Rukun Iman

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

๐ŸŸข Allah Ta’ala berfirman:

ู„ู‘ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ู’ุจูุฑู‘ูŽ ุฃูŽู† ุชููˆูŽู„ู‘ููˆุง ูˆูุฌููˆู‡ูŽูƒูู…ู’ ู‚ูุจูŽู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุดู’ุฑูู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ูˆูŽู„ูŽูฐูƒูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูุฑู‘ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ููŠู†ูŽ

_”Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi…”_ (QS. Al-Baqarah: 177)

 

๐ŸŸค Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

ุจูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ู†ูŽุญู’ู†ู ุฌูู„ููˆู’ุณูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู‘ู… ุฐูŽุงุชูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฅูุฐู’ ุทูŽู„ูŽุนูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุดูŽุฏููŠู’ุฏู ุจูŽูŠูŽุงุถู ุงู„ุซู‘ููŠูŽุงุจู ุดูŽุฏููŠู’ุฏู ุณูŽูˆูŽุงุฏู ุงู„ุดู‘ูŽุนู’ุฑู ู„ุงูŽ ูŠูุฑูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุซูŽุฑู ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑู ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ุฑูููู‡ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŽุฃูŽุณู’ู†ูŽุฏูŽ ุฑููƒู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑููƒู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽูˆูŽุถูŽุนูŽ ูƒูŽูู‘ูŽูŠู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ููŽุฎูุฐูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: (ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุดู’ู‡ูŽุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูŽุงู‹ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุชูู‚ููŠู’ู…ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽุŒ ูˆูŽุชูุคู’ุชููŠูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูŽุŒ ูˆูŽุชูŽุตููˆู’ู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุชูŽุญูุฌู‘ูŽ ุงู„ุจูŠู’ุชูŽ ุฅูู†ู ุงูุณู’ุชูŽุทูŽุนุชูŽ ุฅูู„ูŠู’ู‡ู ุณูŽุจููŠู’ู„ุงู‹. ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุตูŽุฏูŽู‚ู’ุชูŽ. ููŽุนูŽุฌูุจู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ูู‡ู ูˆูŽูŠูุตูŽุฏู‘ูู‚ูู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠู’ ุนูŽู†ู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฃูŽู†ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู„ุงุฆููƒูŽุชูู‡ูุŒ ูˆูŽูƒูุชูุจูู‡ู ูˆูŽุฑูุณูู„ูู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขูŽุฎูุฑูุŒ ูˆูŽุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู‚ูŽุฏูŽุฑู ุฎูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุดูŽุฑู‘ูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุตูŽุฏูŽู‚ู’ุชูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠู’ ุนูŽู†ู ุงู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ุจูุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽูƒูŽ ุชูŽุฑูŽุงู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ุชูŽุฑูŽุงู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฑูŽุงูƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุณุฆููˆูู„ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุจูุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠู’ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ูŽุงุฑูŽุงุชูู‡ูŽุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู„ูุฏูŽ ุงู„ุฃูŽู…ูŽุฉู ุฑูŽุจู‘ูŽุชูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู’ุญูููŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ุนูุฑูŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽุฉูŽ ุฑูุนูŽุงุกูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงุกู ูŠูŽุชูŽุทูŽุงูˆูŽู„ููˆู’ู†ูŽ ูููŠ ุงู„ุจูู†ู’ูŠูŽุงู†ู ุซูู…ู‘ูŽ ุงู†ู’ุทูŽู„ูŽู‚ูŽ ููŽู„ูŽุจูุซู’ุชู ู…ูŽู„ููŠู‘ูŽุงู‹ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠูŽุง ุนูู…ูŽุฑู ุฃุชูŽุฏู’ุฑููŠ ู…ูŽู†ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ูุŸ ู‚ูู„ู’ุชู: ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฌูุจู’ุฑููŠู’ู„ู ุฃูŽุชูŽุงูƒูู…ู’ ูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ููƒูู…ู’ ุฏููŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’

Pada suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian sangat putih, dan rambutnya sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tidak seorang pun dari kami yang mengenalnya, kemudian ia duduk di hadapan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan mendekatkan lututnya lalu meletakkan kedua tangannya di atas pahanya, seraya berkata: โ€˜Wahai Muhammad jelaskan kepadaku tentang Islam?โ€™ Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab: โ€Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah Al Haram jika engkau mampu mengadakan perjalanan ke sana.โ€ Laki-laki tersebut berkata: โ€˜Engkau benar.โ€™ Maka kami pun terheran-heran padanya, dia yang bertanya dan dia sendiri yang membenarkan jawabannya. Dia berkata lagi: โ€œJelaskan kepadaku tentang iman?โ€ Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab: โ€œ(Iman itu adalah) Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir serta engkau beriman kepada takdir baik dan buruk.โ€ Ia berkata: โ€˜Engkau benar.โ€™ Kemudian laki-laki tersebut bertanya lagi: โ€˜Jelaskan kepadaku tentang ihsan?โ€™ Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: โ€œ(Ihsan adalah) Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak bisa melihat-Nya, sungguh Diamelihatmu.โ€ Dia berkata: โ€œBeritahu kepadaku kapan terjadinya kiamat?โ€ Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab: โ€œTidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui dari yang bertanya.โ€ Ia berkata: โ€œJelaskan kepadaku tanda-tandanya!โ€ Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkata: โ€œJika seorang budak wanita melahirkan tuannya dan jika engkau mendapati penggembala kambing yang tidak beralas kaki dan tidak pakaian saling berlomba dalam meninggikan bangunan.โ€

Umar radhiyallahu โ€˜anhu berkata: โ€˜Kemudian laki-laki itu pergi, aku pun terdiam sejenak.โ€™ Maka Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bertanya kepadaku: โ€œWahai โ€˜Umar, tahukah engkau siapa orang tadi?โ€ Aku pun menjawab: โ€œAllah dan Rasul-Nya lebih tahu.โ€ย  Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: โ€œDia adalah Jibril yang datang untuk mengajarkan agama ini kepada kalian.โ€ (HR. Muslim)

 

๐Ÿ’ก *Penjelasan:*

Iman memiliki rukun-rukun yang tidak akan tegak kecuali di atasnya. Jibril menanyakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengajarkan umat agar mereka menjaganya karena pentingnya akan hal tersebut, yaitu enam rukun yang disebutkan dalam hadits yang agung ini.

 

๐Ÿ“ *Faidah-faidah:*

  1. Iman memiliki enam rukun yang tidak akan tegak kecuali dengannya.
  2. Rukun-rukun tersebut adalah: Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Iman kepada Kitab-kitab-Nya, Iman kepada Rasul-rasul-Nya, Iman kepada Hari Akhir, dan Iman kepada Takdir (yang baik maupun yang buruk).
  3. Barangsiapa mengingkari salah satu dari rukun-rukun ini, maka ia keluar dari islam(kafir).

 

 

๐Ÿ“— *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_

๐Ÿ‘ค *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah

Facebook Comments Box

Penulis : Muh. Rujib Abdullah

Artikel Terjkait

RASUL, TUGAS DAN KEKHUSUSANNYA
MELAWAN RASA TAKUT, MENUMBUHKAN TAWAKKAL, MELURUSKAN CARA PANDANG
Ingat! Balasan yang Sempurna Ada Harinya
DOA AGAR TERHINDAR DARI KESYIRIKAN
Kisah Mualaf: Mantan Biarawan Filipina Marco Corbus
Kisah Mualaf: Mantan Uskup Agung Lutheran Tanzania Abu Bakar Mwayipopo
Kisah Mualaf: Kenneth Jenkins โ€“ Pendeta Amerika Serikat yang Dahulu
Kisah Mualaf: Dr. Wadeeโ€™ Ahmad (mantan) Pendeta Mesir
Berita ini 26 kali dibaca

Artikel Terjkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:42 WIB

RASUL, TUGAS DAN KEKHUSUSANNYA

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:24 WIB

MELAWAN RASA TAKUT, MENUMBUHKAN TAWAKKAL, MELURUSKAN CARA PANDANG

Jumat, 24 April 2026 - 12:11 WIB

Ingat! Balasan yang Sempurna Ada Harinya

Senin, 20 April 2026 - 15:21 WIB

DOA AGAR TERHINDAR DARI KESYIRIKAN

Kamis, 16 April 2026 - 07:33 WIB

Kisah Mualaf: Mantan Biarawan Filipina Marco Corbus

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB