Serial Fikih Puasa (Edisi 19) :Renungan di Akhir Ramadhan

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tak terasa… Ramadhan hampir pergi.
Hari-hari yang penuh ampunan itu kini tinggal hitungan.

Pertanyaannya bukan lagi: “Apa yang sudah kita lakukan?”
Tapi: “Apa yang akan kita bawa pulang dari Ramadhan ini?”

Betapa banyak orang yang memulai Ramadhan…
Namun tidak semuanya keluar sebagai pemenang.

Allah Ta’ala berfirman :

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan Ramadhan bukan sekadar lapar dan haus…
Tapi lahirnya ketakwaan.

Rasulullah ﷺ bersabda :

“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Al-Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760, shahih)

Namun… apakah kita termasuk yang diampuni?

Atau justru termasuk yang hanya mendapatkan lelah tanpa pahala?

Ini menjadi cermin…
Kalau setelah Ramadhan kita lebih dekat kepada Allah—itu tanda keberhasilan.
Kalau kembali jauh—itu tanda kegagalan.

Renungan penting di akhir Ramadhan :

Sudahkah dosa-dosa kita benar-benar kita tangisi?

Sudahkah hati kita lebih lembut dibanding sebelum Ramadhan?

Sudahkah kita siap berpisah dengan maksiat… atau justru rindu kembali kepadanya?

Jangan sampai Ramadhan pergi…
Tapi hati kita tetap sama.

Yang kita butuhkan bukan Ramadhan yang berlalu…
Tapi ampunan Allah yang kita bawa setelahnya.

Jika hari ini Ramadhan hampir pergi, maka jangan biarkan ia pergi tanpa meninggalkan bekas dalam hati kita.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan ampunan, dibebaskan dari neraka, dan dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya dalam keadaan lebih baik.

Amin.

 

Penulis : Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I

Artikel Terjkait

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK
Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr
TUNTUNAN QURBAN
MENYAMBUT AMPUNAN DI BULAN DZULHIJJAH
Keutamaan Ibadah Haji & Umrah
AWALNYA HANYA DIINTIP, AKHIRNYA DICINTAI…
DIINTIP BANGSA JIN, MAU??
Perbanyaklah Shalawat di Hari Jum’at!
Berita ini 25 kali dibaca
Tag :

Artikel Terjkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:35 WIB

Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:21 WIB

TUNTUNAN QURBAN

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:38 WIB

MENYAMBUT AMPUNAN DI BULAN DZULHIJJAH

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:31 WIB

Keutamaan Ibadah Haji & Umrah

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB