Ibnu Hibban al-Bustiy rahimahullah berkata,
“Yang wajib atas orang yang berakal adalah melazimi keselamatan dengan meninggalkan tindakan memata-matai aib-aib orang lain dibarengi dengan sibuk memperbaiki aib diri sendiri; karena sesungguhnya barangsiapa sibuk dengan aib-aibnya dari aib-aib orang lain, ia merehatkan badannya dan tidak melelahkan hatinya. Karena setiap kali ia menengok kepada aibnya sendiri akan menjadi remeh hal serupa yang ia lihat pada saudaranya.
Dan, sungguh, barangsiapa menyibukkan dirinya dengan aib-aib orang orang lain daripada aib-aib dirinya sendiri, niscaya hatinya menjadi buta, badannya lelah dan akan merasa repot untuk meninggalkan aib dirinya sendiri.
Dan termasuk manusia yang paling lemah adalah orang yang mencela manusia dengan aib yang ada pada diri mereka. Dan yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mencela manusia dengan aib yang ada pada dirinya. Barang siapa mencela manusia maka mereka akan mencelanya.”
(Raudhatul ‘Uqala, 131)
Sumber: Saluran WhatsApp Dakwah Al-Sofwa








