Kardinal mantan Ashok Colin Yang mengungkap sisi-sisi baru tentang perjalanannya menuju Islam..
Wawancara yang dilakukan dengan mantan Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Sedunia untuk Afrika Tengah dan Timur Ashok Colin Yang menimbulkan reaksi yang luas dan disebarkan oleh puluhan situs web dan media massa.. Dan Colin Yang yang memeluk Islam pada tahun 2002 telah mengungkap dalam dialog untuk majalah Al-Mujtama’ dimensi-dimensi rencana gerejawi yang bertujuan untuk mengkristenkan kaum Muslim dan menyerang gerakan Islam, melalui pemanfaatan sekuler untuk menghadapi gelombang Islam, dan pengeluaran dana besar untuk beberapa aparatur dan individu yang terkait.. Dan dalam edisi ini kardinal mantan tersebut mengungkap sisi-sisi baru dari perjalanannya “dari kegelapan menuju cahaya dan dari kekufuran menuju Islam, dan dari keadaan ahli neraka menuju keadaan ahli kiblat” menurut ungkapannya, dan berikut ini rinciannya:
Mengubah keyakinan manusia bukanlah perkara mudah, terutama jika manusia ini menempati puncak piramida yang menyerukan keyakinan tersebut.. Apa yang membimbingmu kepada perubahan, kemudian memeluk Islam dari kenyataan studimu terhadap Injil-injil?
-Pertanyaan penting.. Manusia meskipun tinggi kedudukannya jika dia jujur dan sungguh-sungguh dalam mencari kebenaran, maka pasti suatu hari dia akan mencapainya, dan kebenaran yang akan dia capai ini entah itu memperkuat apa yang dia imani, atau membimbingnya kepada jalan lain… Ini pertama. Adapun bagaimana aku mengubah keyakinanku maka aku menjawab melalui perkataan-perkataan Masih yang tercantum dalam Injil-injil, maka telah datang dalam Injil Yohanes dalam pasal kedelapan ayat 40 ketika orang Yahudi bermaksud membunuhnya: “Tetapi sekarang kamu berusaha membunuh Aku, seorang manusia yang telah mengatakan kebenaran kepadamu, kebenaran yang Kudengar dari Allah”, maka Masih alaihissalam adalah manusia yang dipilih Allah dan diberi amanah risalah dan dijadikan nabi, karena itu dia berkata alaihissalam sebagaimana datang dalam pasal kedelapan ayat 42: “Sekiranya Allah adalah Bapamu, tentulah kamu mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Mengapa kamu tidak mengerti bahasa-Ku?”, dan beberapa Injil telah menyatakan dengan tegas kenabian Isa alaihissalam sebagaimana datang dalam Lukas pasal ketujuh ayat 16: “Maka terkejutlah semua orang dan mereka memuliakan Allah, katanya: ‘Seorang nabi besar telah muncul di antara kita’”, dan datang dalam Matius pasal kedua puluh satu ayat (9, 10, 11): “Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu, orang berkata: ‘Siapakah Dia ini?’ Maka kata orang banyak itu: ‘Inilah nabi dari Nazaret di Galilea’”, dan nash-nash ini sesuai dengan firman-Nya Ta’ala dalam Al-Qur’an Al-Karim: Al-Masih Isa putra Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul (Al-Ma’idah).
Risalah Isa
Jadi kamu melihat bahwa nash-nash yang kamu kutip dari Injil-injil ini mampu mengubah keyakinan dari Nasrani kepada Islam?
-Keimanan kepada risalah sayyidina Isa alaihissalam adalah dengan membenarkannya dalam apa yang dia kabarkan, maka kita tidak menolak beritanya dan tidak mendustakan ucapannya dan tidak menyelisihinya, maka Masih alaihissalam datang kepada kita dari Allah untuk dua perkara penting: Pertama: supaya mengajarkan umat yang diutus kepadanya bagaimana mendekatkan diri kepada Allah dan menyembah-Nya, adapun mengenal Allah maka Masih alaihissalam berkata: “Sesungguhnya Allah itu Esa tiada sekutu bagi-Nya dan tiada bandingan bagi-Nya dan tiada yang serupa dengan-Nya”, maka telah datang dalam Injil Markus dalam pasal kedua belas ayat 30 ketika ahli-ahli Taurat bertanya kepadanya: Hukum manakah yang terutama dari semuanya? Maka Yesus menjawabnya: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Itulah hukum yang terutama. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini. Lalu kata ahli Taurat itu kepada-Nya: Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa dan tidak ada yang lain kecuali Dia”, dan kebenaran ini tentang zat Allah diperkuat dengan apa yang datang dalam Injil Matius pasal 23 ayat 8, Masih alaihissalam berkata: “Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga”, dan datang dalam Yohanes dalam pasal 20 ayat 18 berkata Masih: “Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu” dan kata Bapa “Bapa-Ku dan Bapamu” berarti dalam bahasa Injil adalah Tuhan yaitu Tuhanku dan Tuhanmu.
Maka kepada para pencinta Masih aku katakan: Bukankah wasiat-wasiat Masih alaihissalam telah mencakup pengenalan yang jelas terhadap zat Allah Yang Maha Tinggi Maha Besar Yang Tunggal, Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an: Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (Al-Ikhlas: 1-4), sebagaimana datang dalam Al-Qur’an Al-Karim juga: Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah oleh kamu sekalian akan Aku” (Al-Anbiya: 25). Kedua: Sesungguhnya tugas Isa alaihissalam yang kedua adalah membimbing umat yang diutus kepadanya kepada penyembahan Allah, yaitu umat Bani Israil, adapun selain mereka dari umat-umat lain maka syariat Isa tidak menyangkut mereka, dan inilah yang ditetapkan oleh Injil-injil Kristen, maka telah datang dalam Injil Matius pasal 15 ayat 24 ucapan Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”, dan datang dalam Matius pasal 10 ayat 5: Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” (Kisah Para Rasul 11 ayat pertama).
Dan kepada para pencinta Masih aku katakan: Wahai orang yang mencari kebenaran dan wahai orang yang beriman kepada Allah Yang Maha Esa, untukmu hadiah dari hati: Berimanlah kepada Allah sebagai Tuhan Yang Esa dan bahwa Masih adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan roh dari-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya dan penutup para nabi dan rasul, dan ikutilah dia dengan sebenar-benar pengikutan, katakanlah laa ilaaha illallah niscaya Allah akan memberimu pahala dua kali lipat, Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Al-Karim: Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya sebelum Al Quran itu, mereka beriman kepada Al Quran itu, dan apabila dibacakan kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya, sesungguhnya Al Quran itu adalah kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelum Al Quran itu telah menjadi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka” (Al-Qashash: 52-54).
Saat yang Menentukan
Gambarkan kepada kami saat menentukan ketika kamu memutuskan untuk memeluk Islam? Dan apa yang terjadi karenanya?
-Ketika aku memutuskan untuk memeluk Islam, aku pergi ke gereja dan mengajukan permohonan cuti untuk menghabiskannya bersama keluargaku, maka diminta aku untuk menunggu hingga gereja menyetujui 50-100 ribu dolar untukku untuk kubelanjakan pada anak-anakku, aku berkata kepada mereka aku tidak mau “uang kalian” dan aku memiliki untuk gereja dua gedung dan “uang” sebesar dua juta 400 ribu dolar Amerika, dan 320 juta pound Sudan, maka aku serahkan kepada pengurus anggaran kristenisasi, maka itu merupakan kejutan besar bagi gereja. Dan setelah itu aku menghabiskan dua hari bersama keluargaku memikirkan perkara ini dan mendiskusikannya, dan keluargaku yang terdiri dari istriku dan empat anak menyadari bahwa aku sedang memikirkan untuk memeluk Islam, dan ketika aku memberitahukan kepada mereka bahwa waktunya telah tiba, jawaban mereka adalah kamu lebih tahu dari kami dan kami mempercayaimu dan keputusanmu adalah keputusan kami, dan sungguh kami pergi ke salah satu masjid yang berdekatan “Masjid An-Nur” dan menyatakan keislaman kami, dan benar bahwa aku kehilangan harta yang banyak namun aku memperoleh keimanan dan ketenangan jiwa setelah 40 tahun yang kuhabiskan dalam kebatilan, dan akibat itu gereja menuduhku gila dan bahwa aku sakit jiwa.
Aku Tidak Gila
Kamu berkata bahwa gereja menuduhmu gila… apakah kamu membuktikan kepada mereka bahwa kamu dalam keadaan penuh akal sehatmu dan telah masuk Islam setelah yakin dan belajar ataukah apa yang terjadi?
- Sungguh Allah berkehendak bahwa aku mempelajari perbandingan agama dan tujuannya adalah supaya aku mengenal agama-agama samawi dan non-samawi demi melaksanakan kristenisasi dengan ilmu, pengalaman dan metodologi, namun Allah menghendaki hal lain, maka aku mempelajari agama-agama samawi dan itu dikenal, sebagaimana aku mempelajari yang non-samawi yaitu Buddhisme, Hinduisme, penyembahan api, matahari, setan, dan berhala, dan selama tahap pembelajaran terkuaklah di hadapanku kebenaran-kebenaran tentang Islam satu persatu, dan mulai pembentukan keagamaanku terbentuk dan pemikiranku berubah dan saling bertumpang tindih, dan dalam salah satu tahap pembelajaran aku yakin bahwa Islam adalah agama yang benar, maka aku ketika mendengar adzan berhenti memberikan kuliah sebagai penghormatan terhadap panggilan Ilahi, dan saat itu aku menjadi orang dengan dua wajah, wajah yang melihat bahwa Islam adalah agama yang haq dan bahwa Allah itu Esa tiada sekutu bagi-Nya, dan wajah yang menipu diri sendiri dan terus terlibat dalam kegiatan-kegiatan gerejawi dan menikmati harta-hartanya yang melimpah. Dan ketika tampak simpati ku terhadap Islam berkumpullah majelis-majelis pendeta, rahib, dan kardinal, dan pendapat mereka bahwa aku condong kepada Islam, dan di sini Dewan Gereja mempraktikkan tekanan-tekanan banyak kepadaku, dan ketika gagal memutuskan menghentikanku dari pekerjaan di gereja, dan keluar keputusan dari gereja-gereja bahwa kegilaan telah menimpaku, maka aku berkata kepada mereka sesungguhnya aku tidak gila maka aku takut kepada Allah Yang Esa Tuhanku dan Tuhan kalian dan Tuhan Muhammad dan Isa, sesungguhnya aku takut dari azab Allah, sesungguhnya aku takut kepada Allah, dan aku tahu setelah itu bahwa laporan para dokter membuktikan bahwa aku tidak gila, namun aku berharap untuk memeluk Islam.
Tuan Ashok.. mengapa kamu tidak mengubah namamu kepada nama Muslim sebagaimana kebiasaan setiap orang yang memeluk Islam?
- Aku tidak mengubah namaku karena dua pertimbangan:
Pertama: karena Islam tidak melihat dalam hal itu ada masalah, dan inilah yang penting bagiku pada tingkat pertama, maka tidak mengapa non-Muslim memeluk Islam dan tetap mempertahankan nama lamanya, maka agama Islam menitikberatkan pada keimanan.
Kedua: aku suka mempertahankan namaku untuk tujuan-tujuan dakwah yaitu supaya aku tetap diterima oleh non-Muslim, kemudian aku bisa menjelaskan kepada mereka kebenaran, setelah Allah melapangkan dadaku dengan Islam dan aku keluar dari kegelapan menuju cahaya, dan dari kekufuran menuju Islam, dan dari keadaan ahli neraka menuju keadaan ahli kiblat.
Kardinalitas
Kamu mencapai di gereja tingkat kardinal sebagaimana ayahmu juga menduduki jabatan ini.. apa arti jabatan kardinal? Dan apa fungsinya di gereja?
- Sungguh aku telah menjabat jabatan-jabatan besar di gereja, dan di antara itu aku adalah kardinal sebagaimana ayahku juga begitu, dan jabatan ini dalam gereja Katolik setara dengan fungsi mufti dalam Islam, dan harus diketahui pendeta bahwa dia bukanlah tuhan supaya mengampuni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan orang, maka yang aneh adalah jika seorang hamba berbuat salah dia pergi kepada pendeta pada hari Minggu sebelum shalat, dan berkata kepadanya sungguh aku telah berbuat salah dalam ini dan ini, maka pendeta berkata: pergilah telah diampuni untukmu, bagaimana pendeta ini berani memikul kekuasaan Allah?!, dan siapa yang memberinya kewenangan ini sedangkan dia manusia! Dan aku menantang siapapun dari pendeta-pendeta besar Timur atau Barat untuk berdebat denganku, malahan aku siap untuk berdebat dengan tingkatan tinggi manapun di gereja untuk membuktikan kebenaran Islam dan kewajarannya untuk diikuti, maka aku tidak masuk Islam secara emosional atau sia-sia, melainkan aku masuk Islam setelah studi mendalam terhadap agama-agama, sampai pada akhir studi bahwa Islam adalah agama samawi yang Allah tutup dengannya risalah-risalah samawi, dan bahwa Nabi SAW adalah penutup para nabi dan rasul, dan bahwa Isa alaihissalam adalah manusia dari manusia dan dia nabi dan rasul dan tidak lebih dari itu, Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Al-Karim: Al-Masih putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul (Al-Ma’idah:75), dan aku bukan yang pertama masuk Islam dari para pendeta, maka telah mendahuluiku masuk Islam sejumlah besar dari para pendeta dan penginjil, dan di depan mereka Sekretaris Jenderal Dewan Konferensi Uskup dalam gereja Katolik, dan Ketua Pendeta di Negara Bagian Timur.
Kamu sekarang dai Islam dan sebelumnya kamu dai Nasrani… apa perbedaannya?
- Dahulu semua perhatianku adalah mengkristenkan kaum Muslim atau menjauhkan mereka dari agama mereka meskipun mereka rusak dan melakukan segala kemungkaran, maka tidak penting bahwa Muslim itu menjadi manusia shaleh atau lurus dalam masyarakat bahkan setelah pindah dari Islam, dan gereja tidak peduli dengan mengajak orang Nasrani untuk berkomitmen, maka semua perhatiannya adalah supaya manusia membawa kata Kristen, dan bukan syarat bahwa dia beragama atau berkomitmen, adapun sekarang maka seseorang dalam Islam diminta pertanggungjawaban atas setiap perkara kecil dan besar, dan setiap orang yang memeluk Islam wajib menjadi pemilik akidah yang benar dan ibadah yang sah.
Kaum Muslim mengkritik kegiatan kristenisasi sementara mereka mempraktikkan dakwah Islam di antara non-Muslim… mengapa kemunafikan?
Ada perbedaan besar antara dakwah Islam dan dakwah Kristen. Para pendakwah Islam menjelaskan prinsip-prinsip dan ajarannya serta mencerminkan gambaran yang benar tentang Islam, dan mereka tidak memaksa siapapun untuk masuk Islam, karena jika seseorang tidak beribadah kepada Allah dengan keyakinan dan kepercayaan yang tidak diragukan lagi, maka Islamnya tidak bernilai. Adapun para pendakwah Kristen, mereka sayangnya memanfaatkan kebutuhan orang-orang miskin dan yang kekurangan, dan memberikan mereka makanan dan obat-obatan atau kesempatan pendidikan sebagai imbalan untuk memeluk agama Kristen. Para misionaris ini tidak meyakinkan siapapun dengan akidah karena tidak ada ajaran Kristen yang meyakinkan, dan yang ada hanyalah bahwa mereka memiliki anggaran yang besar. Dan dari keadilan, kami katakan bahwa organisasi-organisasi Islam yang bekerja di bidang kemanusiaan mendirikan banyak proyek yang bermanfaat bagi Muslim dan non-Muslim, dan tidak memandang agama penerima manfaat, serta tidak memeras atau menawar berdasarkan makanan sebagai imbalan untuk memeluk Islam.
Muslim Baru
Apa peran Anda sekarang dalam bidang dakwah Islam?
Kami mengasuh puluhan ribu orang yang telah memeluk Islam melalui aktivitas kami di “Organisasi Solidaritas Islam untuk Pembangunan dan Kemakmuran” dan di antara mereka adalah intelektual, perwira, dan pejabat di berbagai sektor. Kami mendirikan untuk mereka sekolah-sekolah dan khalwah-khalwah Al-Quran. Ada lebih dari 12 ribu Muslim baru pria dan wanita yang teratur dalam khalwah-khalwah tahfizh Al-Quran Al-Karim, dan setiap khalwah terdiri dari 300-400 pria dan wanita yang menghafal Al-Quran dan mempelajari sirah, hadits syarif, dan fikih Islam.
Kami memperhatikan para pemimpin suku dan sultan karena mereka mendapat penghormatan dari pengikut dan pendukung mereka. Jika mereka masuk Islam, maka orang-orang di belakang mereka akan masuk Islam juga. Kami telah memperhatikan bahwa banyak orang Kristen di selatan berasal dari keluarga Muslim, dan orang Inggris saat menduduki Sudan telah mengkristenkan mereka. Oleh karena itu, kami bekerja untuk mengembalikan mereka ke asal-usul Islam mereka.
Sumber: Majalah Al-Mujtama’ Edisi 1644








