighairihi dalam Shahih at-Targhib , no. 1104)
✨ Haji adalah Jihad bagi Wanita dan yang Lemah
Dari ‘Aisyah رضي الله عنها, ia berkata:
“Wahai Rasulullah, kami melihat jihad adalah amalan paling utama, apakah kami tidak berjihad?”
Beliau bersabda:
“Bagi kalian (wanita), jihad yang paling utama adalah haji mabrur.”
Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah:
“Bagi wanita adalah jihad tanpa peperangan, yaitu haji dan umrah.”
📚 (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib , no. 1099)
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jihad orang tua, orang lemah dan wanita adalah haji dan umrah.”
✨ Tamu Allah yang Doanya Dikabulkan
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang berhaji dan orang yang berumrah adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, lalu mereka memenuhi panggilan-Nya. Mereka memohon kepada-Nya dan Dia mengabulkan permohonan mereka.”
✨ Keutamaan Perjalanan Haji
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah hewan tunggangan orang yang berhaji mengangkat atau meletakkan kakinya melainkan Allah mencatat satu kebaikan, menghapus satu dosa, dan mengangkat satu derajat baginya.”
✨ Pahala Bagi yang Wafat dalam Perjalanan Haji
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa keluar untuk berhaji lalu ia meninggal, maka dicatat baginya pahala haji sampai hari kiamat. Barangsiapa keluar untuk umrah lalu ia meninggal, maka dicatat pahala umrah sampai hari kiamat. Dan barangsiapa keluar berjihad lalu ia meninggal, maka dicatat pahala jihad sampai hari kiamat.”
✨ Keutamaan Wafat dalam Keadaan Ihram
Dari Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما:
Seorang sahabat wafat saat wukuf di Arafah, maka Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mandikan ia dengan air dan daun bidara, kafani dengan kain ihramnya, jangan ditutup kepalanya dan jangan diberi wewangian, karena ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah.”
🎙️ Dorongan untuk Menunaikan Haji dan Umrah
Syaikh ‘Abdullah bin Ibrahim Al-Qar’awi رحمه الله berkata:
Disunnahkan melaksanakan haji setiap tahun bagi yang mampu selama tidak membahayakan dirinya dan orang yang menjadi tanggungannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Iringilah antara haji dan umrah, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana api menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali Surga.”
📌 Bahkan terdapat peringatan keras:
“Sesungguhnya seorang hamba yang telah Aku sehatkan jasadnya dan Aku lapangkan rezekinya, lalu berlalu lima tahun ia tidak datang kepada-Ku, maka ia termasuk orang yang terhalangi dari kebaikan.”
📚 (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya, Abu Ya’la dan Al-Baihaqi)
Dalam riwayat lain:
“Empat tahun berlalu tanpa ia datang kepada-Ku, maka ia termasuk orang yang terhalangi.”
📚 (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Ausath; Al-Haitsami: seluruh perawinya perawi shahih)
Demikian keutamaan haji dan umrah yang begitu agung. Semoga Allah ﷻ memberikan kita kemampuan, kemudahan, dan keikhlasan untuk menunaikannya serta meraih haji yang mabrur.
Sumber: Saluran WhatsApp Dakwah Al-Sofwa








