قَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ: «وَالْأَنْسُ بِاللَّهِ: حَالَةٌ وُجْدَانِيَّةٌ. وَهِيَ مِنْ مَقَامَاتِ الْإِحْسَانِ، تَقُوى بِثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: دَوَامُ الذِّكْرِ، وَصِدْقُ الْمَحَبَّةِ، وَإِحْسَانُ الْعَمَلِ. وَقُوَّةُ الْأَنْسِ وَضَعْفُهُ: عَلَىٰ حَسَبِ قُوَّةِ الْقُرْبِ. فَكُلَّمَا كَانَ الْقَلْبُ مِنْ رَبِّهِ أَقْرَبَ، كَانَ أَنْسُهُ بِهِ أَقْوَىٰ. وَكُلَّمَا كَانَ مِنْهُ أَبْعَدَ، كَانَتِ الْوَحْشَةُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ رَبِّهِ أَشَد»
Ibnul Qayyim berkata: “Keakraban dengan Allah adalah keadaan wujudani (rasa batin). Ia termasuk maqam ihsan, yang diperkuat dengan tiga hal: keberlangsungan dzikrullah, keikhlasan cinta, dan kebaikan amal. Kekuatan dan kelemahan keakraban itu tergantung pada kekuatan kedekatan (dengan-Nya). Maka semakin dekat hati seseorang dengan Tuhannya, semakin kuat keakrabannya dengan-Nya. Dan semakin jauh ia darinya, semakin dahsyat kesepian antara dia dan Tuhannya.” (Madarij as-Salikin 3/95)
Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa Al-Unsu (rasa akrab/nyaman) kepada Allah adalah puncak dari rasa tenang. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan merasa kesepian meski sendirian, karena hatinya “ramai” dengan kehadiran Allah. Sebaliknya, orang yang jauh dari Allah akan merasakan Al-Wahsyah (kerisauan/kesepian yang mencekam) meskipun ia berada di tengah keramaian manusia. Perasaan ini bukan sekadar teori, melainkan rasa batin yang nyata yang tumbuh dari kedekatan hubungan.
Faedah Penting
1. Tiga Pilar Kedekatan
Ibnu Qayyim memberikan “resep” praktis untuk meraih kenyamanan batin, yaitu:
Dzikrullah: Lisan dan hati yang terus tersambung dengan mengingat-Nya.
Cinta yang Jujur: Bukan sekadar ucapan, tapi cinta yang menggerakkan hati.
Amal yang Ihsan: Melakukan kebaikan dengan standar kualitas terbaik.
2. Korelasi Jarak dan Rasa
Perasaan kita adalah indikator jarak kita dengan Allah. Jika kita merasa gelisah tanpa sebab yang jelas, bisa jadi itu adalah “sinyal” bahwa hati sedang menjauh dari Sang Pencipta.
3. Obat Kesepian Hakiki
Hiburan duniawi hanya menunda rasa sepi, namun hanya keakraban dengan Allah yang benar-benar bisa mencabut akar kesepian di dalam jiwa.
4. Pencapaian Maqam Ihsan
Merasa akrab dengan Allah adalah bagian dari Ihsan (beribadah seakan-akan melihat Allah), yang merupakan derajat tertinggi dalam beragama.
Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala







