Hendaknya orang yang ditimpa cobaan, apa pun itu, agar ia tahu bahwa musibah-musibah tersebut sejatinya adalah penggugur dosanya. Karena seperti yang Rasul sabdakan,
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidak ada yang menimpa seorang Muslim; baik itu rasa lelah, sakit, kegalauan, tidak pula kesedihan, gangguan, tidak pula kegundahan, sampai pun duri yang menusuknya, melainkan dengan hal itu Allah gugurkan kesalahan-kesalahannya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Dengan bersabar dan mengharap pahala dari Allah, seseorang akan bisa menggapai kedudukan orang-orang bersabar; yaitu kedudukan tinggi yang Allah terangkan dalam firman-Nya (yang artinya):
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (Qs. Al-Baqarah: 155-156)
📚 (Syaikh Utsaimin, “Fatawa Nur Ala ad-Darb”, 12/699)
Sumber: Saluran WhatsApp Dakwah Al-Sofwa








