Belenggu Syahwat: Saat Kenikmatan Sesaat Menghancurkan Kehormatan Abadi

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

قَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ: «وَكَمْ مِنْ شَهْوَةٍ كَسَّرَتْ جَاهَهُ وَنَكَّسَتْ رَأْسَهُ وَقَبَّحَتْ ذِكْرَهُ وَأَوْرَثَتْ ذَمًّا وَأَعْقَبَتْ ذُلًّا وَأَلْزَمَتْ عَارًا لَا يَغْسِلُهُ الْمَاءُ غَيْرَ أَنَّ عَيْنَ صَاحِبِ الْهَوَىٰ عَمْيَاءُ».
Ibnul Qayyim berkata: “Betapa banyak nafsu yang mematahkan kemurahan hatinya (wibawanya), menundukkan kepalanya, mengaburkan namanya, mewariskan celaan, menyusulkan kehinaan, dan mewajibkan aib yang tidak bisa dibersihkan oleh air—hanya saja mata pemilik hawa nafsu itu buta.” (Raudhatu Al Muhibbin 1/473)

Ibnu Qayyim sedang memberikan “terapi realitas” bagi siapa saja yang tergoda oleh hawa nafsu. Beliau menggambarkan bahwa dosa yang dilakukan demi menuruti keinginan sesaat memiliki efek domino negatif yang luar biasa. Nafsu bukan sekadar kekhilafan, melainkan penghancur reputasi dan harga diri yang dampaknya seringkali permanen. Tragisnya, orang yang sedang dimabuk nafsu seringkali tidak menyadari kehancuran ini karena logikanya telah tertutup oleh “kebutaan” emosional.

(Pelajaran Penting)
Harga Mahal Sebuah Kesenangan
Kenikmatan syahwat mungkin hanya berlangsung hitungan menit, namun konsekuensi berupa hilangnya wibawa (جاه) dan rasa malu bisa bertahan seumur hidup.
Efek Sosial yang Nyata
Nafsu yang tidak terkendali akan “mengaburkan nama baik”. Sekali integritas tercoreng, sulit bagi seseorang untuk kembali menatap dunia dengan kepala tegak.
Aib yang Membekas
Istilah “tidak bisa dibersihkan oleh air” menunjukkan bahwa ada sanksi sosial dan noda di hati yang sangat sulit dihapuskan meskipun pelakunya telah mencoba menutupinya.
Kebutaan Logika
Hawa nafsu bekerja seperti penutup mata. Ia membuat orang cerdas sekalipun menjadi bodoh secara mendadak, karena ia hanya fokus pada objek yang diinginkan tanpa peduli pada jurang di depannya.
Pentingnya Muraqabah
Mengingat dampak buruk (akibat) sebelum bertindak adalah tameng terkuat agar kita tidak menjadi “si buta” yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim.

Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala

Artikel Terjkait

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK
Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr
TUNTUNAN QURBAN
MENYAMBUT AMPUNAN DI BULAN DZULHIJJAH
Keutamaan Ibadah Haji & Umrah
AWALNYA HANYA DIINTIP, AKHIRNYA DICINTAI…
DIINTIP BANGSA JIN, MAU??
Perbanyaklah Shalawat di Hari Jum’at!
Berita ini 19 kali dibaca

Artikel Terjkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:35 WIB

Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:21 WIB

TUNTUNAN QURBAN

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:38 WIB

MENYAMBUT AMPUNAN DI BULAN DZULHIJJAH

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:31 WIB

Keutamaan Ibadah Haji & Umrah

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB