Saudaraku…
seringkali kita sibuk mengejar dunia yang sementara, harta, pangkat, dan kesenangan yang bisa hilang seketika. Namun ada satu nikmat yang Allah ﷻ titipkan di dalam diri kita, yang nilainya tak terhitung mahal, namun seringkali kita abaikan begitu saja, yaitu kesehatan.
Kesehatan adalah anugerah yang membuat kita bisa menjalankan ibadah, bekerja, dan merawat orang tersayang. Ketika tubuh sehat, kita merasa segala hal mudah dilakukan. Tapi saat sakit, baru kita menyadari betapa berharganya setiap napas yang lega, setiap langkah yang ringan, dan setiap senyum yang tulus.
Allah ﷻ berfirman :
” وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا. ”
“Dan Kami turunkan Al-Qur’an yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan tidak menambah kepada orang-orang zalim melainkan kerugian.” (QS. Al-Isra`: 82).
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kesehatan bukan hanya soal tubuh, tapi juga jiwa. Al-Qur’an sebagai obat bagi hati juga berkontribusi pada kesehatan keseluruhan yang kita miliki.
Selain itu, Rasulullah ﷺ bersabda :
” لاَ يَجِدُ الْمُؤْمِنُ فَضْلًا أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الْعِلْمِ، وَلاَ بَلَاءً أَشَدَّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَرَضِ. ”
“Tidaklah seorang mukmin menjumpai kebaikan yang lebih dicintainya daripada ilmu, dan tidak pula cobaan yang lebih berat baginya daripada penyakit.” (HR. Muslim, Ahmad, dan At-Tirmidzi).
Hadits ini mengajarkan bahwa penyakit adalah cobaan yang berat, sehingga menjaga kesehatan adalah bentuk cinta kepada nikmat Allah ﷻ yang harus kita jaga. Jangan biarkan kita baru menghargai kesehatan ketika sudah mulai merasakan sakit. Jaga pola makan, istirahat yang cukup, olahraga secara teratur, dan jaga kesehatan hati dengan mengingat Allah ﷻ setiap saat. Nikmat kesehatan adalah anugerah yang mahal, jaga dia sebelum terlambat.
Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk selalu menghargai nikmat kesehatan yang Allah ﷻ berikan, dan bisa menggunakannya untuk kebaikan diri, keluarga, dan agama.
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I
Sumber: Saluran Whatsapp : Agus Dwiyanto Nugroho







