Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Satu malam yang nilainya lebih dari 83 tahun ibadah.
Karena itu para ulama menegaskan :
Siapa yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar, maka harus bersungguh-sungguh menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Di antara kiat penting untuk meraihnya adalah:
1. Bersungguh-sungguh menghidupkan malam (Qiyamul Lail)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”
“Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari no. 1901, Muslim no. 760)
2. Menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir
Rasulullah ﷺ tidak hanya beribadah pada satu malam saja.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ”
“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.”
(HR. Bukhari no. 2024, Muslim no. 1174)
3. I’tikaf di masjid
I’tikaf termasuk sunnah yang sangat ditekankan pada sepuluh malam terakhir.
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ”
“Rasulullah ﷺ selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau.”
(HR. Bukhari no. 2026, Muslim no. 1172)
Para ulama menjelaskan bahwa i’tikaf membantu seorang hamba memfokuskan diri pada ibadah, menjauhkan diri dari kesibukan dunia, sehingga lebih mudah meraih Lailatul Qadar.
4. Memperbanyak doa
Doa terbaik pada malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Nabi ﷺ kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي”
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. Tirmidzi no. 3513, dinilai shahih)
5. Memperbanyak amal shalih
Seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ﴾
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam yang penuh keberkahan.”
(QS. Ad-Dukhan: 3)
Para ulama menjelaskan:
Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar bukan yang menebak malamnya, tetapi yang bersungguh-sungguh menghidupkan malam-malamnya.
Jangan hanya menunggu malam ke-27 saja.
Hidupkan seluruh sepuluh malam terakhir.
Boleh jadi malam yang kita kira biasa, justru itulah Lailatul Qadar.
Semoga Allah mempertemukan kita dengan malam yang agung ini dan menerima amal ibadah kita.
Ya Allah, pertemukan kami dengan Lailatul Qadar dan beri kami taufik untuk menghidupkannya dengan iman dan penuh harap kepada-Mu…
Amin.
Penulis : Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I







