Hari Jumat adalah sayyidul ayyam, penghulu segala hari. Di dalamnya terdapat satu waktu yang sangat agung, di mana doa-doa diijabah oleh Allah ﷻ. Betapa meruginya seorang hamba jika Jumat berlalu tanpa ia mengetuk pintu langit dengan doa yang tulus.
Para ulama menjelaskan, waktu mustajab itu ada dua pendapat yang paling kuat:
1. Sejak imam duduk di mimbar hingga selesai shalat Jumat.
2. Waktu terakhir setelah Ashar hingga terbenam matahari — dan inilah yang lebih dikuatkan oleh banyak sahabat.
Manfaatkan sela kesibukan kerja kita. Sisihkan waktu setelah Ashar, tundukkan hati, angkat tangan, dan mintalah kebutuhan dunia akhirat. Bisa jadi satu doa di sore Jumat menjadi sebab berubahnya hidup dan akhir kita.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ﴾
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.” (QS. Ghafir: 60).
Nabi ﷺ bersabda:
“إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً، لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ”
“Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu waktu, tidaklah seorang hamba muslim mendapatinya dalam keadaan berdiri shalat lalu ia memohon sesuatu kepada Allah, kecuali Allah akan memberinya.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim — hadits shahih).
Jangan tunda doa hingga esok. Mungkin hari ini adalah Jumat terakhir dalam hidup kita.
Semoga Allah menerima doa-doa kita dan mengumpulkan kita dalam rahmat-Nya… Amin.
Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I
Sumber: Saluran Whatsapp : Agus Dwiyanto Nugroho







