๐
ยซููุงููุจูุตููุฑู ุงูุตููุงุฏููู: ููุถูุฑูุจู ููู ููููู ุบููููู
ูุฉู ุจูุณูููู
ูุ ููููุนูุงุดูุฑู ููููู ุทูุงุฆูููุฉู ุนูููู ุฃูุญูุณููู ู
ูุง ู
ูุนูููุง. ููููุง ููุชูุญููููุฒู ุฅูููู ุทูุงุฆูููุฉูุ ููููููุฃูู ุนููู ุงููุฃูุฎูุฑูู ุจูุงููููููููููุฉู: ุฃููู ููุง ููููููู ู
ูุนูููุง ุดูููุกู ู
ููู ุงููุญูููู. ููููุฐููู ุทูุฑููููุฉู ุงูุตููุงุฏูููููู. ููุฏูุนูููู ุงููุฌูุงูููููููุฉู ููุงู
ูููุฉู ููู ุงูููููููุณู.ยป
“Seorang yang berwawasan luas (bashir) lagi jujur (shadiq) akan mengambil bagian dari setiap ‘rampasan perang’ (kebaikan) yang ada. Ia bergaul dengan setiap kelompok berdasarkan kebaikan terbaik yang mereka miliki. Ia tidak memihak (fanatik) kepada satu kelompok saja dan menjauhi kelompok lain secara total, seolah-olah kelompok lain itu tidak memiliki kebenaran sedikit pun. Inilah jalan orang-orang yang jujur. Sedangkan seruan jahiliyah (fanatisme buta) itu sebenarnya terpendam di dalam jiwa-jiwa manusia.”
(Madarij as-Salikin, 2/350)
๐ Penjelasan Singkat
Ibnu al-Qayyim mengajarkan konsep Objektivitas Spiritual. Beliau menjelaskan bahwa kebenaran sering kali tersebar di berbagai kelompok. Seseorang yang memiliki mata batin tajam (Bashir) tidak akan terpenjara oleh label atau kelompok tertentu.
Ia akan bersikap seperti “lebah” yang mengambil nektar terbaik dari bunga mana pun. Sebaliknya, sikap menolak suatu kelompok secara total (seolah mereka 100% salah) adalah bentuk Jahiliyah Modernโyaitu fanatisme golongan yang hanya melihat kebenaran pada lingkaran sendiri.
๐ก Pelajaran Penting (Fawaid)
Prinsip Inklusivitas Kebenaran:
Mengakui bahwa tidak ada satu kelompok pun (selain Nabi) yang memonopoli seluruh kebenaran. Setiap kelompok pasti memiliki sisi positif yang patut dicontoh.
Menghindari Fanatisme Sektarian:
Memihak secara buta (Tahayyuz) adalah penghalang hidayah. Orang jujur adalah hamba kebenaran, bukan hamba golongan.
Adil dalam Menilai:
Menolak kesalahan sebuah kelompok bukan berarti harus menghapus semua kebaikan mereka. Keadilan menuntut kita mengakui kebaikan musuh sekalipun.
Waspada Penyakit Hati:
Kalimat “Jahiliyah terpendam dalam jiwa” mengingatkan kita bahwa sifat ingin menang sendiri dan merasa paling benar adalah potensi jahiliyah yang harus terus dilawan.
โ Kesimpulan
Jadilah pribadi yang merdeka secara intelektual. Ambilah ilmu, hikmah, dan teladan dari mana saja ia berasal selama benar, dan bergaullah dengan manusia berdasarkan sisi terbaik mereka. Kesetiaan tertinggi seorang mukmin adalah kepada kebenaran, bukan kepada bendera kelompok tertentu.
Jumat : 28 dzulqadah 1447 H
Semoga bermanfaat.
Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Taโala








