“Menggenggam Dunia, Merindukan Keabadian”

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Utsman bin ‘Affan mengatakan:

إِنَّمَا أَعْطَاكُمُ اللهُ الدُّنْيَا لِتَطْلُبُوا بِهَا الدَّارَ الآخِرَةَ، وَلَمْ يُعْطِكُمُوهَا لِتَرْكَنُوا إِلَيْهَا، فَإِنَّ الدُّنْيَا تَفْنَى وَالآخِرَةَ تَبْقَى
“Sesungguhnya hanyalah Allah Ta‘ala memberikan dunia kepada kalian agar kalian mencari akhirat dengannya. Dia tidak memberikan dunia kepada kalian supaya kalian condong kepadanya. Karena sesungguhnya dunia itu akan sirna, sedangkan akhirat itu kekal abadi.”

📖 Al-Bidāyah wan Nihāyah 7/241

Nasihat Amirul Mukminin Utsman bin Affan ini memiliki makna yang sangat mendalam mengenai visi seorang mukmin terhadap kehidupan dunia.

1. Dunia adalah Alat (Sarana), Bukan Tujuan
Utsman menegaskan bahwa Allah memberikan dunia (harta, jabatan, kesehatan, waktu) sebagai modal. Kata kunci di sini adalah “li-tatlubu” (agar kalian mencari). Dunia ibarat kendaraan atau ladang garapan. Fungsinya adalah untuk mengantarkan manusia menuju tujuan akhir, yaitu akhirat.

2. Larangan untuk Condong (Terkecoh) pada Dunia
Kalimat “supaya kalian condong kepadanya” (dalam bahasa Arab menggunakan kata tarkanu) bermakna bersandar, merasa tenang, dan ridha sepenuhnya dengan dunia. Kholifah Utsman memperingatkan agar hati tidak terikat mati pada dunia.
Seorang mukmin boleh memegang dunia di tangannya, tetapi tidak boleh meletakkannya di dalam hatinya.

3. “Logika Keabadian vs. Kesementaraan
Nasihat ini ditutup dengan alasan yang sangat logis:
Dunia itu Fana (Sirna): Sehebat apapun nikmat dunia, ia memiliki batas waktu dan akan hancur/hilang.
Akhirat itu Baqa (Kekal): Tidak ada ujungnya.
Adalah sebuah kerugian besar jika seseorang menukar sesuatu yang kekal dan abadi demi sesuatu yang pasti akan lenyap.

Inti Pelajaran:
📌 Dunia hanyalah sarana, bukan tujuan. Gunakan ia untuk meraih akhirat yang kekal.

Facebook Comments Box

Artikel Terjkait

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK
Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr
TUNTUNAN QURBAN
MENGENAL HARI TARWIYAH: 8 DZULHIJJAH
Seutama-utama Doa, Seutama-utama Sanjungan
RASUL, TUGAS DAN KEKHUSUSANNYA
Gambaran Kesyukuran Terbesar
JANGAN KOSONGKAN RUMAHMU DARI DZIKIR
Berita ini 24 kali dibaca

Artikel Terjkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:35 WIB

Dua Hari Nan Mulia, Hari Arafah dan Hari Nahr

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:21 WIB

TUNTUNAN QURBAN

Senin, 25 Mei 2026 - 05:42 WIB

MENGENAL HARI TARWIYAH: 8 DZULHIJJAH

Senin, 25 Mei 2026 - 04:25 WIB

Seutama-utama Doa, Seutama-utama Sanjungan

Artikel Terbaru

Fikih

TERUSLAH MEMPERBANYAK DZIKIR DI HARI-HARI TASYRIK

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:37 WIB

wallup.net

Fatwa Ulama

Ketenangan Jiwa pada Ketaatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Profesor Universitas Dr. Rusia Alla Olinikova

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Pemikir Austria Leopold Weiss

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kisah Mualaf

Kisah Mualaf: Sastrawan Prancis Vincent Monteil

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:48 WIB