Mantan Guru Kekristenan Sri Lanka Aldo Dameris

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Aldo Dameris” adalah salah seorang pendeta yang antusiasmenya terhadap Kekristenan mencapai puncaknya dan termasuk da’i yang tulus untuk Kekristenan di negaranya Sri Lanka. Tugasnya adalah mengajarkan kepada generasi muda akidah Trinitas dan menanamkannya dalam jiwa mereka serta memperdalam dalam hati dan pikiran mereka agar mereka tumbuh sebagai Kristen yang tidak mengenal agama selain Kekristenan. Yang membantunya menguasai pekerjaannya adalah kenyataan bahwa dia salah seorang spesialis dalam ilmu perbandingan agama di samping kualifikasi universitasnya di bidang ekonomi dan perdagangan yang memberinya kesempatan bekerja di Kerajaan Arab Saudi, dari mana dimulai kisah keimanannya terhadap Islam.

“Aldo Dameris” mengira bahwa umat Islam adalah kaum penyembah berhala yang menyembah bulan, dan dugaan ini adalah hasil pemahaman yang salah karena penelitian Muslim terhadap kemunculan bulan setiap awal bulan qamariyah, karena dia tidak tahu bahwa ini karena kebutuhan mengetahui awal-awal bulan agar mereka dapat melaksanakan kewajiban puasa dan haji pada waktunya… Dan dengan pemahamannya yang dangkal – saat itu – dia percaya bahwa tindakan Muslim seperti ini adalah bentuk penyembahan bulan sebagaimana yang dilakukan penyembah berhala. Yang membantu mengukuhkan pemikiran yang salah ini dalam dirinya adalah tumbuh dalam keluarga Kristen yang fanatik, karena itu masalah keislamannya jauh dari bayangan orang-orang yang mengenalnya, apalagi dari bayangannya sendiri.

Ketika “Aldo” datang ke Kerajaan Arab Saudi, dia terhenti dan tertarik dengan tutupnya toko-toko dan perginya kumpulan Muslim ke masjid ketika muadzin mengumandangkan adzan shalat. Pemandangan ini menariknya dengan apa yang digambarkannya dari makna mendalam dalam jiwa Muslim dan kebanggaan mereka dengan agama mereka… Juga menarik perhatiannya perlakuan baik yang diterimanya, di samping pengetahuannya – akhirnya – bahwa Islam mengajak kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang jika diterapkan akan meliputi dunia dengan cinta dan keadilan, kemudian jiwanya mulai condong untuk mengetahui rahasia agama ini. Ketika perasaan ini menguat dalam dirinya, dia mulai tidak puas dengan bertanya saja, tetapi dia mulai mencari terjemahan makna Al-Qur’an Al-Karim agar dapat menemukan sendiri sisi-sisi kefasihan dan kemukjizatannya… Dan tidak lama kemudian tercapai apa yang dia inginkan ketika menemukannya pada salah seorang temannya yang Muslim lalu dia meminjamnya dengan gembira, dan terus tekun padanya mempelajarinya sampai tiba adzan subuh dan dia mendengar muadzin memanggil untuk shalat, maka matanya berlinang air mata, dan dia tidak bisa tidak bergegas untuk mandi dan shalat sebagaimana dia lihat Muslim lakukan.

“Aldo” harus memahkotai keimanannya dengan membuktikannya secara resmi agar dapat mengunjungi Ka’bah yang mulia dan Masjid Nabawi yang mulia, kemudian dia menuju salah seorang temannya yang Muslim untuk membimbingnya ke jalan pengumuman keislamannya yang terwujud dengan kehadiran hakim syar’i mengumumkan kelahirannya kembali dengan nama “Muhammad Syarif”.

“Muhammad Syarif” tidak puas dengan keislamannya saja, karena dia merasa ada kewajiban yang dituntut darinya untuk ditunaikan yaitu berkontribusi dalam memberi hidayah kepada orang lain, terutama mereka yang dia adalah salah satu sebab mendalamnya Kekristenan dalam jiwa mereka dari keluarga dan murid-muridnya.

Dia berhasil dengan ketekunan dan metode dialognya yang tenang berdasarkan fakta-fakta meyakinkan keluarganya dan banyak kerabatnya bahwa Islam adalah agama yang haq, maka mereka beriman termasuk seorang teman pendeta yang menjadi – setelah islamnya – termasuk orang beriman yang paling tulus terhadap agama Allah, dan dia juga berhasil memberi hidayah kepada murid-muridnya terdahulu, maka sebagian besar mereka masuk Islam.

Yang patut dicatat bahwa studi “Muhammad Syarif” terhadap Kekristenan – sebagaimana dia katakan – adalah sebaik-baik penolong baginya dalam meyakinkan mereka yang Allah beri hidayah, karena dia menjelaskan kepada mereka setelah Allah memberinya hidayah sejauh mana pertentangan yang terjadi dalam Injil-injil tentang hakikat Isa alaihissalam pada saat Al-Qur’an Al-Karim mengambil sikap yang tegas dan jelas tentang hakikat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu, sikap yang dapat diterima akal dan sesuai dengan logika. “Muhammad Syarif” adalah contoh da’i Muslim, di mana dia memanfaatkan pengetahuannya terhadap delapan bahasa dalam dakwah kepada Allah di antara penutur bahasa-bahasa tersebut, dan dia – sebagai da’i – memiliki pandangan dan metode dakwah kepada agama Allah yang patut diperhatikan karena berasal dari pengalaman praktis, di antaranya:

Dia melihat bahwa dakwah Islam masih kekurangan banyak hal, di antaranya sebagai contoh sedikitnya surat-surat dan publikasi yang mengajak manusia kepada agama Allah, sementara tersedia baginya selama bekerja dalam misionaris.

Dia juga melihat bahwa da’i Muslim dituntut untuk menyusup dalam kalangan rakyat di berbagai negara untuk menjelaskan kepada manusia hakikat Islam dan keistimewaannya yang unik, terutama karena persepsi umum di negara-negara non-Islam akibat pengaruh da’i Kekristenan tidak menguntungkan Islam, karenanya tidak logis kita mengajak manusia masuk dalam agama yang informasi mereka tentangnya menyimpang.

Karena itu “Muhammad Syarif” menuntut perlunya mengikuti cara-cara taktis dalam dakwah Islam yang dimulai dengan menjelaskan inti Islam dan bagaimana agama di sisi Allah adalah Islam, dan menjelaskan hakikat Isa alaihissalam sebagai nabi yang diutus dengan kebenaran, dan menerangkan sejauh mana penghormatan Muslim kepadanya sebagai nabi, dan kepada ibunya yang suci yang Islam tempatkan di barisan terdepan wanita surga.

Dia juga menunjukkan kepada bagian penting, yaitu yang menjadi tanggung jawab orang kaya Muslim, dia melihat bahwa kewajiban mengharuskan mereka untuk berinisiatif mencetak terjemahan makna Al-Qur’an Al-Karim dan buku-buku yang membahas inti akidah Islam dan buku-buku lain yang layak untuk dakwah ke berbagai bahasa, karena banyak anak bangsa lain yang rindu mengenal hakikat Islam dan ajarannya, namun penghalang bahasa menjadi batu sandungan di hadapan tercapainya keinginan mereka.

“Muhammad Syarif” mengemukakan suatu kenyataan agar orang kaya Muslim mengetahuinya, dia berkata: “Kegiatan misionaris mendapat dukungan dari orang kaya Kristen, sementara Muslim meletakkan beban kegiatan dakwah di pundak pemerintah dan organisasi serta lembaga yang biasanya sibuk dengan berbagai warna kegiatan.”

Demikianlah kita menemukan diri kita di hadapan sosok yang telah ikhlas dalam memeluk Islam, sampai pada tingkat kecintaannya terhadap dakwah kepadanya dengan memberi wawasan kepada da’i Muslim tentang metode dan kebutuhannya agar memiliki pengaruh yang efektif.

Dikutip dari:

PERJALANAN IMAN BERSAMA PRIA DAN WANITA YANG MASUK ISLAM

رحلة إيمانية مع رجال ونساء أسلموا

Disusun oleh:

Abdul Rahman Mahmoud

Terjemah:

Muhamad Abid Hadlori, S.Ag.,Lc.

Artikel Terjkait

Mantan Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Sedunia untuk Afrika Tengah dan Timur, Ashok Colin Yang
Mantan Pastor Irlandia Menangis di Makam Nabi
Uskup Agung Johannesburg Frederick Dolamark
Pastor Terdahulu Pastor Terbesar Kedua di Ghana
Pastor Terdahulu Muhammad Fuad Al-Hashimi
Dosen Teologi Terdahulu Abdul Ahad Daud
Dosen Teologi Terdahulu Dr. Arthur Milastinus
Misionaris Jerman Terdahulu Jي Misyel
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Artikel Terjkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:28 WIB

Mantan Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Sedunia untuk Afrika Tengah dan Timur, Ashok Colin Yang

Selasa, 28 April 2026 - 16:25 WIB

Mantan Pastor Irlandia Menangis di Makam Nabi

Selasa, 28 April 2026 - 16:21 WIB

Uskup Agung Johannesburg Frederick Dolamark

Selasa, 28 April 2026 - 16:16 WIB

Pastor Terdahulu Pastor Terbesar Kedua di Ghana

Selasa, 28 April 2026 - 16:11 WIB

Pastor Terdahulu Muhammad Fuad Al-Hashimi

Artikel Terbaru

Kisah Mualaf

Mantan Pastor Irlandia Menangis di Makam Nabi

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:25 WIB

Kisah Mualaf

Uskup Agung Johannesburg Frederick Dolamark

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:21 WIB

Kisah Mualaf

Pastor Terdahulu Pastor Terbesar Kedua di Ghana

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:16 WIB

Kisah Mualaf

Pastor Terdahulu Muhammad Fuad Al-Hashimi

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:11 WIB