Serial Fikih Puasa (Edisi 13) : Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ramadhan hampir mencapai penghujungnya.
Di sepuluh malam terakhir, hati orang-orang beriman semakin hidup.

Ada satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Satu malam yang bisa mengubah perjalanan hidup seorang hamba.
Itulah Lailatul Qadar.

Namun sebuah pertanyaan sering muncul:
kapan sebenarnya Lailatul Qadar terjadi?

Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar tidak ditentukan pada satu malam yang pasti, namun dicari pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama malam-malam ganjil.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ”

“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.”
(HR. Bukhari no. 2017, Muslim no. 1169)

Karena itu para ulama menyebutkan malam yang paling diharapkan adalah :

Malam 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Sebagian sahabat seperti Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berpendapat bahwa malam ke-27 sangat kuat kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar, namun pendapat yang lebih kuat adalah ia berpindah-pindah di malam-malam ganjil.

Karena itulah Nabi ﷺ menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir, tidak hanya satu malam saja.

Dalam hadits disebutkan:

“كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ”

“Jika telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.”
(HR. Bukhari no. 2024, Muslim no. 1174)

✨ Hikmah yang terlupakan :
Di sebagian negeri atau ormas Islam, awal Ramadhan terkadang berbeda satu hari karena perbedaan metode penetapan hilal.

Namun di balik perbedaan itu terdapat hikmah yang indah.
Karena perbedaan tersebut, malam-malam ganjil Ramadhan juga menjadi berbeda bagi sebagian kaum muslimin.

Akibatnya, hampir setiap malam di sepuluh malam terakhir selalu ada kaum muslimin di berbagai tempat yang menghidupkannya dengan qiyamul lail, doa, dan istighfar.

Seakan-akan malam-malam akhir Ramadhan tidak pernah sepi dari ibadah di muka bumi ini.

Inilah salah satu bentuk rahmat Allah, agar Lailatul Qadar selalu disambut oleh hamba-hamba-Nya yang beribadah di berbagai penjuru dunia.

✨ Intinya :
Orang yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar tidak hanya menunggu satu malam, tetapi menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir.

Karena bisa jadi malam kemuliaan itu datang pada malam yang tidak kita duga.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menerima seluruh amal ibadah kita.

Amin.

Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I

Sumber: Saluran Whatsapp : Agus Dwiyanto Nugroho

Artikel Terjkait

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK
Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr
TUNTUNAN QURBAN
MENYAMBUT AMPUNAN DI BULAN DZULHIJJAH
Keutamaan Ibadah Haji & Umrah
AWALNYA HANYA DIINTIP, AKHIRNYA DICINTAI…
DIINTIP BANGSA JIN, MAU??
Perbanyaklah Shalawat di Hari Jum’at!
Berita ini 23 kali dibaca
Tag :

Artikel Terjkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:35 WIB

Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:21 WIB

TUNTUNAN QURBAN

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:38 WIB

MENYAMBUT AMPUNAN DI BULAN DZULHIJJAH

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:31 WIB

Keutamaan Ibadah Haji & Umrah

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB