Mudik… bukan sekadar pulang kampung.
Ia adalah perjalanan hati: dari lelah menuju hangat, dari jauh menuju dekat, dari rindu menuju temu.
Tapi hati-hati…
Banyak orang pulang membawa badan, tapi lupa membawa iman.
Banyak yang sampai kampung, tapi kehilangan keberkahan di perjalanan.
Agar mudik kita bernilai ibadah, perhatikan beberapa hal berikut :
1. Luruskan niat karena Allah
Mudik bukan hanya tradisi, tapi bisa jadi ibadah jika diniatkan :
* Silaturahmi
* Berbakti kepada orang tua
* Menyambung hubungan keluarga
Rasulullah ﷺ bersabda:
“إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ”
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari no. 1, Muslim no. 1907)
2. Jaga Shalat 5 Waktu selama perjalanan
Jangan sampai sibuk di jalan, tapi lalai dari kewajiban.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا﴾
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.”
(QS. An-Nisa: 103)
Kalau safar :
* Boleh jamak & qashar
* Tapi tidak boleh meninggalkan shalat
3. Jaga akhlak selama perjalanan
Macet, lelah, panas… itu ujian, tapi jangan sampai :
* Marah-marah di jalan
* Klakson sembarangan
* Emosi saat berkendara
Rasulullah ﷺ bersabda:
“لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ”
“Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tapi yang mampu menahan amarahnya.”
(HR. Bukhari no. 6114, Muslim no. 2609)
4. Hindari maksiat di perjalanan
Hati-hati dengan :
* Musik yang melalaikan
* Pandangan yang haram
* Obrolan sia-sia
Jangan sampai perjalanan yang panjang malah jadi ladang dosa.
5. Perbanyak doa safar
Di antara do’a yang bisa kita ucapkan :
“سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ”
“Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami.”
(QS. Az-Zukhruf: 13–14)
Mudik itu pasti capek…
Tapi jangan sampai capeknya sia-sia.
Pulangkan badan ke kampung,
dan pulangkan juga hati kepada Allah.
Mudik yang benar bukan sekadar sampai tujuan…
tapi sampai dalam keadaan lebih dekat kepada Allah…
Penulis : Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I







