قَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ: «وَمَنْ أَعْرَضَ عَنِ اللَّهِ بِكُلِّيَتِهِ أَعْرَضَ اللَّهُ عَنْهُ جُمْلَةً. وَمَنْ كَانَ مَرَّةً وَمَرَّةً فَاللَّهُ لَهُ مَرَّةً وَمَرَّةً»
Ibnul Qayyim berkata: “Barang siapa berpaling dari Allah secara total, maka Allah pun berpaling darinya secara keseluruhan. Dan barang siapa (hanya) sekali dan sekali lagi (berbuat dosa), maka Allah (memaafkan) baginya sekali dan sekali lagi.” (At-Tafsir Al-Qayyim hlm. 656)
Pesan ini menekankan konsep Al-Jaza’ min Jinsil ‘Amal (balasan sesuai dengan jenis perbuatan). Jika seseorang memutuskan hubungan dengan Allah sepenuhnya, maka ia akan kehilangan perlindungan dan taufik-Nya secara total. Namun, bagi hamba yang masih berupaya kembali meski terkadang terjatuh dalam dosa (pasang surut), Allah tetap membuka pintu rahmat dan ampunan-Nya sesuai dengan kadar kembalinya hamba tersebut.
Faedah Penting
1. Peringatan dari “I’radh” (Berpaling): Berpaling secara total dari syariat dan zikir kepada Allah adalah kerugian terbesar, karena menyebabkan Allah membiarkan hamba tersebut tersesat tanpa arah.
2. Rahmat Allah bagi Pendosa yang Berusaha: Kalimat “sekali dan sekali lagi” menunjukkan bahwa Allah Maha Mengetahui kelemahan manusia. Selama seorang hamba tidak memutus hubungan total dan selalu berusaha kembali setelah jatuh, Allah tidak akan meninggalkannya.
3. Keadilan dan Kedermawanan Allah: Allah membalas sikap hamba-Nya dengan adil. Jika kita mendekat sejengkal, Allah mendekat sehasta. Jika kita jatuh-bangun dalam ketaatan, Allah pun “jatuh-bangun” dalam memberikan ampunan-Nya selama ada ketulusan.
4. Motivasi untuk Terus Berusaha: Jangan pernah merasa putus asa meskipun sering melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah jangan sampai berpaling “secara total” (meninggalkan agama atau putus asa dari rahmat-Nya).
Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala







