Memperbaiki Diri Sebelum Menilai Orang Lain

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

قَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ رحمه الله:
“طُوبَى لِمَنْ شَغَلَهُ عَيْبُهُ عَنْ عُيُوبِ النَّاسِ، وَوَيْلٌ لِمَنْ نَسِيَ عَيْبَهُ وَتَفَرَّغَ لِعُيُوبِ النَّاسِ. فَالْأَوَّلُ عَلَامَةُ السَّعَادَةِ، وَالثَّانِي عَلَامَةُ الشَّقَاوَةِ.”

Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata:
Beruntunglah bagi siapa yang disibukkan oleh aibnya sendiri sehingga ia tidak sempat (mengurusi) aib orang lain. Dan celakalah bagi siapa yang melupakan aibnya sendiri namun justru meluangkan waktu untuk mencari-cari aib orang lain. Yang pertama adalah tanda kebahagiaan, sedangkan yang kedua adalah tanda kesengsaraan.” (Thariq al-Hijratain, 1/172)

Ibnu Al-Qayyim memberikan sebuah parameter kebahagiaan yang sangat praktis. Seseorang yang fokus pada kekurangan dirinya sendiri akan memiliki kerendahan hati (tawadhu) dan terus berusaha memperbaiki diri (proses tazkiyatun nafs). Sebaliknya, orang yang sibuk dengan kesalahan orang lain biasanya merasa lebih baik (ujub) dan hatinya dipenuhi dengan kedengkian atau penyakit hati lainnya.
Istilah “Thuba” dalam teks tersebut tidak hanya berarti beruntung, tapi juga merujuk pada kebaikan yang melimpah.

Pelajaran dari nasehat

Fokuslah pada Perbaikan Diri
Waktu kita terbatas; gunakanlah untuk menambal kekurangan sendiri daripada menjadi “hakim” bagi dosa orang lain.

Indikator Kesengsaraan Jiwa
Salah satu tanda hati yang sakit adalah ketika seseorang merasa puas dengan dirinya (merasa suci) sehingga yang terlihat di matanya hanyalah noda di baju orang lain.

Ketenangan Pikiran
Orang yang tidak sibuk dengan urusan orang lain akan hidup lebih tenang, karena ia terhindar dari penyakit ghibah dan prasangka buruk.

Keadilan dalam Menilai
Sebelum lisan mengomentari kekurangan kawan atau saudara, hendaknya hati mengingat kembali tumpukan kesalahan kita yang mungkin masih ditutupi oleh Allah.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala

Artikel Terjkait

Keikhlasan dalam Kesendirian
Jiwa itu Sukar Dikendalikan
Sulitnya Meraih Hakekat Iman
MEREKA DATANG UNTUK BELAJAR, BUKAN TERLUKA
Hati Manusia Memiliki Sifat Seperti Logam
Musibah Penggugur Dosa
RUMPUT TETANGGA LEBIH HIJAU??
Merangkul yang Terjatuh: Adab Terhadap Pelaku Dosa
Berita ini 38 kali dibaca

Artikel Terjkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:39 WIB

Keikhlasan dalam Kesendirian

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:00 WIB

Jiwa itu Sukar Dikendalikan

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:14 WIB

Sulitnya Meraih Hakekat Iman

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:43 WIB

MEREKA DATANG UNTUK BELAJAR, BUKAN TERLUKA

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:36 WIB

Hati Manusia Memiliki Sifat Seperti Logam

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB