Serial Fikih Puasa (Edisi 7) : Menghidupkan Ramadhan dengan Shalat Malam

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puasa bukan hanya kuat di siang hari. Ramadhan menjadi sempurna ketika malamnya ikut hidup.

Banyak yang sanggup menahan lapar, tapi tidak semua sanggup berdiri lama di hadapan Allah. Padahal kemuliaan Ramadhan ada pada qiyamnya.

Di antara sunnah yang sangat ditekankan adalah :

Menghidupkan Malam Ramadhan (Qiyam)

Rasulullah ﷺ bersabda :

“مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”

“Barangsiapa menghidupkan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Sahih al-Bukhari no. 37; Sahih Muslim no. 759)

Qiyam bukan sekadar rutinitas.
Ia adalah tanda iman dan harapan akan ampunan.

Shalat dengan Tuma’ninah

Shalat malam tidak boleh tergesa-gesa hingga hilang ketenangan dalam ruku’ dan sujud.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada seorang yang shalatnya terlalu cepat :

“ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ”

“Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat.”
(HR. Sahih al-Bukhari no. 757; Sahih Muslim no. 397)

Para ulama menjelaskan bahwa tuma’ninah adalah rukun shalat. Tanpanya, shalat bisa tidak sah.

Menghadirkan Hati dalam Tarawih

Allah Ta’ala berfirman:

﴿ قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ﴾

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) mereka yang khusyuk dalam shalatnya.”
(QS. Al-Mu’minun: 1-2)

Tarawih bukan perlombaan cepat atau banyak rakaat.
Ia adalah momen berdiri dengan hati yang tunduk.

Ya Allah, hidupkan malam-malam Ramadhan kami dengan qiyam yang khusyuk, shalat yang penuh tuma’ninah, dan hati yang selalu kembali kepada-Mu.

Aamiin.

 

Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I

Sumber: Saluran Whatsapp : Agus Dwiyanto Nugroho

Artikel Terjkait

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK
Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr
TUNTUNAN QURBAN
MENYAMBUT AMPUNAN DI BULAN DZULHIJJAH
Keutamaan Ibadah Haji & Umrah
AWALNYA HANYA DIINTIP, AKHIRNYA DICINTAI…
DIINTIP BANGSA JIN, MAU??
Perbanyaklah Shalawat di Hari Jum’at!
Berita ini 28 kali dibaca

Artikel Terjkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:35 WIB

Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:21 WIB

TUNTUNAN QURBAN

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:38 WIB

MENYAMBUT AMPUNAN DI BULAN DZULHIJJAH

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:31 WIB

Keutamaan Ibadah Haji & Umrah

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB