Membantu penghafal Al-Qur’an: Bersama meraih Pahala

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

«وَإِعْطَاءُ فُقَرَاءِ الْقُرَّاءِ مَا يَسْتَعِينُونَ بِهِ عَلَى الْقُرْآنِ؛ عَمَلٌ صَالِحٌ فِي كُلِّ وَقْتٍ، وَمَنْ أَعَانَهُمْ عَلَى ذَلِكَ كَانَ شَرِيكَهُمْ فِي الْأَجْرِ.»

“Memberikan bantuan kepada para penghafal Al-Qur’an yang fakir berupa sesuatu yang dapat menunjang mereka dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an adalah amal saleh yang utama di setiap waktu. Dan barangsiapa yang membantu mereka dalam hal tersebut, maka ia menjadi sekutu (mendapat bagian) dalam pahala mereka.”
(Majmu’ al-Fatawa, 25/298)

📝 Penjelasan Singkat

Ibnu Taimiyah menekankan bahwa pahala membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur’an tidak hanya terbatas bagi mereka yang melafalkan dan menghafalnya secara langsung. Ada pintu “kemitraan pahala” bagi orang-orang yang memfasilitasi kebutuhan hidup para penghapal Al-Qur’an tersebut.
Bantuan ini bersifat universal, baik berupa harta, makanan, fasilitas belajar, maupun kebutuhan dasar lainnya yang membuat pikiran dan fisik para pembaca Al-Qur’an tetap fokus pada kalam Allah tanpa terbebani kesulitan ekonomi.

💡 Pelajaran Penting (Fawaid)

Simbiosis Mutualisme

Seorang donatur mungkin tidak memiliki waktu atau kemampuan untuk menghafal seluruh isi Al-Qur’an, namun dengan membantu para penghafal, ia mendapatkan pahala yang setara dengan hafalan mereka.

Amal Tanpa Batas Waktu

Beliau menyebutkan “fi kulli waqtin” (di setiap waktu), artinya mendukung ahli Al-Qur’an adalah agenda abadi yang tidak terikat oleh bulan atau momen tertentu saja.

Fokus pada ‘Aun (Bantuan)

Bantuan sekecil apa pun yang meringankan beban seorang pembaca Al-Qur’an (seperti membelikan mushaf, menyediakan air minum, atau bantuan biaya hidup) sudah cukup untuk menjadikannya “sekutu” dalam pahala.

“Memuliakan Al-Qur’an melalui Ahlinya*

Membantu para pembaca Al-Qur’an adalah salah satu bentuk pemuliaan terhadap Al-Qur’an itu sendiri secara konkret.

✅ Kesimpulan

Menjadi bagian dari dakwah Al-Qur’an tidak harus selalu dengan menjadi pengajar atau penghafalnya. Menjadi penyokong (fasilitator) bagi para ahli Al-Qur’an adalah jalan tol menuju pahala yang terus mengalir, karena selama ayat yang mereka pelajari itu dibaca dan diamalkan, sang pemberi bantuan akan terus mendapatkan bagian pahalanya tanpa sedikit pun mengurangi pahala pelaku aslinya.

Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala

Artikel Terjkait

BENTENG SAAT KELUAR RUMAH
CAHAYA YANG MENJADI PERLINDUNGAN DARI FITNAH DAJJAL
Kunci Induk Segala Kebaikan: Rindu pada Sang Pencipta
ISTIQOMAH: TETESAN KECIL YANG MELEMBUTKAN HATI
Istiqomah Pasca Ramadhan
6 BENTUK BAKTI ANAK SETELAH ORANG TUA MENINGGAL
Serial Fikih Puasa (Edisi 21) :Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Fitri
Geografi Iman: Saat Amalan Melampaui Kemuliaan Tempat
Berita ini 15 kali dibaca

Artikel Terjkait

Jumat, 24 April 2026 - 03:54 WIB

Membantu penghafal Al-Qur’an: Bersama meraih Pahala

Kamis, 16 April 2026 - 05:46 WIB

BENTENG SAAT KELUAR RUMAH

Jumat, 10 April 2026 - 15:12 WIB

CAHAYA YANG MENJADI PERLINDUNGAN DARI FITNAH DAJJAL

Jumat, 10 April 2026 - 02:56 WIB

Kunci Induk Segala Kebaikan: Rindu pada Sang Pencipta

Jumat, 10 April 2026 - 02:51 WIB

ISTIQOMAH: TETESAN KECIL YANG MELEMBUTKAN HATI

Artikel Terbaru

Kisah Mualaf

Mantan Pastor Irlandia Menangis di Makam Nabi

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:25 WIB

Kisah Mualaf

Uskup Agung Johannesburg Frederick Dolamark

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:21 WIB

Kisah Mualaf

Pastor Terdahulu Pastor Terbesar Kedua di Ghana

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:16 WIB

Kisah Mualaf

Pastor Terdahulu Muhammad Fuad Al-Hashimi

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:11 WIB