Ilmu: Mahkota Kehormatan dalam Pergulatan Zaman

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hisyam bin Urwah berkata bahwa Ayahku pernah berkata:

(( إِنَّا كُنَّا أَصَاغِرَ قَوْمٍ ثُمَّ نَحْنُ الْيَوْمَ كِبَارٌ، وَإِنَّكُمْ الْيَوْمَ أَصَاغِرُ وَسَتَكُونُونَ كِبَارًا، فَتَعَلَّمُوا الْعِلْمَ تَسُودُوا بِهِ قَوْمَكُمْ وَيَحْتَاجُونَ إِلَيْكُمْ ))

“Dahulu kami adalah orang-orang kecil (yang tidak dianggap), lalu hari ini kami menjadi orang-orang besar. Dan hari ini kalian adalah orang-orang kecil, dan suatu saat nanti kalian akan menjadi orang-orang besar. Maka, pelajarilah ilmu agar kalian bisa memimpin kaum kalian dan mereka akan membutuhkan kalian.”

(Al-Faqih wa Al-Mutafaqqih oleh Al-Khathib Al-Baghdadi 2/178)

Pesan dari Urwah bin Az-Zubair ini merupakan motivasi yang sangat mendalam bagi para penuntut ilmu. butir-butir faedahnya:
1. Kehidupan adalah Perputaran Roda (Siklus)
Urwah menyadari bahwa posisi sosial tidaklah statis. Yang hari ini berada di posisi “kecil” (anak-anak atau orang yang belum dikenal), suatu saat akan memikul tanggung jawab besar. Beliau mengingatkan agar generasi muda bersiap menghadapi pergantian tongkat estafet kepemimpinan.
2. Ilmu sebagai Penentu Derajat (Sovereignty)
Kalimat “Pelajarilah ilmu agar kalian bisa memimpin” menunjukkan bahwa kepemimpinan yang hakiki dalam Islam bukanlah didasarkan pada kekayaan atau keturunan semata, melainkan pada kapasitas ilmu. Ilmu adalah alat “politik” yang paling bersih untuk meraih pengaruh dan kemanfaatan.
3. Menjadi Pribadi yang Dibutuhkan
Urwah menekankan pentingnya menjadi individu yang memiliki nilai tawar tinggi (value). Ketika seseorang memiliki ilmu, masyarakat akan datang kepadanya untuk mencari solusi, nasihat, dan arahan. Inilah makna “mereka akan membutuhkan kalian”.
4. Persiapan Sejak Dini
Pesan ini mengandung dorongan untuk memanfaatkan masa muda (saat masih “kecil”). Masa muda adalah waktu terbaik untuk menabung pengetahuan, agar saat masa tua tiba dan tanggung jawab datang, seseorang sudah memiliki “modal” yang cukup untuk memimpin.
5. Kerendahan Hati (Tawadhu)
Dengan mengatakan “Dahulu kami adalah orang kecil”, Urwah mengajarkan sifat rendah hati. Beliau mengakui bahwa kebesaran yang ia raih saat itu bukanlah pemberian cuma-cuma, melainkan hasil dari proses belajar dan perjuangan di masa lalu.

Kesimpulan untuk Kita
Nasehat ini adalah pengingat bahwa masa depan ditentukan oleh apa yang kita pelajari hari ini. Jangan merasa kecil hati karena kondisi sekarang, karena ilmu adalah “tangga” yang bisa membawa siapapun dari lembah ketidaktahuan menuju puncak kemuliaan yang bermanfaat bagi orang banyak’

Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala

Artikel Terjkait

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan
Hati-hati dari Pelemah Tekad
KepadaNya Mengadukan Kerasnya Hati
Pengaruh Interaksi manusia dengan al Quran
Duhai Nafsu, Sampai Kapan?!
Tiga Ujian Harta: Antara Sumber, Hak, dan Pengeluaran
Bahagia karena Taat: Ekspresi Syukur Seorang Hamba
Antara Janji dan Ancaman: Samudra Ampunan Tuhan
Berita ini 23 kali dibaca

Artikel Terjkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:32 WIB

Hati-hati dari Pelemah Tekad

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:12 WIB

KepadaNya Mengadukan Kerasnya Hati

Rabu, 29 April 2026 - 10:11 WIB

Pengaruh Interaksi manusia dengan al Quran

Senin, 27 April 2026 - 14:37 WIB

Duhai Nafsu, Sampai Kapan?!

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB