Hati Manusia Memiliki Sifat Seperti Logam

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abu ad-Darda berkata,

«إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ جِلَاءً، وَإِنَّ جِلَاءَ الْقُلُوبِ ذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ.»

“Sesungguhnya segala sesuatu itu memiliki alat pembersih (pengkilap), dan sesungguhnya alat pembersih hati adalah zikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”
(Syu’abul Iman karya al-Baihaqi, no. 520)

📝 Penjelasan Singkat

Abu ad-Darda menjelaskan sebuah hukum alam ruhani:

Sebagaimana besi atau cermin akan buram dan berkarat jika dibiarkan terkena udara dan kotoran, hati manusia pun akan mengalami “pengaratan” akibat paparan dosa, syahwat, dan kelalaian duniawi.
Kata “Jilaa” merujuk pada proses menggosok atau mengkilapkan sesuatu yang kusam agar kembali bersinar. Beliau menegaskan bahwa satu-satunya instrumen yang mampu melakukan “abrasi” atau pengikisan karat-karat batin tersebut hingga hati kembali bening adalah zikir kepada Allah.

💡 Pelajaran Penting (Fawaid)

01. Sifat Alami Hati

Hati manusia tidak statis; ia bisa kotor dan kehilangan daya pantul cahayanya. Menyadari bahwa hati bisa “berkarat” adalah langkah awal menuju perbaikan.

02. Fungsi Restoratif Zikir

Zikir bukan sekadar menambah pahala, tapi berfungsi sebagai agen pembersih yang mengembalikan fitrah hati ke kondisi aslinya yang jernih.

03. Konsistensi Perawatan

Karena kotoran dunia datang setiap saat, maka proses “mengkilapkan” (zikir) pun harus dilakukan secara berkelanjutan agar karat tidak menumpuk dan membatu.

04. Kualitas Refleksi

Hati yang bersih (telah dikilapkan) akan mampu memantulkan cahaya kebenaran dengan lebih akurat dibandingkan hati yang tertutup karat.

✅ Kesimpulan

Kehidupan dunia secara otomatis akan mengotori cermin hati kita. Tanpa upaya pembersihan yang intensif melalui zikir, hati akan kehilangan fungsinya sebagai pemandu spiritual. Jadikan zikir sebagai aktivitas rutin untuk memelihara kecemerlangan batin agar senantiasa mampu menangkap sinyal-sinyal hidayah.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala

Artikel Terjkait

Keikhlasan dalam Kesendirian
Jiwa itu Sukar Dikendalikan
Sulitnya Meraih Hakekat Iman
RUMPUT TETANGGA LEBIH HIJAU??
ISTIQOMAH: TETESAN KECIL YANG MELEMBUTKAN HATI
Kedekatan dengan Tuhan: Kunci Menuju Kejernihan Pikiran
Resep Langit untuk Hati yang Sakit
Arsitektur Jiwa dan Peta Pergaulan
Berita ini 6 kali dibaca

Artikel Terjkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:39 WIB

Keikhlasan dalam Kesendirian

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:00 WIB

Jiwa itu Sukar Dikendalikan

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:14 WIB

Sulitnya Meraih Hakekat Iman

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:36 WIB

Hati Manusia Memiliki Sifat Seperti Logam

Kamis, 16 April 2026 - 06:36 WIB

RUMPUT TETANGGA LEBIH HIJAU??

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB