Kisah Mualaf: Ilmuwan, Jurnalis, dan Penulis Jerman Dr. Hamed Marcus

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejak masa kanak-kanak saya merasakan dorongan dalam diri untuk mempelajari Islam sejauh yang saya mampu, dan saya tertarik membaca terjemahan Al-Qur’an di perpustakaan kota tempat saya dibesarkan, yang merupakan edisi dari mana “Goethe” memperoleh informasinya tentang Islam.

Saya sangat terkesan dengan apa yang saya lihat dalam Al-Qur’an ini berupa gaya yang rasional namun luar biasa pada saat yang sama ketika ia menetapkan ajaran-ajaran Islam, sebagaimana saya terpukau oleh semangat yang teguh, bersemangat dan agung yang dibangkitkan dan dinyalakan oleh ajaran-ajaran ini dalam hati kaum Muslim pertama.

Kemudian di Berlin saya mendapat kesempatan untuk bekerja dengan kaum Muslim dan mendengarkan ceramah-ceramah yang penuh semangat dan menggugah yang disampaikan oleh pendiri perkumpulan Islam pertama di Berlin dan pendirian masjid Berlin tentang Al-Qur’an al-Karim. Setelah bertahun-tahun bekerja sama secara praktis dengan tokoh luar biasa ini, saya menyaksikan pengorbanan jiwa dan rohnya, saya beriman kepada Islam, karena saya melihat dalam prinsip-prinsipnya yang luhur yang dianggap sebagai puncak dalam sejarah pemikiran manusia, hal yang melengkapi pandangan pribadi saya.

Keimanan kepada Allah adalah aqidah asli dalam agama Islam, namun Islam tidak menyeru kepada prinsip-prinsip atau aqidah yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern, dan atas dasar ini tidak ada pertentangan antara aqidah di satu sisi dan ilmu pengetahuan di sisi lainnya, dan ini tidak diragukan lagi merupakan keistimewaan yang besar dan unik dalam pandangan seorang yang telah menyumbangkan seluruh kemampuannya dalam penelitian ilmiah. Keistimewaan lain yang dimiliki agama Islam adalah bahwa Islam bukan sekadar ajaran teoretis yang bisu yang berjalan tanpa wawasan dan di pinggir kehidupan, melainkan ia menyeru kepada sistem aplikatif yang mewarnai kehidupan manusia, dan hukum-hukum Islam bukanlah ajaran-ajaran yang memaksa yang membatasi kebebasan-kebebasan pribadi, tetapi merupakan bimbingan dan arahan yang menuntun kepada kebebasan individual yang teratur.

Seiring berjalannya tahun-tahun saya semakin yakin dengan bukti-bukti yang terungkap bagi saya bahwa Islam menempuh jalan terbaik dalam menyelaraskan kepribadian individu dengan kepribadian masyarakat dan menghubungkan keduanya dengan ikatan yang kuat dan kokoh.

Islam adalah agama kelurusan dan toleransi, ia senantiasa menyeru kepada kebaikan, mendorong kepadanya dan meninggikan derajatnya dalam segala keadaan dan kesempatan.

Dikutip dari:

PERJALANAN IMAN BERSAMA PRIA DAN WANITA YANG MASUK ISLAM

رحلة إيمانية مع رجال ونساء أسلموا

Disusun oleh:

Abdul Rahman Mahmoud

Terjemah:

Muhamad Abid Hadlori, S.Ag.,Lc

Artikel Terjkait

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova
Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss
Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil
Kisah Mualaf: Profesor Universitas Amerika Muhammad Akoya
Kisah Mualaf: Profesor Matematika Universitas Amerika Jeffrey Lang
Kisah Mualaf: Lord Jalal al-Din Branton
Kisah Mualaf: Ilmuwan Inggris Arthur Allison
Kisah Mualaf: Penulis Amerika Kolonel Donald Rockwell
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Artikel Terjkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Senin, 25 Mei 2026 - 05:35 WIB

Kisah Mualaf: Profesor Matematika Universitas Amerika Jeffrey Lang

Senin, 25 Mei 2026 - 05:26 WIB

Kisah Mualaf: Lord Jalal al-Din Branton

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB