Kisah Mualaf: Pemikir Inggris Martin Lings

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ia beragama Kristen seperti keluarganya yang tidak mengetahui tentang agama kecuali bahwa mereka Kristen secara turun-temurun.. Demikianlah ia tumbuh dengan jiwa yang kosong dari akidah apapun yang ia imani dengan sebenar-benar iman.. Namun ciri-ciri kematangan intelektualnya mulai terlihat jelas setelah memperoleh gelar A-B dalam Sastra Inggris dimana ia mempelajari sastra Inggris di Universitas Oxford Inggris.. Ia mulai meneliti dalam buku-buku warisan tentang agama-agama yang tersebar di dunia untuk membaca semuanya, maka Islam menghentikan langkahnya sebagai syariat yang memiliki manhaj yang sesuai dengan logika dan akal, serta adab yang disukai jiwa dan hati nurani, sehingga ia merasakan saat itu bahwa ia telah menemukan dirinya dengan agama yang sesuai dengan fitrah manusia, dimana ia mengungkapkan hal itu dengan berkata:

“Saya menemukan dalam Islam diriku yang hilang sepanjang hidup saya, dan saya merasakan saat itu bahwa saya manusia untuk pertama kalinya, karena ia adalah agama yang mengembalikan manusia kepada tabiatnya dimana sesuai dengan fitrah manusia”.

Kemudian ia melanjutkan – dan senyuman menerangi wajahnya: “Allah menghendaki saya menjadi Muslim, dan ketika Allah menghendaki maka tidak ada yang dapat menolak keputusan-Nya.. Dan inilah alasan keislaman saya pertama-tama dan sebelum segala sesuatu”.

Ia menyebutkan bahwa ia menyatakan keislamannya di tangan seorang syaikh Aljazair bernama Syaikh “Ahmad Al-Alawi”, yang ia temui di Swiss dimana ia bekerja sebagai guru, setelah itu ia mengubah namanya dari “Martin Lings” menjadi “Abu Bakar Siraj al-Din”.

Lalu apa..? Apakah ada sebab atau dorongan lain di balik pemelukan Islamnya?.. Ia menggeleng dan menjawab: Ya.. Yang mempengaruhi saya dan membuat saya tertarik pada Islam adalah buku-buku pengarang besar yang seperti saya memeluk Islam dan menjadi salah satu puncak para sufi, yaitu Syaikh “Abdul Wahid Yahya”.. Saya terpengaruh oleh buku-bukunya yang ia karang tentang Islam, sampai-sampai saya tidak pernah membaca buku-buku sebelumnya yang seperti keagungan buku-bukunya, yang mendorong saya untuk berusaha menemui orang yang menjadi sebab keislaman saya, maka saya datang ke Mesir dimana ia tinggal saat itu”.

Kemudian ia menambahkan: “Saya sangat banyak belajar darinya.. Ia benar-benar seorang alim yang mengamalkan ilmunya.. Dan yang paling banyak saya pelajari darinya adalah zuhud di dunia dan itulah yang kalian sebut ‘tasawuf’”.

Apakah Anda seorang sufi? Sebuah pertanyaan diajukan kepadanya untuk ia jawab dengan berkata: “Ya.. Tetapi pemahaman saya tentang tasawuf adalah bahwa ia bukanlah pengasingan dari dunia, melainkan mengambil sebab-sebab kehidupan secara lahir, dan berpaling darinya dengan hati”.

Kemudian ia terdiam sejenak untuk kemudian menjelaskan maksudnya: “Sesungguhnya Rasul Muhammad (saw) merangkum makna tasawuf seluruhnya dalam hadits mulianya: (Jadilah di dunia seperti orang asing atau seperti musafir) .. atau yang ia katakan dalam hadits mulia lainnya: (…Sesungguhnya aku dan dunia seperti penunggang yang berteduh di bawah pohon kemudian pergi dan meninggalkannya) .. Inilah konsep tasawuf yang saya pelajari dari Syaikh Abdul Wahid Yahya”.

Tetapi ke mana tasawuf membawa Anda?.. Pertanyaan lain diajukan kepadanya untuk segera ia jawab dengan penuh semangat orang yang yakin dengan iman:

“Kepada penghambaan yang murni kepada Allah”. Inilah pemikir Inggris Muslim Dr. “Abu Bakar Siraj al-Din” yang dahulu beragama selain Islam, kemudian Allah membimbingnya kepada hanifiyah yang toleran, sehingga ia memeluk Islam atas dasar keyakinan penuh.. kemudian imannya mengangkatnya sehingga ia zuhud di dunia, dan menjadi seorang sufi di tengah masyarakat yang bergejolak dengan fitnah dan godaan kenikmatan.. dan ia mengkhususkan diri untuk dakwah kepada Allah di negerinya, didorong oleh iman yang mendalam bahwa masa depan adalah untuk Islam yang merupakan agama haq yang diutus untuk seluruh pelosok bumi.

Dikutip dari:

PERJALANAN IMAN BERSAMA PRIA DAN WANITA YANG MASUK ISLAM

رحلة إيمانية مع رجال ونساء أسلموا

Disusun oleh:

Abdul Rahman Mahmoud

Terjemah:

Muhamad Abid Hadlori, S.Ag.,Lc.

Artikel Terjkait

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova
Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss
Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil
Kisah Mualaf: Profesor Universitas Amerika Muhammad Akoya
Kisah Mualaf: Profesor Matematika Universitas Amerika Jeffrey Lang
Kisah Mualaf: Lord Jalal al-Din Branton
Kisah Mualaf: Ilmuwan Inggris Arthur Allison
Kisah Mualaf: Penulis Amerika Kolonel Donald Rockwell
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Artikel Terjkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Senin, 25 Mei 2026 - 05:35 WIB

Kisah Mualaf: Profesor Matematika Universitas Amerika Jeffrey Lang

Senin, 25 Mei 2026 - 05:26 WIB

Kisah Mualaf: Lord Jalal al-Din Branton

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB