Kiat-Kiat Ikhlaskan Niat, Gandakan Pahala

Sabtu, 8 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meskipun sumber daya kita dalam beribadah kepada Allah terbatas dalam hal waktu, tenaga maupun harta, ada cara-cara agar pahala yang kita dapatkan bisa sebesar-besarnya. Niat adalah modal untuk mengumpulkan dan memetik pahala di akhirat nanti. Semakin ikhlas seseorang dalam beramal, maka semakin besar pahala yang akan didapatkan.

Abdullah ibnul Mubarak rahimahullah berkata,

رُبّ عمل صغير تُعظمه النيۃ ورب عملٍ كبير تصغره النيۃ.

Berapa banyak amalan yang kecil berubah menjadi besar karena niat, dan berapa banyak amalan yang besar berubah menjadi kecil karena niat.”  (Lihat Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam fii Syarhi Khamsina Hadisan min Jawami’ Al-Kalim, hal. 13)

Ada beberapa cara untuk meningkatkan keikhlasan, di antaranya:

Pertama, Berdoa meminta keikhlasan

Agar kita dimudahkan untuk mengikhlaskan amalan ibadah yang dilakukan, maka perbanyaklah doa kepada Allah Ta’ala dengan bacaan doa sesuai kemampuan. Di antara doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hal ini, yaitu:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَناَ أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا لاَ أَعْلَمُ

“Ya Allah, Sungguh Aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu dalam keadaan tahu, dan Aku memohon ampunan dari apa yang tidak saya ketahui.” (HR. Bukhâri dalam Al-Adab Al-Mufrad)

Menyekutan Allah (riya’) adalah lawan dari keikhlasan. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan berlindung dari perbuatan riya’.

Di antara doa yang dipanjatkan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu,

اللهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِيْ كُلَّهُ صَالِحًا و اجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصاً

Allahummaj’al ‘amali kullahu shalihan, waj’alhu liwajhika khalishan

[Ya Allah, jadikanlah seluruh amalanku adalah amalan saleh dan jadikanlah setiap amalanku ikhlas hanya mengharapkan wajahmu.]” (HR. Ahmad)

Kedua, Menyembunyikan amalan

Seseorang yang beramal dalam kondisi yang tersembunyi akan membantu ia untuk semakin ikhlas. Suatu amalan yang dikerjakan secara sembunyi-sembunyi lebih besar pahalanya daripada yang dilakukan secara terang-terangan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari di mana tidak ada naungan, kecuali hanya naungan-Nya semata: (salah satunya) Seseorang yang bersedekah lalu menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya …” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadis di atas dapat kita ketahui bahwa saking seseorang itu menyembunyikan sedekahnya, bahkan tangan kirinya saja tidak mengetahui apa yang ia sedekahkan, apalagi orang lain. Oleh karena itu, pahala yang Allah berikan sangatlah besar.

Begitu pula dengan salat sunah yang dikerjakan secara sembunyi (di rumah) lebih utama daripada yang dikerjakan di masjid. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصَلَاةِ فِيْ بُيُوْتِكُمْ ، فَإِنَّ خَيْرَ صَلَاةِ المَرْءِ فِيْ بَيْتِهِ إلَّا الصَلَاةَ المَكْتُوْبَةَ

“Hendaknya kalian mengerjakan salat di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya, kecuali salat maktubah (fardu)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam sabda beliau yang lain,

صلاة الرجل تطوعًا حيث لا يراه الناس تعدل صلاته على أعين الناس خمسًا وعشرين درجة

“Salat sunah yang dikerjakan seseorang di tempat yang tidak dilihat orang lain, senilai 25 kali derajat salat sunah yang dia kerjakan di tengah banyak orang.” (HR. Abu Ya’la. Lihat Shahih Al-Jami, no. 7269).

Ketiga, Meyakini bahwa sekecil apapun amalan, pasti Allah akan balas

Allah Ta’ala telah menegaskan dalam firman-Nya,

فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُۥ

“Maka, barangsiapa mengerjakan kebajikan seberat żarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Al Zalzalah: 7)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

مَن هَمَّ بحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْها، كُتِبَتْ له حَسَنَةً، ومَن هَمَّ بحَسَنَةٍ فَعَمِلَها، كُتِبَتْ له عَشْرًا إلى سَبْعِ مِئَةِ ضِعْفٍ، ومَن هَمَّ بسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْها، لَمْ تُكْتَبْ، وإنْ عَمِلَها كُتِبَتْ

Barangsiapa yang berniat melakukan suatu kebaikan, namun tidak jadi dilakukan, maka ditulis baginya kebaikan. Barangsiapa yang berniat melakukan suatu kebaikan, dan jadi dilakukan, maka ditulis baginya 10x sampai 700x kebaikan. Siapa yang berniat melakukan suatu keburukan, namun tidak jadi dilakukan, maka tidak ditulis keburukan tersebut. Dan jika dilakukan, ditulis keburukan. (HR. Muslim)

Maksud hadis “baginya dengan 10 kebaikan hingga 700 kali lipat”, bukan untuk pembatasan, karena Allah Ta’ala akan melipatgandakan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya dan memberikan dari sisi-Nya apa yang tak terhitung dan tak terhingga, bahkan berkali-kali lipat. Hal ini juga menunjukkan betapa luasnya karunia dan rahmat Allah Ta’ala. Balasan yang banyak tersebut diberikan karena kekuatan iman seorang hamba dan kesempurnaan keikhlasan. Semakin ikhlas amalan seseorang, maka semakin dikalikan pula pahalanya, baik 10, 700, maupun tak terhingga. Karenanya, tak diragukan lagi, setiap kebaikan hendaknya didasari pada keimanan serta keikhlasan yang kuat semata-mata karena Allah Ta’ala. (Lihat Tafsir As-Sa’di ketika menafiskan surah Al-Baqarah ayat 261)

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi diri penulis dan kaum muslimin pada umumnya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang ikhlas.

 

Penulis: Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd.

Facebook Comments Box

Artikel Terjkait

Apakah Lailatul Qadar Masih Ada atau Sudah Diangkat?
KEWAJIBAN MENGKUTI SYARIAT AGAMA BUKAN HAKEKAT REALITA
Kemiskinan yang Menghasilkan Kekayaan: Rahasia Mengenal Diri dan Sang Pencipta
Cermin Sikap Hamba di Hadapan Rabb-nya
Petunjuk Menuju Aqidah yang Benar dan Bantahan terhadap Ahli Syirik dan Ateisme
QADA DAN QADAR
KETIKA KITA MENGHUKUM NIAT ORANG LAIN
TALBIS IBLIS “Tipuan Iblis”
Berita ini 6 kali dibaca

Artikel Terjkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:22 WIB

Apakah Lailatul Qadar Masih Ada atau Sudah Diangkat?

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:57 WIB

KEWAJIBAN MENGKUTI SYARIAT AGAMA BUKAN HAKEKAT REALITA

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:52 WIB

Kemiskinan yang Menghasilkan Kekayaan: Rahasia Mengenal Diri dan Sang Pencipta

Kamis, 26 Februari 2026 - 00:10 WIB

Cermin Sikap Hamba di Hadapan Rabb-nya

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:04 WIB

Petunjuk Menuju Aqidah yang Benar dan Bantahan terhadap Ahli Syirik dan Ateisme

Artikel Terbaru

Fikih

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:02 WIB

Fikih

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:46 WIB

Ibadah

Istiqomah Pasca Ramadhan

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:30 WIB

Dakwah

Ujian: Surat Cinta yang Mengajak Kembali ke Pelukan Ilahi

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:25 WIB

Dakwah

Rahasia Terbukanya Pintu Rahmat

Rabu, 25 Mar 2026 - 14:45 WIB