KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi ﷺ bersabda,

“Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.”

Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?”
Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun.”

Imam Ahmad رحمه الله meriwayatkan dari Ibnu Umar رضي الله عنه, bahwa Nabi ﷺ bersabda,

“Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebaikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.”
(HR. Ahmad)


MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARI’ATKAN

1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Amal ini adalah yang paling utama, berdasarkan berbagai hadist shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain, sabda Nabi ﷺ:

“Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)


2. Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya terutama pada Hari Arafah.

Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya, disebutkan dalam hadist qudsi, artinya:

“Puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya, sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)


3. Takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut.

Sebagaimana firman Allah, Artinya,

“…dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…”
(Al-Hajj: 28)

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak takbir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadist dari Ibnu Umar رضي الله عنه:

“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid.”
(HR. Ahmad)


4. Taubat serta meninggalkan segala maksiat dan dosa, sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat.

Maksiat adalah penyebab terjauhkannya dan terusirnya hamba dari Allah, dan ketaatan adalah penyebab dekat dan kasih Allah kepadanya. Disebutkan dalam hadist dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda,

“Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seseorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya.”
(Hadist Muttafaq ‘Alaih)


5. Banyak beramal shalih,

Berupa ibadah sunnah seperti shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi mungkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bisa dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, bahkan sekalipun jihad merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihadnya orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.


6. Disyari’atkan pada hari-hari itu takbir muthlaq.

Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai sholat Idul Adha. Dan disyari’atkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai sholat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Dzuhur Hari Raya Qurban terus berlangsung hingga sholat Ashar pada akhir hari Tasyriq.


7. Berqurban pada Hari Raya Qurban dan hari-hari Tasyriq.

Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim عليه السلام yakni ketika Allah menebus putranya dengan sembelihan yang agung.


8. Melaksanakan shalat Idul Adha dan mendengarkan khutbahnya.

Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyari’atkan hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti nyanyian, judi, mabok dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebaikan yang dilakukannya selama sepuluh hari.


9. Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Semoga Allah melimpahkan taufiq-Nya dan menujuki kita kepada jalan yang lurus. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Nabi Muhammad.
(Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin رحمه الله)

Sumber: Saluran WhatsApp Dakwah Al-Sofwa

Artikel Terjkait

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK
Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr
TUNTUNAN QURBAN
MENGENAL HARI TARWIYAH: 8 DZULHIJJAH
Seutama-utama Doa, Seutama-utama Sanjungan
RASUL, TUGAS DAN KEKHUSUSANNYA
Gambaran Kesyukuran Terbesar
JANGAN KOSONGKAN RUMAHMU DARI DZIKIR
Berita ini 2 kali dibaca

Artikel Terjkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:35 WIB

Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:21 WIB

TUNTUNAN QURBAN

Senin, 25 Mei 2026 - 05:42 WIB

MENGENAL HARI TARWIYAH: 8 DZULHIJJAH

Senin, 25 Mei 2026 - 04:25 WIB

Seutama-utama Doa, Seutama-utama Sanjungan

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB