Serial Fikih Puasa (Edisi 20) :Agar Mudik Menjadi Berkah

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mudik… bukan sekadar pulang kampung.
Ia adalah perjalanan hati: dari lelah menuju hangat, dari jauh menuju dekat, dari rindu menuju temu.

Tapi hati-hati…
Banyak orang pulang membawa badan, tapi lupa membawa iman.
Banyak yang sampai kampung, tapi kehilangan keberkahan di perjalanan.

Agar mudik kita bernilai ibadah, perhatikan beberapa hal berikut :

1. Luruskan niat karena Allah

Mudik bukan hanya tradisi, tapi bisa jadi ibadah jika diniatkan :
* Silaturahmi
* Berbakti kepada orang tua
* Menyambung hubungan keluarga

Rasulullah ﷺ bersabda:

“إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ”

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari no. 1, Muslim no. 1907)

2. Jaga Shalat 5 Waktu selama perjalanan

Jangan sampai sibuk di jalan, tapi lalai dari kewajiban.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا﴾

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.”
(QS. An-Nisa: 103)

Kalau safar :
* Boleh jamak & qashar
* Tapi tidak boleh meninggalkan shalat

3. Jaga akhlak selama perjalanan

Macet, lelah, panas… itu ujian, tapi jangan sampai :
* Marah-marah di jalan
* Klakson sembarangan
* Emosi saat berkendara

Rasulullah ﷺ bersabda:

“لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ”

“Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tapi yang mampu menahan amarahnya.”
(HR. Bukhari no. 6114, Muslim no. 2609)

4. Hindari maksiat di perjalanan

Hati-hati dengan :
* Musik yang melalaikan
* Pandangan yang haram
* Obrolan sia-sia

Jangan sampai perjalanan yang panjang malah jadi ladang dosa.

5. Perbanyak doa safar

Di antara do’a yang bisa kita ucapkan :

“سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ”

“Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami.”
(QS. Az-Zukhruf: 13–14)

Mudik itu pasti capek…
Tapi jangan sampai capeknya sia-sia.

Pulangkan badan ke kampung,
dan pulangkan juga hati kepada Allah.

Mudik yang benar bukan sekadar sampai tujuan…
tapi sampai dalam keadaan lebih dekat kepada Allah…

 

Penulis : Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I

Artikel Terjkait

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK
Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr
TUNTUNAN QURBAN
MENYAMBUT AMPUNAN DI BULAN DZULHIJJAH
Keutamaan Ibadah Haji & Umrah
AWALNYA HANYA DIINTIP, AKHIRNYA DICINTAI…
DIINTIP BANGSA JIN, MAU??
Perbanyaklah Shalawat di Hari Jum’at!
Berita ini 22 kali dibaca

Artikel Terjkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:35 WIB

Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:21 WIB

TUNTUNAN QURBAN

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:38 WIB

MENYAMBUT AMPUNAN DI BULAN DZULHIJJAH

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:31 WIB

Keutamaan Ibadah Haji & Umrah

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB