Perjalanan hidup jarang sekali lurus dan mulus. Ia sering berliku, naik turun, seperti kendaraan yang harus melewati jalan berkelok-kelok.
Saat kendaraan melewati jalan berkelok, kita tidak memaksa untuk melaju kencang. Kita percaya pada pengemudi dan tetap duduk dengan sabar hingga tujuan tercapai. Begitulah hidup. Jalan yang berliku bukan tanda kita tersesat, tetapi bagian dari rute agar kita sampai dengan selamat. Allah Ta‘ala mendidik hamba-Nya melalui proses, bukan hanya hasil. Di setiap tikungan hidup, ada pelajaran tentang sabar, tawakal, dan keyakinan bahwa Allah tidak pernah salah menentukan jalan.
Allah Ta‘ala berfirman :
﴿لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا﴾
“Untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)
Nabi ﷺ bersabda:
“عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ”
“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya seluruh urusannya adalah kebaikan baginya.” (HR. Muslim, hadits shahih)
Jika hari ini hidup terasa berliku, jangan putus asa. Tetaplah bersabar dan percaya, karena setiap tikungan adalah bagian dari jalan terbaik yang Allah siapkan untuk kita sampai ke tujuan dengan selamat.
Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I
Sumber: Saluran Whatsapp : Agus Dwiyanto Nugroho







