Nasehat bagi Jamaah Haji Sebelum Berangkat untuk Ibadah Haji

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertanyaan:
Adakah nasihat bagi orang yang hendak pergi menunaikan ibadah haji? Apa yang harus dilakukan sebelum safar?

Jawaban:
Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah ﷺ. Amma ba’du:

Jika seorang muslim telah bertekad untuk melakukan perjalanan haji atau umrah, disunahkan baginya untuk berwasiat kepada keluarga dan sahabatnya agar bertakwa kepada Allah Ta’ala, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.

Selayaknya pula ia menulis utang-piutangnya dan menghadirkan saksi atas hal tersebut. Wajib baginya segera bertaubat nasuha dari segala dosa.

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
(سورة النور: 31)

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung.”
(QS. An-Nur: 31)

Hakikat taubat adalah berhenti total dari dosa tersebut, menyesali dosa-dosa yang telah lalu, dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Apabila ia pernah berbuat zalim kepada orang lain, baik pada fisik, harta, maupun kehormatannya, hendaknya ia mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf sebelum safar.

Berdasarkan riwayat sahih dari Nabi ﷺ:

من كانت عنده مظلمة لأخيه من مال أو عرض فليتحلل اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم ، إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته ، وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه

“Barang siapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, baik berupa harta maupun kehormatan, hendaknya ia meminta dihalalkan hari ini sebelum datang hari ketika dinar dan dirham tidak lagi berguna. Jika ia memiliki amal saleh, maka pahalanya akan diambil sesuai kadar kezalimannya. Jika tidak memiliki pahala, maka dosa saudaranya akan ditimpakan kepadanya.”

Kemudian hendaknya ia memilih harta yang halal untuk melaksanakan haji dan umrahnya. Berdasarkan riwayat sahih, Nabi ﷺ bersabda:

إن الله تعالى طيب لا يقبل إلا طيبا

“Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”

Juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا خرج الرجل حاجا بنفقة طيبة ووضع رجله في الغرز فنادى : لبيك اللهم لبيك ، ناداه مناد من السماء : لبيك وسعديك ، زادك حلال ، وراحلتك حلال ، وحجك مبرور غير مأزور . وإذا خرج الرجل بالنفقة الخبيثة فوضع رجله في الغرز فنادى : لبيك اللهم لبيك ، ناداه مناد من السماء : لا لبيك ولا سعديك ، زادك حرام ، ونفقتك حرام ، وحجك غير مبرور

“Jika seseorang berangkat haji dengan biaya yang halal, lalu melangkahkan kakinya untuk safar seraya mengucapkan ‘Labbaika Allahumma labbaik’, maka ada seruan dari langit: ‘Labbaika wa sa’daik, bekalmu halal, kendaraanmu halal, dan hajimu mabrur serta tidak berdosa.’ Namun jika seseorang berangkat dengan biaya haram, lalu mengucapkan ‘Labbaika Allahumma labbaik’, maka ada seruan dari langit: ‘Laa labbaika wa laa sa’daik, bekalmu haram, nafkahmu haram, dan hajimu tidak mabrur.”

🕌 Selayaknya jamaah haji tidak memperhatikan apa yang dimiliki orang lain dan menjaga diri agar tidak meminta-minta kepada mereka. Berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

ومن يستعفف يعفه الله ، ومن يستغن يغنه الله

“Barang siapa menjaga dirinya, Allah akan menjaganya. Barang siapa merasa cukup, Allah akan memberinya kecukupan.”

Juga sabda beliau ﷺ:

لا يزال الرجل يسأل الناس حتى يأتي يوم القيامة وليس في وجهه مزعة لحم

“Seseorang yang terus-menerus meminta-minta kepada manusia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan wajahnya tidak memiliki sepotong daging pun.”

✨ Wajib bagi jamaah haji meluruskan niat dalam berhaji dan berumrah semata-mata untuk meraih ridha Allah dan kebahagiaan akhirat, serta mendekatkan diri kepada Allah dengan amal yang diridhai-Nya.

Hendaknya menjauhi tujuan duniawi, ingin dipuji, dilihat, atau dibanggakan (riya dan sum’ah). Karena hal itu termasuk seburuk-buruk tujuan dan dapat menggugurkan amal.

Allah Ta’ala berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ * أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
(سورة هود: 15-16)

“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang di akhirat tidak memperoleh selain neraka. Gugurlah apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Hud: 15–16)

Dan firman Allah Ta’ala:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا * وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا
(سورة الإسراء: 18-19)

“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia, maka Kami segerakan baginya di dunia apa yang Kami kehendaki bagi siapa yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat serta berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia beriman, maka mereka itulah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.”
(QS. Al-Isra’: 18–19)

Terdapat riwayat sahih bahwa Nabi ﷺ bersabda, Allah Ta’ala berfirman:

أنا أغنى الشركاء عن الشرك ، من عمل عملا أشرك معي فيه غيري تركته وشركه
_
“Aku adalah Zat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amalan dengan menyekutukan-Ku bersama selain-Ku, maka Aku tinggalkan ia bersama kesyirikannya.”_

🍃 Hendaknya dalam safar ia memilih teman perjalanan yang saleh, bertakwa, dan paham agama. Jauhilah rombongan orang-orang bodoh dan fasik.

📚 Hendaknya ia mempelajari tata cara haji dan umrah sesuai syariat serta bertanya tentang perkara yang belum dipahami agar menjadi jelas.

🚗 Ketika telah menaiki kendaraan, mobil, pesawat, atau selainnya, disunahkan membaca basmalah, memuji Allah, lalu bertakbir tiga kali seraya membaca:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ * وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
اللهم إني أسألك في سفري هذا البر والتقوى ، ومن العمل ما ترضى ، اللهم هون علينا سفرنا هذا ، واطو عنا بعده ، اللهم أنت الصاحب في السفر ، والخليفة في الأهل ، اللهم إني أعوذ بك من وعثاء السفر ، وكآبة المنظر ، وسوء المنقلب في المال والأهل

“Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
(QS. Az-Zukhruf: 13–14)

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dalam safarku ini kebaikan dan ketakwaan serta amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya safar, pemandangan yang menyedihkan, dan keburukan yang menimpa harta maupun keluarga.”

✨ Hendaknya dalam safarnya memperbanyak zikir, istigfar, doa, membaca Al-Qur’an dan mentadabburinya, menjaga salat berjamaah, menjaga lisan dari ghibah, namimah, dusta, dan perkataan sia-sia.

Jangan berlebihan dalam bercanda, jangan menyakiti teman perjalanan, serta senantiasa melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dengan hikmah dan nasihat yang baik sesuai kemampuan.

📖 (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 16/32–37)

🔗 Sumber
https://islamqa.info/id/answers/109226/nasehat-bagi-jamaah-haji-sebelum-berangkat-untuk-ibadah-haji

Saluran WhatsApp Dakwah Al-Sofwa

Artikel Terjkait

Tata Cara Ihram
Hukum Orang yang Tidak Mabit yang Wajib di Muzdalifah
JANGAN LEWATKAN HARI JUM’AT TANPA SHOLAWAT
Hikmah Di Balik Perintah Dzikir Kepada Nabi Zakaria
KENAPA DO’AKU BELUM TERKABUL?
Nikmat Doa
Dzikir bentuk Syukur
Membantu penghafal Al-Qur’an: Bersama meraih Pahala
Berita ini 22 kali dibaca

Artikel Terjkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:54 WIB

Tata Cara Ihram

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:36 WIB

Hukum Orang yang Tidak Mabit yang Wajib di Muzdalifah

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:06 WIB

JANGAN LEWATKAN HARI JUM’AT TANPA SHOLAWAT

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:38 WIB

Nasehat bagi Jamaah Haji Sebelum Berangkat untuk Ibadah Haji

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:33 WIB

Hikmah Di Balik Perintah Dzikir Kepada Nabi Zakaria

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB