Duhai Nafsu, Sampai Kapan?!

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr حَفِظَهُ اللهُ berkata,

“Bila seorang insan berlalu begitu saja dalam hidupnya tanpa ilmu, menjalani kehidupannya demikian itu sampai selesai maka layaknya binatang ternak.

Iya, ia menjalani hidupnya layaknya binatang ternak. Binatang ternak makan dan minum, kandangnya dirapikan, keadaannya diatur, ia pun bermain-main…dan seterusnya !!

Namun, ketika didapati ilmu yang bermanfaat dan amal shaleh menjadikan manusia terbedakan.

Manusia tidak terbedakan melainkan dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shaleh. Karenanya, maka hal ini merupakan dasar kebaikan dan sebab kebahagiaan serta kemuliaan di sisi Allah ﷻ.

Karena itu, maka hendaklah seorang muslim bersemangat dalam mengisi hari-harinya untuk berupaya mendapatkan ilmu yang bermanfaat yang mana Allah akan memberikan manfaat kepadanya dengannya.
Allah ﷻ berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ

وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Dan katakanlah : “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.” (Thaha: 114)

Demikian pula hendaknya seorang muslim meminta kepada Allah agar memberikan tambahan ilmu kepadanya, dan agar semangat mencari tambahan ilmu.

Dan, hendaknya pula bila nafsunya lepas darinya beberapa saat dari waktu, tenggelam dalam kesia-siaan, berada di majelis yang membuang-buang waktu, hendaknya ia menyetop nafsunya seraya mengatakan,

“Duhai nafsu, mau sampai kapan?!

Sampai aku mati? !

Sampai aku menghadap Allah ﷻ sementara aku di atas kesia-siaan yang berkepanjangan. Sampai kapan?!

Duhai nafsu, cukuplah kesia-siaan!

Cukuplah melampaui batas!

Cukuplah penelantaran!

Duhai nafsu, engkau telah dekat waktunya untuk berjumpa dengan Allah, engkau telah dekat waktunya untuk dihisab.

Sampai kapankah berada di majlis dan waktu yang penuh dengan kesia-siaan ?!

Hendaknya ia menghisab nafsunya, dan mulai dengan kemauan yang keras dan sigap, semangat yang tinggi, dan motivasi yang menyakinkan.

Dalam doa yang ma’tsur dari Nabi kita ﷺ disebutkan,

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَزِيْمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ

“Ya Allah! sesungguhnya aku meminta kepada-Mu kemauan yang kuat untuk berbuat sesuatu yang benar, dan (aku meminta) kekayaan dari segala kebaikan.”

Maka, seorang muslim hendaknya bersemangat untuk itu. Penuh perhatian dengan hal itu dan bersungguh-sungguh pula untuk memperolehnya.

📚 (Syarah Risalah Usul al-‘Aqa-id ad-Diniyah)

Sumber: Saluran WhatsApp Dakwah Al-Sofwa

Artikel Terjkait

Tiga Ujian Harta: Antara Sumber, Hak, dan Pengeluaran
Bahagia karena Taat: Ekspresi Syukur Seorang Hamba
Antara Janji dan Ancaman: Samudra Ampunan Tuhan
Jejak Sang Pencipta dalam Mahakarya Alam
Bila puasa kurang dari 29 hari atau lebih dari 30 hari di Romadhan
Menyembelih Tamak dengan Pisau Keputusasaan: Resep Ikhlas Ibnul Qayyim
Beban Dosa Menghambat Perjalanan Menuju Allah
Bahaya Menolak Kebenaran
Berita ini 2 kali dibaca

Artikel Terjkait

Senin, 27 April 2026 - 14:37 WIB

Duhai Nafsu, Sampai Kapan?!

Selasa, 21 April 2026 - 14:06 WIB

Tiga Ujian Harta: Antara Sumber, Hak, dan Pengeluaran

Minggu, 19 April 2026 - 14:16 WIB

Bahagia karena Taat: Ekspresi Syukur Seorang Hamba

Minggu, 19 April 2026 - 03:12 WIB

Antara Janji dan Ancaman: Samudra Ampunan Tuhan

Rabu, 8 April 2026 - 15:23 WIB

Jejak Sang Pencipta dalam Mahakarya Alam

Artikel Terbaru

Kisah Mualaf

Mantan Pastor Irlandia Menangis di Makam Nabi

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:25 WIB

Kisah Mualaf

Uskup Agung Johannesburg Frederick Dolamark

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:21 WIB

Kisah Mualaf

Pastor Terdahulu Pastor Terbesar Kedua di Ghana

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:16 WIB

Kisah Mualaf

Pastor Terdahulu Muhammad Fuad Al-Hashimi

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:11 WIB