Serial Fikih Puasa (Edisi 8) : Fenomena Gerhana di Bulan Ramadhan

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malam ini bulan akan meredup. Bumi berada di antara matahari dan bulan, lalu cahaya itu tertutup sementara. Secara sains, ia peristiwa yang terukur. Namun bagi seorang mukmin, gerhana adalah ayat kauniyyah — tanda kebesaran Allah yang menggugah kesadaran.

Ramadhan telah mendidik jiwa kita untuk lebih peka. Maka ketika gerhana hadir di bulan suci ini, ia bukan sekadar fenomena langit, tetapi panggilan untuk kembali tunduk.

Allah Ta’ala berfirman :

﴿ وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۖ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ ﴾

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam dan siang, matahari dan bulan. Janganlah kalian sujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi sujudlah kepada Allah yang menciptakannya.”
(QS. Fushshilat: 37)

Ayat ini menuntun arah hati: ketika langit berubah, sujudlah kepada Penciptanya.

Rasulullah ﷺ bersabda :

“ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ ”

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihatnya, maka shalatlah dan berdoalah kepada Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Gerhana bukan mitos, bukan pertanda nasib. Ia adalah pengingat bahwa alam tunduk sepenuhnya pada ketetapan Allah. Dan manusia seharusnya lebih tunduk daripada benda langit.

Di bulan Ramadhan ini, mungkin Allah ingin melembutkan hati kita dengan dua cara sekaligus: puasa yang menahan diri, dan gerhana yang menggetarkan jiwa.

Malam ini, jangan hanya menatap langit. Mari melakukan Shalat Gerhana, angkat tangan, perbanyak doa, dan perbaharui taubat. Bisa jadi satu momen khusyuk di saat Shalat Gerhana menjadi sebab perubahan hidup kita.

Semoga Allah menambah iman kita dan menerima seluruh amal Ramadhan ini.

Aamiin.

 

Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I

Sumber: Saluran Whatsapp : Agus Dwiyanto Nugroho

Artikel Terjkait

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK
Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr
TUNTUNAN QURBAN
MENYAMBUT AMPUNAN DI BULAN DZULHIJJAH
Keutamaan Ibadah Haji & Umrah
AWALNYA HANYA DIINTIP, AKHIRNYA DICINTAI…
DIINTIP BANGSA JIN, MAU??
Perbanyaklah Shalawat di Hari Jum’at!
Berita ini 21 kali dibaca

Artikel Terjkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:35 WIB

Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:21 WIB

TUNTUNAN QURBAN

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:38 WIB

MENYAMBUT AMPUNAN DI BULAN DZULHIJJAH

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:31 WIB

Keutamaan Ibadah Haji & Umrah

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB