BAGAIMANA CARA MENGHIDUPKAN HATI KITA DI BULAN RAMADAN?

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAGAIMANA CARA MENGHIDUPKAN HATI KITA DI BULAN RAMADAN?
Bersama Al-Qur’an di Bulan Ramadan Hari Demi Hari

Judul Asli:
كيف نحيي قلوبنا في رمضان؟
مع القرآن في رمضان يوما بيوم

Penulis:
Majdi Al-Hilali

Terjemah:
Muhamad Abid Hadlori, S.Ag.,Lc.

Wahai Kegembiraan Kami… Ramadan Sudah Dekat

Segala puji bagi Allah yang melimpah, sebagaimana Dia telah memberkahi kami dengan limpahan. …

Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan dan mengangkat derajat kami di atas seluruh ciptaan-Nya, dan menganugerahkan kami nikmat yang tak terhitung. …

Pujian bagi Tuhan kami, yang pemberian dan karunia-Nya terus mengalir kepada kami seiring bergantiannya malam dan siang, serta shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasul Pemberi Petunjuk, yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, yaitu junjungan kami Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Dan selanjutnya…

Inilah hari-hari yang berlalu, dan Ramadan sudah mendekat, membawa bersama banyak kabar gembira dan beragam hadiah: pengampunan dosa, keselamatan dari neraka, peningkatan derajat, dan lipat gandaan kebaikan.

Ramadan datang untuk menegaskan cinta Allah kepada hamba-hamba-Nya, meskipun mereka berpaling dari-Nya, mendurhakai perintah-Nya, dan melanggar kesucian-Nya. Dia, Maha Mulia, menginginkan kebaikan bagi semua orang, memberikan kesempatan demi kesempatan, dan mempersiapkan suasana yang tepat bagi mereka untuk memutuskan kembali kepada-Nya dan berdamai…

Dan inilah Ramadan… datang membawa pesan ini:

﴿ اَقْبِلْ وَلَا تَخَفْۗ اِنَّكَ مِنَ الْاٰمِنِيْنَ ٣١ ﴾ ( القصص/28: 31-31)

“Dekatlah, dan jangan takut. Kamu termasuk orang-orang yang aman.” (Al-Qashash: 31).

Oh, kegembiraan kami…

Oh, betapa bahagianya kami dalam menyambut Ramadan…

◙ ◙ ◙

Tentukan Tujuanmu

 

Saudaraku seiman…

Ramadan sudah di ambang pintu…

Ramadan adalah hadiah dari Alloh untuk para hamba, yang di dalamnya membawa segala sesuatu yang mengembalikan kita kepada-Nya dan mendekatkan kita kepada-Nya…

Apa yang akan kita lakukan dengannya?!

Ini adalah kesempatan yang hanya terulang setahun sekali, dan kita tidak tahu di mana kita akan berada tahun depan!!

Jadi, marilah kita memanfaatkan anugerah ini sebaik-baiknya…

Marilah kita merebut kesempatan, terbuka pada keberkahan, dan berlomba menuju kebaikan. Namun sebelum kita memulai perlombaan, kita harus menentukan tujuan utama yang ingin kita capai di bulan ini; sehingga kita dapat meletakkan sarana yang tepat untuk mencapainya…

 

◙ ◙ ◙

 

 

Sebelum Kita Memulai

 

Saudaraku, sebelum kamu menentukan tujuanmu, ingatlah hal-hal ini:

  • Kita ingin terus istiqamah dan memiliki semangat tinggi untuk melakukan kebaikan setelah Ramadan…
  • Berkelanjutannya istiqamah setelah Ramadan membutuhkan peningkatan iman yang sebenarnya di dalam hati…
  • Dua orang dapat berdiri sejajar dalam saf shalat, namun jarak antara shalat mereka bagai jarak antara langit dan bumi, dan hal itu bukan karena perbedaan gerakan tubuh, melainkan karena perbedaan iman dan kekhusyukan yang ada di dalam hati mereka.
  • Bahwa Allah Yang Maha Mulia mencintai kita untuk menghadirkan hati saat beribadah:

﴿لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْ﴾ ( الحج/22: 37-37)

“Sekali-kali tidak. Daging dan darah korban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang sampai kepada-Nya.” [QS Al-Hajj: 37]

  • Hadirnya hati saat beribadah lebih banyak pahalanya insya Allah dibandingkan tanpa hadirnya hati. Misalkan seorang raja diberi hadiah oleh salah satu rakyatnya berupa banyak batu permata palsu dan murahan, sementara yang lain memberinya satu batu permata asli… Siapakah yang akan mendapatkan cinta raja? Dan siapakah yang akan didekatkan dan diberi anugerah yang berlimpah?

 

 

 

◙ ◙ ◙

 

 

Semoga Kamu Bertakwa

 

Jika demikian, apakah tujuan kita saat Ramadan datang? Tidakkah kamu setuju – wahai saudaraku yang mulia – bahwa tujuan tertinggi adalah menghidupkan hati dan mengisinya dengan iman; agar semangat mengalir dalam amalan dan istiqamah terus berlanjut setelah bulan Ramadan berlalu?

Bukankah Al-Quran telah menetapkan tujuan ini dalam firman-Nya:

﴿يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣ ﴾ ( البقرة/2: 183-183)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” [QS Al-Baqarah: 183].

Dan bukankah takwa itu -seharusnya- adalah sebuah gambaran dan manifestasi agung dari kehidupan hati dan kuatnya iman di dalamnya?!

Maka angkatlah panji takwa dan letakkanlah di depan mata kita, dan siapkanlah diri untuk mencapainya selama bulan mulia ini.

 

 

◙ ◙ ◙

 

 

Tanda-Tanda Keberhasilan

 

Salah satu tanda keberhasilan seseorang dalam mencapai tujuan ini adalah perubahan perilakunya. Ketika hati hidup dan tingkat iman di dalamnya meningkat, hal ini akan mendorong pemiliknya untuk berperilaku benar dan melakukan amal shaleh di segala arah dan waktu dengan alami dan tanpa beban…

Bukankah Allah berfirman:

﴿ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ ٣٢ ﴾ ( الحج/22: 32-32)

“Demikianlah, dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu termasuk ketakwaan hati.” [Al-Hajj: 32]

Ketika para sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang tanda-tanda masuknya cahaya ke dalam hati dan menghidupkannya, beliau bersabda: “Kembali (fokus persiapan) kepada negeri yang kekal (akhirat), menjauhi negeri penuh tipuan (dunia), dan bersiap-siap untuk mati sebelum kematian tiba.” [[1]]

Di antara tanda menjauhi negeri tipuan adalah:

  • Sedikit perhatian terhadap dunia
  • Tidak tergesa-gesa untuk mendapatkannya
  • Tidak bersedih atas kehilangannya
  • Meninggalkan persaingan karena dunia
  • Tidak iri hati terhadap orang lain karenanya

Adapun kembali ke negeri kekal akhirat ditandai dengan:

  • Bersegera melakukan kebaikan
  • Bersikap wara’ (menjaga diri dari yang tidak baik)
  • Mendahulukan kepentingan agama atas segala kepentingan duniawi saat keduanya bertentangan

Tanda-tanda bersiap untuk mati sebelum kematian tiba meliputi:

  • Melepaskan diri dari kezaliman terhadap orang lain
  • Mengembalikan hak-hak mereka
  • Selalu memohon ampun dan bertobat
  • Menulis wasiat

 

◙ ◙ ◙

 

 

Sarana-Sarana

 

Sarana-sarana untuk mencapai tujuan mulia kita adalah sarana-sarana yang sudah kita kenal, yang pernah kita praktikkan sebelumnya. Namun kali ini kita akan menggunakannya dengan cara yang lebih memperhatikan bagaimana mengaktifkannya dan menggerakkan hati bersamanya – insya Allah.

Sarana Terbesar

Sarana terbesar yang mampu menghidupkan hati dan meningkatkan iman di dalamnya adalah Al-Quran:

﴿ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا ﴾ ( الانفال/8: 2-2)

“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, niscaya bertambahlah iman mereka.” [Al-Anfal: 3]

Hal yang menarik perhatian adalah adanya hubungan erat antara Ramadan dan Al-Quran. Ramadan adalah bulan yang Allah lebihkan dan khususkan dengan turunnya mukjizat terbesar di dalamnya:

﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ﴾ ( البقرة/2: 185-185)

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan dari petunjuk dan pembeda.” [Al-Baqarah: 185]

Al-Quran memiliki pengaruh besar terhadap hati:

﴿اَللّٰهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتٰبًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَۙ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ۚ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ ﴾ ( الزمر/39: 23-23)

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, berupa kitab yang serupa berulang-ulang, yang membuat merinding kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi lembut kulit dan hati mereka dalam mengingat Allah.” [Az-Zumar: 23]

Artinya, kita tidak dapat mencapai tujuan kita tanpa adanya Al-Quran. Dan waktu terbaik untuk memanfaatkan Al-Quran adalah Ramadan. Bahkan boleh dikatakan Ramadan adalah musim khusus Al-Quran. Karena itu, Al-Quran akan bersama kita – insya Allah – setiap hari dalam tilawah saat shalat, di luar shalat, dan dalam mempelajarinya bersama.

Dan dalam tilawah surah dan ayat-ayatnya, dalam mendengarkan di shalat tarawih dan tahajud, namun perhatian kita bukan berapa kali khatam, melainkan berapa kali hati tersentuh, kulit merinding, dan mata menangis…

Anda akan memperhatikan – wahai saudaraku yang tercinta – bahwa di halaman-halaman selanjutnya dan setiap hari baru di Ramadan, kami akan menghadirkan – insya Allah – sarana baru untuk memanfaatkan Al-Quran, yang akan kami lakukan di sebagian besar hari bulan ini.

 

Amal Shaleh

Bersama Al-Quran datanglah amal shaleh yang menambah dan meninggikan iman:

﴿وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهٗ ﴾ ( فاطر/35: 10-10)

“Dan amal shaleh akan mengangkatnya.” [Fathir: 10]

Amal shaleh yang tersedia di hadapan kita di Ramadan dan di luar Ramadan sangatlah banyak, seperti:

  • Doa
  • Zikir
  • Umrah
  • I’tikaf
  • Silaturrahmi
  • Berbuat baik kepada tetangga
  • Dakwah
  • Menolong kebutuhan orang lain
  • Dan lain-lain

Semakin seseorang memanfaatkan iman yang dibangkitkan Al-Quran dalam hatinya dengan mengikutinya dengan amal shaleh, maka hal ini akan membawa pengaruh besar pada hati; sehingga kehidupannya bertambah dan tingkat imannya meningkat. Amal shaleh bagaikan air bagi benih dan minyak bagi pelita:

﴿اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ ٢٩ ﴾ ( فاطر/35: 29-29)

“Sesungguhnya orang-orang yang membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka mengharap perdagangan yang tidak akan rugi.” [Fathir: 29]

Kami akan mengusulkan – wahai saudaraku yang mulia – agar Anda melakukan satu amal shaleh setiap hari sebagai bentuk kerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan. Anda akan memperhatikan akan ada amal baru setiap hari, dan Anda harus bersungguh-sungguh melakukannya agar tidak ada yang mendahului Anda kepada Allah:

﴿ وَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنٰفِسُوْنَۗ ٢٦ ﴾ ( المطفّفين/83: 26-26)

“Dan karena yang demikian itu hendaklah berlomba-lomba orang yang ingin lomba.” [Al-Muthaffifin: 26]

 

Pertanyaan Harian

Bersama Al-Quran dan amal shaleh, datanglah pertanyaan harian yang juga memperhatikan aspek keimanan – khususnya Al-Quran – semoga turut berkontribusi bersama amal-amal lain dalam mencapai tujuan yang diinginkan: “Agar kamu bertakwa.”

Saya mengusulkan – wahai saudaraku – agar Anda menjawab setiap pertanyaan pada harinya dan melibatkan keluarga serta anak-anak Anda agar manfaat dapat mencakup semua pihak. Allah adalah Pemberi taufik, tempat memohon pertolongan, dan kepada-Nya kita bertawakal.

◙ ◙ ◙

 

 

 

Ramadan Hari Ke-01

Bersama Al-Qur’an

Pemilik dan Pengatur Tunggal bagi bumi dan alam semesta ini adalah Allah Yang Mulia dan Agung, Dia sendirilah yang memiliki kekuatan dan kekuasaan mutlak… Dialah yang meninggikan dan merendahkan, yang mendahulukan dan mengakhirkan, yang memuliakan dan menghinakan:

﴿قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ٢٦ ﴾ ( اٰل عمران/3: 26-26)

“Katakanlah: ‘Wahai Tuhan Yang Menguasai Segala Kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki, Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.'” [Ali Imran: 26]

Meskipun demikian, Allah Yang Mulia dan Agung tidak pernah berbuat zalim kepada siapa pun. Dia tidak akan menghinakan suatu kaum atau menundanya kecuali mereka telah melakukan dosa-dosa yang mengundang murka dan hukuman-Nya:

﴿وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ ٣٠ ﴾ ( الشورى/42: 30-30)

“Dan apa pun musibah yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (kesalahan-kesalahan) kalian.” [Asy-Syura: 30]

Artinya, ketika kita ditimpa kehinaan dan kerendahan… kita harus kembali pada diri sendiri, mengoreksi diri dengan mencari sebab-sebab yang mengundang hukuman Ilahi sehingga kita dapat meninggalkan dan menghilangkannya, serta mencari sebab-sebab yang mendatangkan rahmat-Nya – Maha Suci Dia – sehingga kita segera melakukannya.

Pertanyaan

Kebahagiaan dan kesengsaraan, kemudahan dan kesulitan, kemenangan dan kekalahan, petunjuk dan kesesatan… merupakan hal-hal yang tampak di antara manusia sebagai akibat dari perbuatan yang mereka lakukan. Contohnya firman Allah:

﴿ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ٤١ ﴾ ( الرّوم/30: 41-41)

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [Ar-Rum: 41]

Al-Qur’an penuh dengan ayat-ayat yang menegaskan kebenaran ini.

Sebutlah melalui renungan Anda dalam bagian pertama Al-Qur’an tiga ayat yang menegaskan kebenaran ini.

Amal Saleh

Tuhan kita Maha Pengampun… menunggu hamba-hamba-Nya untuk memohon ampunan sehingga Dia dapat mengampuni mereka, berapa pun besar dosa dan kesalahan mereka… Dia memanggil setiap hamba-Nya: “Datanglah, jangan takut, kapan pun engkau datang kepada-Ku, Aku akan menerimamu, dalam keadaan apa pun engkau berada.”

“Wahai anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampunimu atas apa yang ada padamu tanpa peduli, wahai anak Adam, sekalipun dosamu mencapai ketinggian langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, Aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli, wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sebesar bumi, kemudian engkau menemuiku tanpa mempersekutukan sesuatu pun dengan-Ku, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar bumi itu.” [[2]]

Wahai, saudaraku… Ampunan Tuhanmu mencakup segala dosamu dan dosa-dosa kita… Yang diperlukan dariku dan darimu hanyalah datang dengan jujur… meminta maaf atas dosa dan kelalaian yang telah lampau… datang dengan perasaan menyesal atas apa yang telah kita lewatkan, menguasai diri kita, dan membuat kita gelisah, sehingga kita terus-menerus memohon ampun dan pengampunan dari-Nya.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-02

Bersama Al-Qur’an

Kemuliaan Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan perwalian-Nya terkait dengan sejauh mana mereka istiqamah (teguh) dalam melaksanakan perintah-Nya:

﴿ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصّٰلِحِيْنَ ١٩٦ ﴾ ( الاعراف/7: 196-196)

“Dan Dia melindungi orang-orang saleh” [Al-A’raf: 196].

Keberlangsungan kemuliaan seiring dengan keberlangsungan istiqamah:

﴿ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَمَا جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِۙ مَا لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا وَاقٍ ࣖ ٣٧ ﴾ ( الرّعد/13: 37-37)

“Dan seandainya engkau mengikuti keinginan mereka setelah datangnya ilmu kepadamu, maka tidak akan ada seorang pelindung atau penolong bagimu dari Allah” [Ar-Ra’d: 37].

Ketinggian dan kemuliaan suatu umat terkait dengan sejauh mana keimanan individu-individunya dan keteguhan mereka dalam menjalankan perintah Allah:

﴿ وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ١٣٩ ﴾ ( اٰل عمران/3: 139-139)

“Dan kamulah yang paling tinggi, jika kalian adalah orang-orang yang beriman” [Ali Imran: 139],

Dan semakin lemah iman di antara individu umat, maka umat akan keluar dari lingkaran pendampingan dan dukungan Ilahi, dan mengundang murka Allah atas mereka:

﴿ وَمَنْ يَّحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِيْ فَقَدْ هَوٰى ٨١ ﴾ ( طٰهٰ/20: 81-81)

“Dan barangsiapa Allah murkai, maka sungguh telah binasa” [Thaha: 81].

 

Pertanyaan

Sebutkan dari Juz Kedua Al-Qur’an sebuah ayat yang menegaskan makna ini, bahwa kemuliaan dan perwalian dari Allah sesuai dengan tingkat istiqamah seorang hamba.

Amal Saleh

Doa adalah permohonan kepada Allah dan meminta pertolongan-Nya, dan sebab terpenting diterimanya doa adalah dengan menunjukkan ketergantungan kepada Allah, berlepas diri dari daya dan kekuatan sendiri, dan semakin kuat ketergantungan, maka jawaban akan semakin dekat:

﴿اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ ﴾ ( النمل/27: 62-62)

“Siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya” [An-Naml: 62].

Tidak ada yang dapat menghalangi doa, karena dengannya Allah menundukkan hal-hal yang paling kuat dan terbesar untuk hal-hal yang paling lemah dan terkecil.

Ingatlah doa Yunus yang berdoa kepada Tuhannya dengan hati yang terpukul, lalu Allah menundukkan ikan paus dan lautan untuknya serta menyelamatkannya dari kegelapan:

﴿ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّ﴾ ( الانبياۤء/21: 87-88)

“Maka ia berseru dalam kegelapan bahwa tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami perkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kesedihan” [Al-Anbiya: 87-88].

Marilah kita bersungguh-sungguh dalam berdoa pada hari ini dan setiap hari, dengan harapan pertolongan kita kepada Allah seperti pertolongan orang yang hampir tenggelam, dan doa utama kita adalah semoga Allah memberikan karunia kepada kita dan menghidupkan hati kita di bulan ini, serta memberikan kita kenikmatan iman dan kelezatan mengenal-Nya Yang Maha Suci.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-03

Bersama Al-Qur’an

Pada suatu hari, sementara Rasulullah ﷺ sedang berbicara dengan para sahabat, beliau bersabda: “Segera umat-umat akan bersekongkol melawanmu bagaikan orang-orang yang berkumpul di sekitar makan”. Para sahabat pun sangat cemas dengan situasi yang menakutkan ini. Salah seorang bertanya apakah ini disebabkan karena sedikitnya jumlah mereka? Beliau menjawab: “Tidak, kalian saat itu akan banyak, tetapi kalian akan lemah bagaikan buih di atas air bah”.

Persoalan semakin kabur… Apa sebenarnya penyebabnya?!

Di sini Rasul melanjutkan penjelasannya, menggambarkan kondisi umat saat itu, dengan bersabda: “Allah akan mencabut rasa takut terhadap kalian dari dada musuh-musuh kalian, dan Allah akan menanamkan kelemahan di dalam hati kalian”. Ketika ditanya apa itu kelemahan, beliau menjawab: “Cinta dunia dan benci mati”. [[3]]

Ya, cinta dunia adalah kelemahan yang menyebabkan umat ini tersia-siakan dan menjadi objek, bukan subjek… Mereka berada di bawah kaki orang lain, diperebutkan oleh semua pihak, dalam keadaan pasrah dan tunduk. Tetapi bukankah cinta dunia dan benci mati identik dengan lemahnya iman?!

Ya, saudaraku, semakin lemah iman, semakin bertambah cinta dunia, semakin jauh dari Allah, dan semakin jauh Allah dari kita… Masalah kita saat ini bukanlah kekurangan jumlah atau kekuatan, melainkan lemahnya iman.

Inilah kebenaran yang tidak boleh kita lupakan jika ingin bangkit sekali lagi.

Pertanyaan

Ada banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menegaskan bahwa masalah kita adalah masalah keimanan, dan bahwa dengan iman dan takwa, keadaan akan membaik dan pertolongan Allah akan datang. Sebaliknya, tanpa keduanya, keadaan akan memburuk, dan kehinaan akan bertambah… Sebutkan satu ayat dari Juz Ketiga yang menegaskan makna ini.

Amal Saleh

Mempersiapkan Hati untuk Shalat:

Semakin seseorang mempersiapkan dirinya untuk shalat, semakin besar manfaat yang diperolehnya. Di antara cara mempersiapkan diri adalah:

  • Menyelesaikan hal-hal yang tertunda yang mengganggu pikiran
  • Berwudhu
  • Datang ke masjid lebih awal sebelum adzan

Abu Ad-Darda berkata: “Sesungguhnya bagian dari kepandaian seseorang adalah mengurus urusannya hingga ia dapat menghadap shalat dengan hati yang kosong”. [[4]]

Datang lebih awal memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menghadirkan hati dalam shalat, karena dapat membersihkan pikiran duniawi dan menenangkannya. Mari kita bersungguh-sungguh hari ini dan setiap hari untuk melakukan hal ini. Bagi saudari muslimah, hendaklah menyediakan satu tempat di rumahnya sebagai “masjid” untuk datang lebih awal sebelum adzan.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-04

Bersama Al-Qur’an

Rasulullah ﷺ memberitahukan bahwa umat akan mengalami kemunduran, kekalahan, dan fitnah – sebagaimana telah kami sebutkan sebelumnya – dan menjelaskan bahwa penyebabnya bukan kekurangan jumlah atau kekuatan, melainkan lemahnya iman. Semakin lemah iman, semakin berkurang dukungan Ilahi…

Beliau juga memberitahukan bahwa jalan keluar dari fitnah-fitnah ini adalah Al-Qur’an. Suatu hari beliau bersabda kepada para sahabat: “Akan terjadi fitnah-fitnah”. Mereka bertanya dengan cemas: “Apa jalan keluarnya?!”

Jawaban Rasulullah ﷺ tegas dan jelas: “Kitab Allah”. [[5]]

Pada hari lain, beliau berbincang dengan Hudzaifah bin Al-Yaman tentang fitnah yang akan menimpa umat. Hudzaifah bertanya, “Apa yang harus saya lakukan jika mengalami fitnah itu?” Beliau menjawab: “Pelajarilah Kitab Allah Yang Maha Tinggi dan amalkan isinya, maka di dalamnya terdapat keselamatan.” [[6]]

Hudzaifah mengulang pertanyaan tiga kali, dan Rasulullah menjawab dengan jawaban yang sama. Dan memang terjadilah apa yang dikabarkan Rasulullah ﷺ berupa kekalahan, kemunduran, dan fitnah. Umat masuk ke dalam terowongan gelap, tidak tahu bagaimana cara keluarnya, padahal beliau telah memberitahu jalan keluarnya, yaitu Al-Qur’an Al-Karim.

Pertanyaan

Al-Qur’an penuh dengan ayat-ayat yang berbicara tentang fungsi, peran, dan pengaruh Al-Qur’an terhadap manusia. Sebutkan satu ayat dari Juz Keempat tentang Al-Qur’an dengan komentar singkat.

Amal Saleh

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya berupa kehormatan atau harta, maka hendaklah ia meminta maaf hari ini sebelum datang hari di mana tidak ada lagi dinar atau dirham. Jika ia memiliki amal saleh, maka akan diambil darinya sesuai dengan kezalimannya. Jika ia tidak memiliki amal saleh, maka akan diambil dari keburukan orang yang dizalimi dan dibebankan kepadanya.” [[7]]

Marilah kita jadikan hari ini sebagai hari toleransi dan pembebasan dari kezaliman, baik terhadap pasangan, teman, rekan kerja, dan semua orang. Hendaklah pemberian maaf dalam hal kehormatan bersifat umum agar tidak menyimpan dendam di dada. Adapun kezaliman terkait harta dan materi, maka harus dikembalikan atau dimintakan maaf dari pemiliknya…

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-05

Bersama Al-Quran

Generasi pertama berinteraksi dengan Al-Quran sesuai hakikatnya sebagai kitab petunjuk dan perubahan, dan sebagai sumber besar iman, sehingga kehidupan mereka menjadi lurus, dan hati mereka terlepas dari belenggu dunia. Allah memenuhi janji-Nya kepada mereka dan menjadikan mereka berkuasa di bumi dalam beberapa tahun:

﴿وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ١١١ ﴾ ( التوبة/9: 111-111)

“Dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah” [At-Taubah: 111].

Ketika kaum Muslim meninggalkan Al-Quran, sibuk dengan lafal-lafalnya tanpa menyentuh esensinya, dan meninggalkan perenungan ayat-ayat serta dampaknya, maka terjadilah kehinaan, kekalahan, dan kelemahan berturut-turut.

Hasan Al-Bashri berkata: “Al-Quran diturunkan untuk diamalkan, namun orang-orang menjadikan pembacaannya sebagai pekerjaan…” [[8]]

Maksudnya, pembacaan dan hal-hal yang terkait dengannya telah menjadi pekerjaan mereka yang membuat mereka sibuk dan menghalangi mereka dari mengikuti petunjuk Al-Quran, bukan sebaliknya.

Pertanyaan

Di antara kebenaran yang ditegaskan dalam surat An-Nisa adalah bahwa Allah Yang Maha Mulia tidak berbuat zalim kepada manusia sedikit pun, dan setiap kekurangan yang terjadi pada mereka adalah disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri. Sebutkan tiga ayat dari surat ini yang menegaskan makna ini.

Amal Saleh

Mengembalikan amanah kepada pemiliknya adalah ciri-ciri orang beriman. Barangkali salah seorang dari kita pernah mengambil buku dari saudaranya, atau sesuatu yang kecil, atau apa pun, kemudian melupakannya, dan saudaranya pun melupakan hal itu. Kemudian datanglah ajal, dan kita terkejut di hari Kiamat bahwa kita diminta untuk mengembalikan amanah-amanah ini dan memberikan kebaikan-kebaikan sebagai gantinya. Maka marilah kita segera meneliti buku-buku…, dan mengembalikan apa pun yang bukan milik kita kepada pemiliknya…

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-06

Bersama Al-Quran

Allah Yang Mulia menurunkan Al-Quran dan mengumpulkan di dalamnya dua hal besar yang tidak pernah berkumpul dalam kitab sebelumnya: Risalah dan Mukjizat. Risalah menjelaskan kepada manusia dan membimbing mereka menuju jalan yang menghantarkan kepada ridha Allah dan surganya:

﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ ﴾ ( البقرة/2: 185-185)

“Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia” [Al-Baqarah: 185].

Adapun mukjizat Al-Quran memainkan peran yang sangat penting, yaitu membimbing orang yang berpegang teguh pada Al-Quran, mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya, menuju jalan petunjuk, dan terus membimbingnya di jalan ini hingga sampai kepada Tuhannya. Allah Yang Mulia telah mengumpulkan kedua fungsi Al-Quran ini dalam firman-Nya:

﴿قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ ١٥ يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ ﴾ ( الماۤئدة/5: 15-16)

“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang terang benderang, dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan” [Al-Maidah: 15-16]. Inilah fungsi Al-Quran sebagai risalah.

﴿ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ ﴾ ( الماۤئدة/5: 15-16)

“Dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya.” Dan inilah fungsinya sebagai mukjizat.

Pertanyaan

Sebutkan dari juz keenam sebuah ayat yang menjelaskan fungsi Al-Quran sebagai risalah yang memberi petunjuk dan mukjizat yang mengubah.

Amal Saleh

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah mewahyukan kepada Yahya bin Zakaria lima kalimat agar dia mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkannya…” – hingga beliau bersabda dalam hadits tersebut: “Dan Aku perintahkan kalian untuk bersedekah, dan perumpamaan itu seperti seorang laki-laki yang ditawan musuh, lalu mereka mengikat tangannya ke lehernya dan mendekatinya untuk memenggal lehernya. Dia berkata: Maukah kalian aku tebus diriku dari kalian? Dia pun memberikan sedikit dan banyak hingga dapat menebus dirinya.” [[9]]

Perhatikanlah sabdanya: “Dia pun memberikan sedikit dan banyak hingga dapat menebus dirinya”. Maukah kita menebus diri kita dari belenggu dosa dengan sedekah?! Saudara, berapa kamu akan menebus dirimu? Seratus pound… seribu… sepuluh ribu…? Setiap kita lebih tahu akan dosa-dosa yang telah dilakukan dan tebusan yang sepadan. Mari kita mulai hari ini perjalanan penebusan sebelum terlambat…

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-07

Bersama Al-Quran

Allah Yang Mulia telah memerintahkan kita dengan dua hal yang harus kita lakukan saat membaca Al-Quran agar mendapatkan manfaat yang diharapkan dari kitab agung ini.

Perintah Pertama: Tadabbur (Merenungi Ayat)

﴿كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ ٢٩ ﴾ ( ص/38: 29-29)

“Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mendalami ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mendapat pelajaran” [Shad: 29].

Tadabbur dalam pengertian yang benar adalah pemikiran mendalam tentang ayat-ayat dan berupaya agar perasaan merespon, serta mengulanginya hingga makna tertanam dalam hati.

Perintah Kedua: Tartil

﴿ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ ٤ ﴾ ( المزّمّل/73: 4-4)

“Dan bacalah Al-Quran dengan tartil (perlahan dan jelas)” [Al-Muzammil: 4].

Tartil adalah memperjelas huruf-huruf dan membacanya dengan tenang, serta membacanya dengan irama. Fungsi terpenting tartil adalah mengetuk perasaan dan menggerakkannya. Apabila hal ini disertai dengan perenungan ayat-ayat, di mana perasaan merespon dan berpelukan dengan pemahaman yang dihasilkan dari pemikiran… maka hasilnya adalah masuknya sebagian cahaya Al-Quran ke dalam hati, menumbuhkan iman di dalamnya, yang mungkin akan menghasilkan amal perbuatan.

Pertanyaan

Di bagian ketujuh, Al-Quran menyebutkan contoh orang-orang yang mendengar ayat-ayat Al-Quran, memahaminya, terpengaruh, dan mengucapkan kata-kata yang menunjukkan masuknya cahaya iman ke dalam hati mereka… Sebutkan ayat-ayat yang menunjukkan contoh ini.

Amal Saleh

Konsistensi mengeluarkan sedekah dan mendahuluinya memiliki peran besar dalam menarik rahmat dan menolak azab sepanjang hari. Bagaimana tidak? Tidak ada satu hari pun yang terbit fajarnya kecuali seorang malaikat berseru: “Ya Allah, berilah pemberi sedekah ganti rugi.” [[10]]

Maka segerakanlah bersedekah agar kita dapat memanfaatkan doa malaikat ini dalam waktu yang selama mungkin. Solusi praktisnya adalah menyediakan kotak sedekah di rumah, yang kita masukkan uang yang kita miliki – walau sedikit – saat fajar, dan setiap kali kita mendapati pintu kebaikan (kelonggaran), kita keluarkan uang yang terkumpul di kotak tersebut.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-08

Bersama Al-Quran

Berapa khatam (kali mengkhatamkan Al-Quran) yang akan kamu khatamkan di bulan Ramadan? Pertanyaan ini sering terdengar di antara kita setiap kali Ramadan tiba, bahkan kamu akan menemukan seseorang berlomba dengan saudaranya dalam jumlah khataman yang akan dilakukannya. Jika kamu bertanya: Mengapa dia melakukannya? Dia akan menjawab bahwa dia ingin mendapatkan sebanyak mungkin kebaikan.

Saudaraku… Bukan untuk seperti ini Al-Quran diturunkan, tetapi diturunkan untuk menghidupkan hati kita, memenuhinya dengan iman, dan mendorongnya untuk melakukan amal saleh.

Kita telah berkali-kali mengkhatamkan Al-Quran sebelumnya tanpa memahami atau terpengaruh dengan apa yang kita baca, lalu apa hasilnya?! Apa yang telah mengubah kita dari Al-Quran?!

Pertanyaan

Mengapa seseorang membaca?! Apakah masuk akal seseorang membaca dengan lidah dan tenggorokannya tanpa menggunakan akalnya untuk memahami apa yang dibacanya, dan tanpa berusaha memahami makna yang dimaksud dari kata-kata yang dilihatnya?! Berapa banyak buku yang dibaca orang tanpa memahami maknanya?!

Amal Saleh

Allah telah memerintahkan untuk menyambung silaturahmi untuk memperkuat hubungan antara anggota masyarakat, dan mewujudkan konsep tubuh yang satu. Karena Ramadan adalah bulan kebaikan dan ihsan, maka kita harus berusaha keras untuk melakukan hal ini dan menjadi yang terdepan dalam melakukannya… Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya amal yang paling cepat mendapatkan pahala adalah menyambung silaturahmi, sampai-sampai keluarga yang durhaka pun akan berkembang harta dan jumlah mereka jika mereka saling menyambung silaturahmi, dan tidak ada keluarga yang saling menyambung silaturahmi kemudian mereka membutuhkan.” [[11]]

Ramadan Hari Ke-09

Bersama Al-Quran

Jika tujuan membaca Al-Quran hanyalah untuk mendapatkan pahala banyak semata, tentu kita akan mencari amalan lain yang lebih banyak pahalanya dan tidak memakan waktu lama. Tetapi perkara Al-Quran berbeda, Allah menurunkannya agar menjadi sarana petunjuk dan perubahan. Adapun pahala yang diperoleh dari membacanya hanyalah motivasi yang mendorong semangat Muslim untuk mendekati Al-Quran, sehingga mereka mendapatkan manfaat berupa iman yang tumbuh dari pemahaman dan pengaruhnya, yang kemudian memperbaiki keadaannya dan mendekatkannya kepada Rabbnya.

Contohnya seperti seorang ayah yang memotivasi anaknya untuk belajar dengan memberikannya hadiah. Sesungguhnya tujuan ayah memberikan hadiah tersebut adalah agar anaknya mendapatkan manfaat dari belajar, bukan sekadar duduk di depan buku tanpa belajar sungguh-sungguh lalu mendapat hadiah. Demikian pula Allah, karena Dia mencintai hamba-Nya dan menginginkan kebaikan bagi mereka, Dia menurunkan kitab yang menggabungkan antara risalah dan mukjizat.

Untuk memastikan mereka terus berinteraksi dengannya dan terus mendapatkan manfaat dari perubahan yang ditimbulkan kitab ini yang akan mendorong mereka menuju jalan petunjuk, maka diberikanlah berbagai motivasi yang membuat mereka senang dan antusias untuk senantiasa mendekatinya, di antaranya setiap huruf yang mereka baca mendapatkan sepuluh kebaikan.

Pertanyaan

Sebagian orang mengira bahwa kebaikan dirinya sendiri sudah cukup untuk mendapatkan ridha Allah, sehingga mereka membiarkan orang lain tersesat dan hanya memikirkan diri sendiri. Al-Quran telah menjelaskan kesalahan pemahaman ini dalam kisah penduduk Sabat dalam surah Al-A’raf.

Amal Saleh

Apakah kamu ingin dilindungi oleh pengawasan Ilahi dari segala penjuru? Maka dengarkanlah apa yang dikatakan Nabi Muhammad ﷺ: “Barangsiapa menjenguk orang sakit, dia akan senantiasa berada dalam rahmat hingga dia duduk. Dan apabila dia sudah duduk, dia tenggelam di dalamnya (rahmat).” [[12]]

Anda harus memilih waktu yang tepat untuk menjenguknya dengan memperhatikan kondisinya dan untuk mendapatkan manfaat dari rahmat Ilahi selama mungkin. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang Muslim menjenguk Muslim lain di pagi hari kecuali tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya hingga petang, dan jika dia menjenguknya di petang hari, tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya hingga pagi, dan dia akan mendapatkan kebun (pahala) di surga.” [[13]] (Khariif berarti buah/hasil).

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-10

Bersama Al-Quran

Mungkin ada yang berkata: “Biarlah pembacaan yang tenang, perlahan, yang memperhatikan pemahaman dan pengaruh dilakukan di luar Ramadan. Adapun selama bulan ini, marilah kita memanfaatkan kesempatan lipat ganda pahala amal, sehingga kita membaca Al-Quran sebanyak mungkin…”

Ya, Ramadan adalah kesempatan besar untuk memulai dengan kuat dan merasakan manisnya iman melalui Al-Quran. Ya, Ramadan cocok sebagai titik awal bagi mereka yang kesulitan memiliki semangat dan keinginan untuk berinteraksi dengan Al-Quran dengan penuh tadabbur dan pengaruh.

Namun, jika interaksi dengan Al-Quran di Ramadan hanya sekadar mencari pahala saja, tanpa memperhatikan tujuan yang kita harapkan, maka ini berarti kita akan tetap berada dalam lingkaran yang sia-sia. Membaca Al-Quran dengan pemahaman dan pengaruh harus menyertai kita sepanjang tahun, bahkan kebutuhan akan hal ini akan semakin menguat di bulan Ramadan, mengingat ini adalah kesempatan baik dan suasana yang tepat untuk menghidupkan hati dengan iman.

Marilah kita semua mengetahui bahwa jika kita mengkhatamkan Al-Quran satu kali di Ramadan dengan pemahaman dan pengaruh, maka dampak dan pahalanya – insya Allah – akan lebih baik daripada puluhan khataman tanpa pemahaman dan pengaruh.

Pertanyaan

“Allah adalah Maha Penolong” – ini adalah kebenaran yang harus diyakini setiap Muslim. Banyak bukti kebenaran ini tampak dalam surah At-Taubah. Sebutkan dua ayat yang menguatkan tentangnya dengan ringkas.

Amal Saleh

Pada hari seperti ini, kaum Muslim mendapatkan kemenangan atas Yahudi dengan karunia Allah, setelah mereka putus asa dari segala dukungan di bumi dan mengangkat panji “Allahu Akbar”.

Dalam masa yang kita jalani sekarang, kita melihat luka-luka kaum Muslim tersebar di mana-mana di dunia. Sudahkah kita berupaya untuk menolong mereka? Sudahkah kita mengangkat tangan memohon kepada Allah Yang Maha Besar dari segala yang besar agar meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tertindas di mana pun, mengangkat kesedihan dan kesulitan mereka, serta mengembalikan hak-hak mereka yang telah dirampas?

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-11

Bersama Al-Quran

Wahai pembaca:

Janganlah tujuanmu hanya sekadar menyelesaikan juz atau surah, tetapi jadikanlah tujuanmu memahami apa yang kau baca dan kamu terpengaruh dengannya semampumu.

Diriwayatkan dari Abu Jamrah, dia berkata: Aku berkata kepada Ibnu Abbas: “Saya pembaca yang cepat, saya membaca Al-Quran dalam tiga (hari).” Ibnu Abbas menjawab: “Sungguh, bagiku membaca surah Al-Baqarah dalam satu malam sambil merenungkan dan membacanya dengan tartil lebih aku sukai daripada membaca seperti yang kau katakan.” [[14]]

Dan dari wasiat Ibnu Mas’ud: “Jangan kamu membaca Al-Quran secepat membaca syair, dan jangan melihatnya seperti melihat kurma kering. Berhentlah pada keajaiban-keajaiban-Nya, gerakkan hati dengannya, dan janganlah tujuanmu hanya sekadar menyelesaikan surah.” [[15]]

Ibnu Qayyim berkata: “Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hati selain membaca Al-Quran dengan tadabbur dan pemikiran, karena ia mengumpulkan semua tempat perhentian para pejalan dan martabat para ahli makrifat. Seandainya manusia mengetahui apa yang ada dalam membaca Al-Quran dengan tadabbur, niscaya mereka akan disibukkan dengannya dari segala sesuatu selainnya. Membaca satu ayat dengan pemikiran lebih baik daripada mengkhatamkan tanpa tadabbur dan pemahaman.” [[16]]

Pertanyaan

Sebutkan dari bacaan dan pemikiranmu dalam juz kesebelas tiga ayat yang menunjukkan bahwa Allah SWT dekat dengan hamba-Nya, menolong mereka, mendengar mereka, dan mengabulkan doa mereka.

Amal Saleh

Palestina dalam keadaan sulit, dan penduduknya membutuhkan berbagai macam bantuan, serta doa yang sungguh-sungguh. Marilah kita senantiasa bersungguh-sungguh dalam hal itu, dan jadikanlah doa untuk penduduk Palestina dan Masjid Al-Aqsha sebagai doa harian. Alangkah baiknya jika dilakukan saat berbuka puasa, dan mari kita ajak anak-anak untuk mengaminkan doa tersebut.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-12

Bersama Al-Quran

Sebagaimana air adalah kehidupan bagi bumi, demikian pula Al-Quran adalah kehidupan bagi hati… Bahkan dalam doa Nabi Muhammad ﷺ terdapat permohonan: “Ya Allah, jadikanlah Al-Quran sebagai musim semi hati kami, dan musim semi adalah air hujan.” Sebagaimana bumi membutuhkan aliran air yang terus-menerus agar dapat tumbuh, berkembang, dan berbuah, demikian pula hati membutuhkan paparan Al-Quran yang berkelanjutan agar iman dapat tumbuh, berkembang, dan berbuah.

Maka hendaknya kita memperbanyak waktu membaca Al-Quran, dan jangan sampai tujuan kita hanya sekadar mencapai akhir surah atau juz, melainkan hendaklah tujuan kita memahami apa yang kita baca dan terpengaruh dengannya. Allah berfirman:

﴿اَللّٰهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتٰبًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَۙ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ۚ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ ﴾ ( الزمر/39: 23-23)

“Allah menurunkan perkataan yang paling baik (Al-Quran) yang serupa (mutu ayat-ayatnya) yang berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabb-nya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka kepada zikir Allah.” (QS. Az-Zumar: 23)

Pertanyaan

Disebutkan di akhir surah Hud:

﴿وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ ١٢٠ ﴾ ( هود/11: 120-120)

“Dan semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, untuk menguatkan hatimu; dan dalam surah ini telah datang kepadamu kebenaran, pengajaran, dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Hud: 120)

Apakah peringatan dan pengajaran yang dibawa surah Hud bagi Rasulullah ﷺ dan umatnya?

Amal Saleh

Duduk di masjid setelah shalat Subuh hingga setelah terbit matahari selama minimal seperempat jam, kemudian shalat Dhuha setelahnya untuk mendapatkan pahala besar yang dijanjikan Rasulullah ﷺ: “Barangsiapa yang duduk di tempat shalatnya setelah shalat Subuh hingga dia shalat Dhuha dua rakaat, tidak berbicara kecuali kebaikan, maka akan diampuni dosanya sekalipun sebanyak buih lautan.” [[17]]

Dari Aisyah, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa shalat Subuh (atau Shubuh), kemudian duduk di tempatnya tanpa membicarakan hal duniawi dan mengingat Allah hingga shalat Dhuha empat rakaat, maka dia akan keluar dari dosanya seperti hari dia dilahirkan ibunya (tanpa dosa).” [[18]]

Adapun wanita, dia dapat duduk di masjid rumahnya (tempat dia shalat di rumah) untuk mendapatkan pahala ini.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-13

Bersama Al-Quran

Wudhu memiliki peran besar dalam memperbarui aktivitas, mempersiapkan seseorang untuk membaca Al-Qur’an, begitu pula dengan bersiwak. Semakin tenang tempat kita berdua dengan Al-Qur’an, semakin kondusif untuk memahami dan terpengaruh.

Rasulullah ﷺ pernah beriktikaf di masjid, kemudian mendengar sebagian sahabatnya membaca dengan suara keras. Beliau menyingkap tirai dan bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya kalian semua sedang bermunajat kepada Rabb-nya, maka janganlah kalian saling mengganggu, dan jangan pula seorang di antara kalian meninggikan suaranya dalam membaca.” [[19]]

Mari kita cari tempat yang tenang di rumah atau sudut sepi di masjid – sejauh mungkin – untuk membaca Al-Qur’an.

Pertanyaan

Surat Ar-Ra’d membahas banyak manifestasi kekuasaan Allah yang mutlak. Sebutkan tiga di antaranya beserta ayat-ayat yang menunjukkannya.

Amal Saleh

Rasulullah ﷺ bersabda: “Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, dan amal yang paling dicintai Allah adalah membuat seorang muslim bahagia, melepaskannya dari kesusahan, melunasi hutangnya, atau mengusir rasa laparnya. Dan aku berjalan bersama saudaraku untuk menyelesaikan kebutuhannya lebih aku sukai daripada beriktikaf di masjid ini – yakni Masjid Madinah – selama sebulan.” [[20]]

Mari kita bersungguh-sungguh dalam melakukan amal saleh ini, membuat seorang muslim bahagia. Dan ingatlah, salah seorang yang saleh pernah didatangi seorang lelaki yang rapi dan berpakaian bagus di kuburnya, lalu ditanya: “Siapa kamu?” Lelaki itu menjawab: “Aku adalah kebahagiaan yang pernah kau berikan kepada saudaramu pada suatu hari.” [[21]]

Pintu-pintu membuat orang lain bahagia itu luas, walau sekadar sepotong permen manis.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-14

Bersama Al-Quran

Rasulullah ﷺ bersabda: “Perbanyaklah membaca Al-Qur’an di rumah-rumah kalian, karena rumah yang dibacakan Al-Qur’an akan berlimpah keberkahan, dan akan dilapangkan rezeki bagi penghuninya. Malaikat akan mendatanginya, sementara setan akan menjauh. Adapun rumah yang tidak dibacakan Al-Qur’an akan sesak, berkurang keberkahan, ditinggalkan malaikat, dan didatangi setan. Sesungguhnya rumah yang dibacakan Al-Qur’an dan diterangi akan menjadi penerang bagi penghuni langit sebagaimana bintang menerangi bumi.” [[22]]

Mari kita berikan porsi besar untuk membaca Al-Qur’an di rumah kita agar dapat menikmati buah keberkahan tersebut. Abu Hurairah berkata: “Rumah yang dibacakan Al-Qur’an bagaikan rumah yang berisi lampu, sedangkan rumah yang tidak dibacakan Al-Qur’an bagaikan rumah yang gelap.” [[23]]

Pertanyaan

Surat An-Nahl dinamai surat Nikmat karena memuat banyak manifestasi dan ragam nikmat Allah kepada hamba-Nya. Sebutkan sepuluh nikmat yang terdapat dalam surat tersebut beserta ayat-ayatnya.

Amal Saleh

Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku bersumpah tiga perkara: Harta tidak akan berkurang karena sedekah, maka bersedekahlah. Seorang yang memaafkan kezaliman yang menimpanya, Allah akan menambah kehormatannya. Dan barangsiapa membuka pintu untuk meminta-minta (kepada manusia), Allah akan membukakan pintu kemiskinan baginya.” [[24]]

Mari kita berjuang melawan diri sendiri untuk berbudi pekerti pemaaf terhadap mereka yang berbuat jahat kepada kita. Ingatlah keutamaan memaafkan orang yang telah menzalimi kita, dan mari kita memaafkan mereka dengan hati yang rela. Saksikanlah Allah atas pemberian maaf ini, semoga Dia pun akan memaafkan kita:

﴿وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْ ﴾ ( النّور/24: 22-22)

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu suka Allah mengampunimu?” (QS An-Nur: 22)

Karena jiwa kerap sulit melakukan hal ini, betapa indahnya memanfaatkan waktu untuk melatih diri pada akhlak yang mulia ini.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-15

Bersama Al-Quran

Dari tuntunan Rasulullah ﷺ: “Sebaik-baik pembaca Al-Qur’an adalah mereka yang ketika membacanya merasa sedih mendalam.” [[25]]

“Sebaik-baik suara dalam membaca Al-Qur’an adalah mereka yang ketika membaca, terlihat sangat takut kepada Allah.” [[26]]

“Sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan dengan kesedihan, maka apabila kalian membacanya, menangislah. Jika tidak bisa menangis, maka berpura-puralah menangis…” [[27]]

Bersedih dan merasa haru saat membaca memiliki peran besar dalam membangkitkan perasaan dan mempersiapkan hati untuk merespons ayat-ayat suci. Mari kita lakukan hal ini agar mendekatkan diri pada tujuan kita.

Yaitu tersentuh dengan apa yang kita pahami sehingga iman bertambah, dan hati hidup perlahan-lahan.

Hudzaifah bin Al-Yaman berkata: “Bacalah Al-Qur’an dengan kesedihan, jangan keras hati, peliharalah, dan bacalah dengan tartil (perlahan dan jelas).” [[28]]

Pertanyaan

Surat Al-Isra banyak membahas Al-Qur’an, menggambarkannya dengan berbagai sifat, menjelaskan perannya, dan mendeskripsikan kondisi mereka yang berinteraksi dengannya secara benar.

Amal Saleh

Sudahkah kamu menulis wasiat? Sebelum menjawab, renungkan hadits ini: Dari Ibnu Umar, Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak pantas seorang muslim yang memiliki sesuatu untuk diwasiatkan, melewati tiga malam kecuali wasiatnya telah tercatat di sisinya.” [[29]]

Ibnu Umar berkata: “Tidak ada malam yang berlalu sejak aku mendengar Rasulullah ﷺ berkata demikian, melainkan aku sudah memiliki wasiatku.” [[30]]

Dalam wasiat ini, seseorang mencatat harta hak milik dan kewajibannya, menulis wasiat untuk keluarga dan anak-anaknya, serta bagaimana mereka menjalani kehidupan sepeninggalnya.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-16

Bersama Al-Quran

Tartil memiliki peran besar dalam membangkitkan perasaan, dimana tartil tersebut disertai dengan perenungan, pemahaman, dan interaksi perasaan sehingga dapat menghasilkan pertambahan iman di dalam hati.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Perindahlah Al-Qur’an dengan suara kalian, karena suara yang indah akan menambah keindahan Al-Qur’an.” [[31]]

Salah satu hal yang membantu mempercepat munculnya pengaruh adalah membaca dari mushaf. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka hendaklah ia membaca dari mushaf.” [[32]]

Dan membaca dengan suara keras memiliki pengaruh yang dikenal dalam mengundang pengaruh. Beliau ﷺ bersabda: “Allah tidak mengizinkan sesuatu sebagaimana Dia mengizinkan Nabi yang memiliki suara indah membaca Al-Qur’an dengan merdu, dengan suara keras.” [[33]]

Pertanyaan

Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan telah tampak banyak manifestasi sifat kasih sayang Ilahi dalam surat Maryam. Sebutkan tiga manifestasi tersebut beserta ayat-ayat yang menunjukkannya.

Amal Saleh

Istri dan anak memiliki hak khusus atas kita: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Pemimpin adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, laki-laki adalah pemimpin di keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya…” [[34]]

Konsep tanggung jawab tidak terbatas pada penyediaan makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya, namun yang lebih penting adalah mendidik mereka untuk istiqamah dalam menjalankan perintah Allah:

﴿وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا﴾ ( طٰهٰ/20: 132-132)

“Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah mengerjakannya.” (QS Thaha: 132)

Ramadan adalah kesempatan besar untuk duduk bersama istri dan anak, mengikuti perkembangan mereka, memotivasi semangat mereka, ikut serta menjawab pertanyaan, dan melakukan amal saleh bersama-sama.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-17

Bersama Al-Quran

Dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata: “Aku dan saudara laki-lakiku duduk di suatu tempat yang seandainya aku memilikinya, aku rela ditukar dengan unta merah. Kami datang, dan ternyata sekelompok sahabat Rasulullah ﷺ sedang duduk di salah satu pintunya. Kami enggan memisahkan mereka, lalu kami duduk di suatu ruangan.” [[35]]

Tiba-tiba mereka membahas satu ayat Al-Qur’an, lalu berbeda pendapat hingga suara mereka meninggi. Rasulullah ﷺ keluar dengan wajah memerah karena marah, sambil melemparkan debu kepada mereka dan bersabda: “Pelan-pelan wahai kaum! Dengan beginilah umat-umat sebelum kalian binasa, karena perselisihan mereka terhadap para nabi mereka, dan saling menentang kitab suci. Sesungguhnya Al-Qur’an tidak diturunkan untuk saling mendustakan, melainkan saling membenarkan. Apa yang kalian ketahui, amalkan. Dan apa yang tidak kalian ketahui, kembalikanlah kepada ahlinya.”[[36]]

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Sesungguhnya Al-Qur’an memiliki petunjuk seperti petunjuk jalan. Apa yang kalian ketahui, berpeganglah padanya. Dan apa yang samar bagi kalian, serahkanlah kepada yang ahli.” [[37]]

Maknanya, kita tidak wajib berhenti pada setiap kata atau ayat yang tidak kita pahami dan berusaha mengetahuinya. Cukuplah pemahaman umum dari ayat-ayat tersebut. Jika memungkinkan membaca dari mushaf yang memiliki catatan pinggir yang menjelaskan makna kata-kata asing, maka itulah yang terbaik. Hal ini tidak akan memaksa pembaca memotong bacaan dan penghayatannya untuk melihat tafsir, cukup melihat catatan pinggir untuk memahami yang sulit dipahami.

Pertanyaan

Surat Al-Anbiya secara mendalam membahas berbagai manifestasi kekuasaan Allah atas ciptaan-Nya, kedekatan-Nya, dan cepat responnya kepada mereka. Sebutkan tiga manifestasi yang menunjukkan makna ini beserta ayat-ayat yang menjelaskannya.

Amal Saleh

Mungkin keadaan sebagian orang menghalangi mereka untuk duduk bersama istri dan anak-anak secara teratur dan melakukan pengawasan. Namun demikian, tetap ada waktu di mana seluruh keluarga berkumpul di bulan Ramadan, seperti saat berbuka dan sahur. Mari kita manfaatkan pertemuan ini untuk mengawasi anggota keluarga dan memotivasi semangat mereka.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-18

Bersama Al-Quran

Al-Qur’an adalah firman Allah kepada seluruh hamba-Nya. Dalam khitab (sapaan) ini terkandung pertanyaan-pertanyaan yang harus kita jawab, seperti firman-Nya:

﴿قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَصْبَحَ مَاۤؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَّأْتِيْكُمْ بِمَاۤءٍ مَّعِيْنٍ ࣖ ٣٠ ﴾ ( الملك/67: 30-30)

“Katakanlah, bagaimana pendapatmu jika airmu lenyap, siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bening kepadamu?” (QS Al-Mulk: 30). Jawabannya adalah: Allah Rabb semesta alam.

Dalam Al-Qur’an terdapat perintah-perintah yang harus segera kita laksanakan, seperti firman-Nya:

﴿سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ ١ ﴾ ( الاعلى/87: 1-1)

“Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi” (QS Al-A’la: 1), maka kita pun bertasbih. Di dalamnya juga terdapat pembicaraan tentang surga yang harus kita minta kepada Allah untuk memasukinya, dan pembicaraan tentang neraka yang karenanya kita berlindung kepada Allah.

Muhammad Iqbal bercerita: “Aku membaca Al-Qur’an setiap hari seusai salat subuh, ayahku melihatku. Ia selalu bertanya: ‘Apa yang kau lakukan?’ Aku menjawab: ‘Membaca Al-Qur’an’. Hal ini berlangsung selama tiga tahun berturut-turut, ia terus bertanya dan aku terus menjawab.

Suatu hari aku berkata kepadanya: ‘Kenapa kau selalu menanyakan pertanyaan yang sama, dan aku selalu menjawab sama, namun kau tetap mengulangi pertanyaan esok hari?’

Ayahku menjawab: ‘Aku hanya ingin mengatakan kepadamu: Wahai anakku, bacalah Al-Qur’an seolah-olah ia diturunkan untukmu.’

Sejak hari itu, aku mulai memahami Al-Qur’an dan mendekatinya. Dari cahayanya aku memperoleh apa yang kumiliki, dan dari mutiara-mutiaranya aku menyusun karya.” [[38]]

Pertanyaan:

Dalam Surah An-Nur, terdapat suatu kebenaran penting bahwa kita bergantung kepada Allah, bukan kepada diri sendiri. Setiap amal saleh yang kita lakukan hanyalah semata-mata karena anugerah-Nya, dan setiap perbuatan dosa yang tidak kita lakukan adalah semata-mata karena perlindungan-Nya. Sebutkan dua ayat dari surah ini yang menegaskan makna ini, beserta komentar singkat.

Amal Saleh:

Salah satu amal saleh terpenting yang hanya tersedia pada hari-hari puasa adalah “memberi berbuka puasa kepada orang yang berpuasa”. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang memberi berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala yang sama, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa.” [[39]]

Alangkah baiknya jika kita melakukan amal saleh ini, dan alangkah baiknya jika dilakukan untuk para fakir miskin.

 

◙ ◙ ◙

 

Ramadan Hari Ke-19

Bersama Al-Quran

Diriwayatkan dari Aisyah: Ada orang yang bertanya kepadanya, “Ada sekelompok orang yang membaca Al-Quran dalam satu malam (khatam) satu atau dua kali,” maka dia menjawab: “Mereka telah membaca, tetapi sebenarnya tidak membaca. Aku pernah berdiri bersama Rasulullah ﷺ pada malam tertentu, dimana beliau membaca Surah Al-Baqarah, Ali Imran, dan An-Nisa. Setiap kali melewati ayat yang menakutkan, beliau berdoa kepada Allah ﷺ dan memohon perlindungan. Dan setiap kali melewati ayat yang memberikan kabar gembira, beliau berdoa kepada Allah ﷺ dan meminta kepada-Nya.” [[40]]

Marilah kita melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Rasul kita, hati yang merespon aktif bersamaan dengan bacaan. Jika kita menemukan tempat (dalam bacaan) untuk bertasbih, maka bertasbihlah, jika menemukan tempat istighfar, maka beristighfarlah, jika menemukan tempat berdoa, maka berdoalah. Ketika menemui ayat-ayat tentang neraka, kita berlindung kepada Allah dari keburukannya, dan ketika menemui ayat-ayat tentang surga, kita pun merindukan dan memohon agar termasuk penghuninya.

Pertanyaan:

Surah An-Naml berbicara tentang Fir’aun yang melihat tanda-tanda nyata yang membuktikan kebenaran Musa, namun dia tidak beriman. Dalam surah yang sama, kita mendapati Ratu Saba’ melihat tanda-tanda nyata yang menunjukkan keesaan Allah, lalu dia pun beriman. Al-Quran telah menjelaskan sebab Fir’aun tidak beriman dan sebab Ratu Saba’ beriman. Sebutkan ayat-ayat yang menunjukkan hal tersebut.

Amal Saleh:

Memberi makan adalah pintu kebaikan yang besar yang dilupakan oleh banyak orang. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang tampak bagian dalamnya dari luar, dan bagian luarnya dari dalam. Seorang badui bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah penghuninya?’ Beliau menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang baik perkataannya, memberi makan, dan shalat malam sementara manusia sedang tidur.'” [[41]]

Marilah kita memberi makan kapan pun ada kesempatan kepada teman-teman kita sebagaimana para sahabat melakukannya. Ali berkata: “Sungguh, berkumpul dengan sekelompok saudara atas satu atau dua sha’ makanan lebih aku sukai daripada masuk ke pasar kalian lalu membeli seorang budak untuk dimerdekakannya.” [[42]]

 

◙ ◙ ◙

 

 

 

Ramadan Hari Ke-20

Bersama Al-Quran

Ketika kita banyak membaca Al-Quran, rutin setiap hari, membacanya dengan tartil, dari mushaf, dengan suara yang terdengar, memahami apa yang kita baca walau secara garis besar, dan hati merespon dengan pesan Qurani… maka hal ini akan membangkitkan perasaan, dan insya Allah akan datang momen-momen di mana kita tersentuh oleh satu atau beberapa ayat selama membaca. Sentuhan ini berarti masuknya cahaya ke dalam hati pada saat itu, dan bertambahnya keimanan di dalamnya… Lalu apa yang harus kita lakukan?!

Kita harus memanfaatkan kesempatan ini selama mungkin dengan mengulang-ulang ayat atau ayat-ayat yang memengaruhi kita, dan tidak berpindah ke ayat lain selama masih merasakan pengaruh tersebut. Jika perasaan sudah mereda dan pengaruhnya melemah, barulah kita beralih ke ayat-ayat lain sambil menunggu pengaruh baru.

Pertanyaan:

Rasa malu adalah akhlak mulia yang dicintai Allah, dan merupakan cabang dari iman serta buahnya. Akhlak ini termanifestasi dalam banyak contoh di dalam kisah Musa dengan dua gadis di Surah Al-Qashash… Sebutkan tiga manifestasi rasa malu dari kisah tersebut.

Amal Saleh:

Allah telah mewasiatkan kita dalam kitab-Nya dan melalui lisan Rasul-Nya untuk berbuat baik kepada tetangga: “Jibril senantiasa mewasiatiku tentang tetangga, hingga aku mengira dia akan membuatnya sebagai ahli waris.” [[43]]

Ramadan adalah kesempatan besar untuk melakukan amal mulia ini dan berlomba-lomba dalam berbuat baik kepada tetangga dalam berbagai bentuk.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-21

Bersama Al-Quran

Seandainya dikatakan kepadamu: “Kamu harus mengulang-ulang satu kalimat selama setengah jam,” bagaimana perasaanmu saat mengucapkannya? Apalagi jika dikatakan: “Ulangi selama satu atau dua jam…” Tentunya kamu akan merasa sangat jenuh, kesal, dan… Tahukah kamu – wahai saudaraku – bahwa Rasulullah ﷺ menghabiskan satu malam penuh – selama beberapa jam – mengulang satu ayat:

﴿اِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَاِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۚوَاِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَاِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ١١٨ ﴾ ( الماۤئدة/5: 118-118)

“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” [Al-Maidah: 118]. [[44]]

Beliau mengulangnya dengan sepenuh kehendak dan pilihannya sendiri karena makna ayat tersebut telah menguasai pikiran dan perasaannya.

Maka, marilah kita mengulang ayat yang memengaruhi kita saat membaca Al-Quran, dan ketahuilah bahwa semakin kita mengulangnya dalam keadaan tersentuh, maka hal itu berarti terus mengalirnya cahaya dan iman ke dalam hati; dan dengan demikian, kehidupan pun akan menyebar di dalamnya.

Pertanyaan:

Dalam Surah Ar-Rum dan Luqman, terdapat banyak ayat yang membahas bukti-bukti keberadaan Allah dan bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak memiliki sekutu, tandingan, pasangan, atau anak… Sebutkan lima bukti beserta ayat-ayat yang menunjukkannya.

 

 

Amal Saleh:

Termasuk kebiasaan Rasulullah ﷺ ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan adalah beri’tikaf di masjid dan bersungguh-sungguh dalam beribadah…

Marilah kita berusaha melakukan amalan mulia ini. Jika tidak mampu beri’tikaf sepenuhnya, lakukanlah i’tikaf sebagian. Alangkah baiknya jika dilakukan pada malam-malam ganjil, semoga kita mendapatkan limpahan rahmat malam Lailatul Qadar saat beri’tikaf di masjid.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-22

Bersama Al-Quran

Diriwayatkan dari Abbas bin Hamzah, dia berkata: “Aku masuk menemui Asma’ yang sedang membaca ayat:

﴿فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْنَا وَوَقٰىنَا عَذَابَ السَّمُوْمِ ٢٧ ﴾ ( الطور/52: 27-27)

‘Maka Allah memberi nikmat kepada kami dan menyelamatkan kami dari azab yang menyengat’ [Ath-Thur: 27].

Dia berhenti pada ayat tersebut, lalu mengulang-ulangnya dan berdoa. Hal ini berlangsung lama hingga aku pergi ke pasar, menyelesaikan keperluan, kemudian kembali, dan dia masih mengulang ayat itu sambil berdoa.” [[45]]

Mengulang-ulang ayat yang memengaruhi hati adalah cara yang luar biasa dalam membangun dan mengakarkan iman. Ini adalah metode Nabi ﷺ dan para sahabat mulia. Marilah kita mencontoh mereka agar dapat mendekat kepada mereka.

Contohlah mereka walau kau tak dapat menyamai mereka, sesungguhnya mencontoh orang-orang mulia adalah sebuah kemenangan.

Marilah kita bersungguh-sungguh membaca Al-Quran di hari-hari terakhir Ramadan dengan penuh pemahaman, tartil, dan tangisan. Marilah kita nantikan dengan penuh kerinduan momen-momen yang menyentuh hati agar kita dapat mengulang ayat, berdoa, dan menangis.

Pertanyaan:

Dalam Surah Fathir terdapat perintah Ilahi: “Wahai manusia, ingatlah nikmat Allah kepada kalian” [Fathir: 3], dan surah ini membahas banyak nikmat Allah kepada hamba-hamba-Nya. Sebutkan lima nikmat beserta ayat-ayat yang menunjukkannya.

 

Amal Saleh:

Berhati-hatilah dari percakapan dan perkataan, dan segala sesuatu yang memutus kekhusyukan kita kepada Allah saat kita beri’tikaf.

Ibnu Rajab berkata: “Hakikat i’tikaf adalah memutus hubungan dengan makhluk untuk terhubung dalam pengabdian kepada Sang Pencipta.”

Untuk saudari muslimah, ia dapat beri’tikaf di masjid rumahnya [[46]] berdasarkan pendapat Madzhab Hanafi yang membolehkannya. Hendaknya ia menyisihkan waktu untuk senantiasa berada di masjidnya dan menghadapkan diri kepada Allah.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-23

Bersama Al-Quran

Diriwayatkan dari Masruq, dia berkata: “Seorang laki-laki dari penduduk Makkah berkata kepadaku: ‘Ini adalah tempat saudaramu Tamim Ad-Dari. Sungguh, aku melihatnya berdiri satu malam hampir sampai pagi, membaca satu ayat dari kitab Allah, lalu ruku’, sujud, dan menangis:

﴿اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ اجْتَرَحُوا السَّيِّاٰتِ اَنْ نَّجْعَلَهُمْ كَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَوَاۤءً مَّحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۗسَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ ࣖࣖ ٢١ ﴾ ( الجاثية/45: 21-21)

“Apakah orang-orang yang berbuat kejahatan mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka sama dengan orang-orang yang beriman dan berbuat baik, baik dalam kehidupan maupun kematian mereka? Alangkah buruknya keputusan mereka!” [Al-Jatsiyah: 21].” [[47]]

Dan Abdullah bin Umar membaca Surah Al-Muthaffifin hingga sampai ayat:

﴿يَّوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ ٦ ﴾ ( المطفّفين/83: 6-6)

“Pada hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam” [Al-Muthaffifin: 6], lalu menangis hingga terjatuh dan tidak mampu melanjutkan bacaan setelah ayat tersebut.

Pertanyaan:

Sebutkan ayat yang mempengaruhi Anda selama membaca Al-Quran, dan makna keimanan apa yang tumbuh dalam diri Anda pada saat-saat terpengaruh tersebut.

 

 

 

Amal Saleh:

Muhammad Iqbal berkata: “Bergaullah dengan siapa pun dalam ilmu dan hikmah, namun engkau tidak akan pulang dengan sesuatu yang bermanfaat sampai engkau memiliki keluh kesah di waktu sahur.” [[48]]

Sungguh, keluh kesah kepada Allah memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam mendatangkan rahmat, menurunkan ketenangan, mengabulkan doa, dan menanamkan benih keikhlasan di dalam hati. Jika hal itu terjadi di waktu sahur (menjelang subuh), maka buahnya akan semakin nyata. Suatu ketika Daud bertanya kepada Jibril – semoga salawat dan salam Allah untuk keduanya – “Wahai Jibril, manakah malam yang paling utama?” Jibril menjawab: “Wahai Daud, aku tidak tahu, kecuali bahwa ‘Arsy bergetar di waktu sahur.” [[49]]

Dan Sufyan berkata: “Sesungguhnya Allah memiliki angin tersimpan di bawah ‘Arsy, yang berhembus di waktu sahur membawa keluh kesah dan istighfar.” [[50]]

Maka, apakah kita akan merintih kepada Allah di malam ini dan setiap malam?! Apakah kita akan mengingat dosa-dosa kita yang lalu dan bergegas ke mihrab di waktu sahur agar Allah mendengar rintihan kita, dan menulis surat permohonan maaf dan pengampunan dengan air mata kita?!

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-24

Bersama Al-Quran

Mempelajari ayat-ayat Al-Quran berarti mengenal ayat-ayat dari segala aspeknya, baik ilmu, hukum, makna iman, sebab turun, dan amalan yang ditunjukkannya. Abdullah bin Mas’ud berkata: “Seorang di antara kami, jika telah mempelajari sepuluh ayat, tidak akan melewatinya sampai ia mengetahui maknanya dan mengamalkannya.”

Jadikanlah ini kebiasaan kita ketika menghafal Al-Quran. Dalam bulan Ramadan, pilihlah satu surah yang akan kita mulai hafalkan dengan cara para sahabat, yaitu mengambil beberapa ayat, mempelajari isinya, mengenal amalan-amalan yang ditunjukkannya, dan tidak berpindah ke ayat lain kecuali setelah mengamalkan apa yang telah dipelajari. [[51]]

Pertanyaan:

Dalam kisah orang mukmin dari keluarga Fir’aun di Surah Ghafir, terlihat jelas betapa seorang da’i sangat peduli kepada kaumnya, ingin memberikan petunjuk, dan khawatir akan nasib mereka, serta menggunakan metode targhib (motivasi) sebelum tarhib (peringatan). Sebutkan tiga ayat yang menegaskan makna ini beserta komentar singkat.

Amal Saleh:

Umar bin Khathab berkata: “Setiap hari dikatakan: ‘Si Fulan telah meninggal,’ dan pasti akan tiba suatu hari di mana akan dikatakan: ‘Umar telah meninggal’.” [[52]]

Mayoritas orang yang ada di kubur meninggal secara tiba-tiba: entah di jalan saat berjalan, atau di antara keluarga dan teman, atau saat tidur di tempat tidur.

﴿اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ﴾ ( النساۤء/4: 78-78)

“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkanmu, meskipun kamu berada di benteng yang tinggi” [An-Nisa: 78].

Orang yang berbahagia adalah mereka yang mempersiapkan diri untuk pertemuan yang pasti ini (kematian).

Marilah kita memikirkan hal ini, dan mencari apa yang seharusnya kita lakukan sebelum kematian mengejutkan kita.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-25

Bersama Al-Quran

Tidak ada pertentangan antara mempelajari Al-Quran dan membacanya setiap hari, karena pembacaan harian akan meningkatkan iman, menghasilkan energi, dan menghidupkan hati. Sedangkan mempelajarinya akan menambah ilmu seseorang dan menunjukkannya pada amalan-amalan saleh yang mungkin sebelumnya tidak diketahui. Jaminan terpenting untuk melaksanakan amalan-amalan tersebut adalah keberadaan energi dan dorongan yang dihasilkan dari pembacaan harian dengan pemahaman, tartil, dan kekhusyukan.

Abdullah bin Umar berkata: “Sungguh kami pernah mengalami suatu masa di mana salah seorang dari kami didatangi iman sebelum Al-Quran, dan suatu surat diturunkan kepada Muhammad ﷺ, maka dia mempelajari halal-haramnya, perintah dan larangannya, serta apa yang perlu diperhatikan darinya (Al-Quran).” [[53]]

Pertanyaan:

Dalam surat Asy-Syura, tampak jelas manifestasi kehendak dan ketetapan Allah yang berlaku di alam semesta, bahwa apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi. Sebutkan tiga manifestasi dari makna ini beserta ayat-ayat yang menunjukkannya.

Amalan Saleh:

Ingatlah mereka yang telah meninggal dari kerabat, teman, dan kenalan kita, dan bayangkan apa impian mereka seandainya kembali ke dunia. Catatlah impian-impian itu dan cobalah kita laksanakan untuk diri sendiri agar kelak tidak menyesal di saat penyesalan tidak lagi berguna.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-26

Bersama Al-Quran

Aisyah berkata: “Ketika ayat ini turun kepada Nabi

﴿اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ ١٩٠ ﴾ ( اٰل عمران/3: 190-190)

“Dan sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” [Ali Imran: 190],

Beliau berdiri untuk shalat. Kemudian Bilal datang untuk mengajaknya shalat, dan melihatnya menangis. Bilal berkata: ‘Wahai Rasulullah, engkau menangis padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?’ Beliau menjawab: ‘Mengapa aku tidak menjadi hamba yang bersyukur? Sungguh malam ini telah turun kepadaku satu ayat, celakalah orang yang membacanya tanpa memikirkannya: Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal [Ali Imran: 190].” [[54]]

Pertanyaan:

Dalam surat Al-Ahqaf, terdapat ayat-ayat yang menjelaskan keadaan sekelompok jin ketika mendengarkan Al-Quran, dan bagaimana mereka segera kembali kepada kaumnya untuk menggambarkan Al-Quran. Sebutkan dua sifat dari sifat-sifat mereka sebagaimana yang ditunjukkan oleh ayat-ayat tersebut.

Amalan Saleh:

Kita selalu membutuhkan saat-saat untuk introspeksi diri di sepanjang perjalanan hidup ini. Kita menghitung amal perbuatan yang telah lalu, menghitung dosa-dosa dan kekurangan, kemudian segera bertobat kepada Allah.

Perhitungan amal akan menjadi ringan di hari Kiamat bagi orang-orang yang teliti menghitung diri mereka di dunia. Marilah kita menjadi bagian dari mereka dan perbanyak sesi-sesi dimana kita menyendiri untuk mengoreksi diri, karena mengetahui penyakit dan mengakuinya adalah separuh dari pengobatan, dan penyesalan adalah inti dari tobat.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-27

Bersama Al-Quran

Al-Quran adalah sarana terbaik untuk meningkatkan cinta kepada Allah dalam hati. Rasulullah ﷺ bersabda: “Ketahuilah, barangsiapa merindukan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung, hendaklah ia mendengarkan firman Allah. Sesungguhnya perumpamaan Al-Quran adalah seperti bungkus misik (minyak wangi), kapan pun engkau membukanya, semerbak harumnya.” [[55]]

Di antara cara menumbuhkan cinta kepada Allah melalui Al-Quran adalah dengan menelusuri ayat-ayat yang berbicara tentang manifestasi cinta Allah kepada hamba-Nya, yang tercermin dalam:

  • Keberlangsungan nikmat-Nya.
  • Dukungan-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
  • Menundukkan alam semesta untuk mereka.
  • Luasnya ampunan dan rahmat-Nya.
  • Kelemahlembutan dan perlindungan-Nya.
  • Memberi tangguh kepada para pendosa.
  • Sapaan-Nya yang penuh kasih dan menenangkan kepada hamba-Nya.

Alangkah baiknya jika kita menelusuri manifestasi-manifestasi ini selama membaca Al-Quran, dan bersungguh-sungguh dalam meresponsnya dengan hati.

Pertanyaan:

Sebutkan lima manifestasi cinta Allah kepada hamba-Nya beserta ayat-ayat yang menunjukkannya melalui pembacaan Al-Quran.

 

 

 

Amalan Saleh:

Terdapat banyak bidang untuk melakukan koreksi diri yang mencakup seluruh aspek kehidupan seorang Muslim. Kita perlu berhenti di setiap aspek dan mengidentifikasi kekurangan untuk dapat segera memperbaikinya.

Aspek-aspek tersebut adalah:

  1. Ibadah anggota badan seperti shalat, puasa, dan amalan-amalan saleh fisik.
  2. Ibadah hati seperti syukur, sabar, dan ridho.
  3. Dosa-dosa anggota badan seperti kelalaian dalam shalat, pandangan yang tidak terkendali, ghibah, dan namimah.
  4. Dosa-dosa hati seperti hasad, kesombongan, dan bangga diri.
  5. Hak-hak orang lain seperti hak orang tua, istri, dan anak-anak.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-28

Bersama Al-Quran

Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Sesungguhnya Al-Quran ini telah dibaca oleh para budak dan anak-anak yang tidak memahami takwilnya, dan mereka tidak mendatangi perkara dari akarnya. Allah berfirman:

﴿كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ ٢٩ ﴾ ( ص/38: 29-29)

“Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh berkah agar mereka menyelami ayat-ayat-Nya, dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran” [Sad: 29].

Tidak dinamakan sebagai penghayatan terhadap ayat-ayatnya kecuali dengan mengikuti ilmunya. Demi Allah, (interaksi Al-Quran) bukan hanya dengan menjaga (pengucapan) huruf-hurufnya dan (takut) melanggar batas-batas (hukum bacaan). Bahkan salah seorang di antara mereka berkata: ‘Demi Allah, aku telah membaca Al-Quran seutuhnya dan tidak ada satu huruf pun yang kulewatkan.’ Padahal, demi Allah, dia telah melewatkan semuanya. Al-Quran tidak tampak padanya dalam perilaku dan perbuatan (kesehariannya).

Salah seorang di antara mereka berkata: ‘Demi Allah, aku membaca satu surat dalam sekali tarikan napas.‘ Dijawab: Sungguh mereka bukanlah para pembaca, bukan pula ulama, dan bukan pula orang-orang wara’. Kapankah para pembaca mengatakan hal semacam ini?! Semoga Allah tidak memperbanyak orang-orang semacam mereka di antara (kita) manusia.” [[56]]

Pertanyaan:

Perlakuan sesuai dengan tingkat pengetahuan… Kaidah ini tampak jelas dalam hubungan kita dengan Allah Yang Maha Mulia. Kita tidak memperlakukan-Nya sebagaimana yang layak bagi keagungan-Nya karena kita tidak mengenal-Nya. Sebutkan satu ayat dari surat Al-Hasyr yang menegaskan makna ini.

Amalan Saleh:

Hakikat syukur adalah perasaan terima kasih kepada Pemberi Nikmat.

Allah telah menganugerahi dan mengutamakan kita dengan nikmat-nikmat yang tidak terhitung dalam bulan ini. Jika kita ingin meningkatkan rasa syukur kita kepada-Nya, marilah kita mulai dengan mengingat nikmat-nikmat Allah atas kita selama bulan ini. Alangkah baiknya jika kita menuliskan nikmat-nikmat ini dan mengajak serta pasangan serta anak-anak kita.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-29

Bersama Al-Quran

Seorang laki-laki Arab singgah pada Amir bin Rabiah, yang kemudian memuliakan tamunya. Rasulullah ﷺ berbicara tentangnya, lalu laki-laki itu datang dan berkata: “Saya meminta kepada Rasulullah ﷺ sebidang lembah, tidak ada lembah di Arab yang lebih utama darinya. Saya ingin menghadiahkan sebagian lembah ini untukmu dan keturunanmu sepeninggalmu.”

Amir menjawab: “Tidak ada keperluan bagiku dengan pemberianmu. Hari ini telah turun satu surat yang membuat kami terlupa dari dunia:

﴿اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَ ۚ ١ ﴾ ( الانبياۤء/21: 1-1)

“Dan telah dekat perhitungan manusia, sedang mereka dalam kelalaian berpaling” [Al-Anbiya: 1] [[57]]

Beginilah sikap mereka terhadap Al-Quran… dan beginilah pengaruh Al-Quran terhadap mereka.

Pertanyaan:

Dalam surat Al-Mulk terdapat banyak ayat yang memperkenalkan Allah Yang Maha Kuasa dan bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sebutkan tiga manifestasi yang menegaskan makna ini beserta ayat-ayat yang menunjukkannya.

Amal Saleh:

Di antara wujud syukur adalah:

  • Sujud syukur.
  • Memuji dan mensyukuri Allah atas nikmat-Nya.
  • Memperbanyak pujian kepada Allah.
  • Mengeluarkan zakat fitrah sebagai rasa terima kasih kepada Allah yang telah memudahkan kita untuk berpuasa, melakukan qiyam, dan melaksanakan berbagai amalan saleh lainnya.

 

◙ ◙ ◙

 

 

Ramadan Hari Ke-30

Bersama Al-Quran

Mari kita terus membaca Al-Quran setelah Ramadan dengan cara yang sama seperti yang kita lakukan selama Ramadan, karena Al-Quran adalah hujan rahmat bagi hati kita. Jika kita ingin hati ini memiliki kehidupan sejati, maka kita hanya perlu membiarkannya senantiasa terkena hujan yang penuh berkah ini.

Dalam hadits disebutkan: “Perumpamaan Al-Quran dan manusia bagaikan tanah dan hujan. Ketika tanah mati dan gersang, Allah menurunkan hujan, maka tanah pun bergetar. Kemudian diturunkan hujan lebat, tanah makin bergetar dan subur. Kemudian terus-menerus diturunkan hujan ke lembah-lembah hingga tanah menumbuhkan benih, tanaman tumbuh, dan Allah mengeluarkan segala perhiasan dan sumber kehidupan manusia dan binatang. Demikian pula Al-Quran terhadap manusia.” [[58]]

Semua itu – wahai saudaraku yang tercinta – akan terwujud dengan izin Allah jika kita memperlakukan Al-Quran dengan baik dan memperbanyak pertemuan dengannya.

Pertanyaan:

Allah berfirman:

﴿اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَۙ ٢٧ لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَۗ ٢٨ ﴾ ( التكوير/81: 27-28)

“Ia tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam, bagi siapa di antara kamu yang menghendaki kelurusan” [At-Takwir: 27-28].

Dalam dua ayat ini terdapat beberapa sifat Al-Quran dan syarat pokok untuk memanfaatkannya. Jelaskan hal itu.

Amal Saleh:

Perbanyaklah istighfar (memohon ampunan). Mungkin kita telah terpesona dengan beberapa amalan kita selama bulan ini, mungkin kita telah lalai dalam beberapa amalan, dan mungkin kita telah berprasangka baik pada diri sendiri, lupa bahwa Allah adalah sumber segala kebaikan yang kita lakukan.

Ingatlah bahwa istighfar setelah ketaatan adalah kebiasaan orang-orang saleh:

﴿ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ﴾ ( البقرة/2: 199-199)

“Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang (banyak) dan mohonlah ampun kepada Allah” [Al-Baqarah: 199].

 

 

Setelah itu…

Wahai saudaraku…

Meskipun Ramadan telah berlalu, Allah tetap bersama kita di Ramadan dan di luar Ramadan:

﴿ وَاللّٰهُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى ٧٣ ﴾ ( طٰهٰ/20: 73-73)

“Allah adalah sebaik-baik dan kekal” [Thaha: 73].

Meskipun Ramadan telah berlalu, Al-Quran masih ada di antara kita.

Yang terpenting dari catatan-catatan ini adalah kita dapat berinteraksi dengan Al-Quran dengan cara baru yang membuat kita dapat merasakan manisnya iman melaluinya, sehingga kemanisan ini menjadi penghibur terbesar atas kepergian Ramadan.

Marilah kita tekun membaca Al-Quran setiap hari – apa pun keadaan kita – dengan penuh pemahaman, kekhusyukan, dan tartil – sebagaimana kita terbiasa di Ramadan. Marilah kita mengulang ayat yang menyentuh perasaan kita untuk menambah keimanan, agar aliran kehidupan terus mengalir ke dalam hati kita, dan kita terus berjalan menuju Allah dengan hati-hati yang hidup:

﴿وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ ٤٢ ﴾ ( النجم/53: 42-42)

“Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)” [An-Najm: 42].

 

Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada kami, dan kami tidak akan mendapat petunjuk tanpa pertolongan Allah.

 

 

[[1]] Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam kitab Qadha wa Qadar (no. 389) dan dalam kitab Az-Zuhd (no. 974). Hadis ini juga memiliki riwayat serupa dari Ibnu Abi Syaibah dan Al-Hakim dengan lafaz yang mendekati.

[[2]] Tirmidzi dalam Doa-doa, bab Keutamaan Tobat dan Memohon Ampunan (no. 3540)

[[3]] Diriwayatkan oleh Ahmad (37/82, no. 22397), Al-Baghawi dalam Syarh As-Sunnah (16/15, no. 4224), dan Abu Dawud dalam Sunan-nya (6/355, no. 4297) dengan lafaz ini, dari Tsauban secara marfu’.

[[4]] Al-Bukhari (no. 1351) dan dicantumkan oleh Ibnu Al-Mubarak dalam Az-Zuhd wa Ar-Raqaiq (1/401, no. 1142).

[[5]] Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam kitab Tsiwab Al-Qur’an, bab tentang keutamaan Al-Qur’an (5/172, no. 2906), dan oleh Ad-Darimi (2/235, no. 2331).

[[6]] Diriwayatkan juga dalam Musnad Al-Bazzar (7/226, no. 2799), An-Nasa’i (7/265, no. 7979), Al-Mustadrak (4/478, no. 8330), dan dalam Ihya Ulumiddin (1/290).

[[7]] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 6534) dengan sedikit perbedaan lafaz, dan oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq (7/138), dengan lafaz dari riwayat ini.

[[8]] Disebutkan oleh As-Sam’ani dalam tafsirnya (4/119) dan oleh Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis (halaman 101).

[[9]] Sebagian dari hadits Al-Harits Al-Asy’ari, diriwayatkan oleh Ahmad (28/404, no. 17170), At-Tirmidzi (5/148, no. 2863), Ibnu Khuzaimah (3/195, no. 1895), dan Ibnu Hibban (14/124, no. 6233).

[[10]] Disebutkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Az-Zakah (2/115, no. 1442) dan oleh Muslim dalam kitab Az-Zakah (2/700, no. 1010).

[[11]] Shahih Ibnu Hibban (2/182, no. 440), dan At-Targhib wa At-Tarhib karya Al-Mundhiri (3/343).

[[12]] Hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan oleh Imam Ahmad (22/162, no. 14260), Ibnu Hibban (7/222, no. 2956), dan juga terdapat riwayat serupa dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan yang lainnya.

[[13]] Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 969), Abu Dawud (no. 3098), dan Ibnu Majah (no. 1442).

[[14]] Fadha’ilul Qur’an karya Abu Ubaid (hal. 157).

[[15]] Miftah Dar As-Sa’adah karya Ibnu Qayyim (1/553-554), dan atsar ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (2/256, no. 8733) serta Al-Marwazi dalam Mukhtashar Qiyam Al-Lail (1/132).

Ad-Daqal: kurma yang berkualitas rendah.

[[16]] Miftah Dar As-Sa’adah karya Ibnu Qayyim (1/553).

[[17]] Musnad Ahmad (24/387, no. 15623), Sunan Abi Dawud (2/461, no. 1287), As-Sunan Al-Kubra (3/69, no. 4907), Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir (20/442), dan Ibnu Abdi Al-Hakam dalam Futuh Mishr (hal. 296).

[[18]] Diriwayatkan oleh Abu Ya’la (no. 4365) dengan lafaz ini, dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath (no. 5940) secara ringkas.

[[19]] Sunan Abi Dawud (2/38, no. 1332), As-Sunan Al-Kubra karya An-Nasa’i (7/289, no. 8038, cet. Ar-Risalah), Shahih Ibnu Khuzaimah (2/190, no. 1162), dan At-Tamhid (23/318).

[[20]] Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani (12/453), Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (6/348), serta At-Targhib wa At-Tarhib karya Al-Mundhiri (3/265) dengan lafaz ini.

[[21]] Disebutkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Qadha’ Al-Hawaij (1/97, no. 115).

[[22]] Musannaf Abdur Razzaq (3/369, no. 5999), dan Al-Jami’ Ash-Shaghir (no. 3044).

[[23]] Dinisbatkan oleh Al-Ghafiqi dalam Lamahat Al-Anwar (1/287) kepada Ishaq bin Ibrahim dalam kitab An-Nashaih. Al-Hush: tempat buang hajat, yang terdapat najis dan kotoran.

[[24]] Diriwayatkan oleh Ahmad (no. 1674), Al-Bazzar (no. 1032), dan Abu Ya’la (no. 849).

[[25]] Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani (7/11, no. 10852), Abu Nu’aim dalam Hilyah Al-Awliya’ (4/19) dengan sedikit perbedaan lafaz, dan tercantum dalam Al-Jami’ Ash-Shaghir (no. 3298).

[[26]] Dalam Hilyah Al-Awliya’ (3/64) dengan lafaz ini, Al-Mu’jam Al-Awsath (6/208, no. 6205), dan Syu’ab Al-Iman (3/456, no. 1958) dengan lafaz: Ibnu Abbas berkata, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya: Siapakah orang yang terbaik bacaannya?” Beliau menjawab: ‘Orang yang jika membaca, kamu merasa bahwa ia takut kepada Allah Azza wa Jalla.’”

[[27]] Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1/424, no. 1337) dan Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra (10/391, no. 21058).

[[28]] Disebutkan oleh Al-Ghafiqi dalam Lamahat Al-Anwar (no. 566).

[[29]] Diriwayatkan juga oleh Al-Bukhari (2/4, no. 2738) dan Muslim (3/1250, no. 1627) dengan lafaz Muslim.

[[30]] Muslim (3/1250, no. 1627)

[[31]] Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1342) dengan sedikit perbedaan dan secara ringkas, Ad-Darimi (no. 3544) dengan lafaz ini, dan Al-Hakim (no. 2125) dengan sedikit perbedaan.

[[32]] Tercantum dalam Faidhul Qadir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir (6/185, no. 8744), Hilyah Al-Awliya’ (7/209), dan At-Targhib fi Fadha’il Al-A’mal karya Ibnu Syahin (1/67, no. 191).

[[33]] Diriwayatkan dalam Shahih Muslim (1/545, no. 792) dan Al-Bukhari (6/196, no. 5024).

[[34]] Dalam Shahih Al-Bukhari, kitab Jumat, bab tentang desa dan kota (no. 893), dan dalam Shahih Muslim, kitab Imarah, bab keutamaan imam yang adil (no. 1829).

[[35]] Artinya: di sisi atau di bagian tertentu.

[[36]] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (11/304, no. 6702), dengan asalnya terdapat dalam Shahih Muslim.

[[37]] Tercantum dalam Fadhailul Qur’an karya Al-Qasim bin Sallam (1/99).

[[38]] Rawa’i’ Iqbal karya Abu Al-Hasan An-Nadwi (hal. 39).

[[39]] Musnad Ahmad (36/10, nomor: 21676), Ibnu Majah (1/555, nomor: 1746), dan At-Tirmidzi (2/163, nomor: 807).

[[40]] Musnad Ahmad (nomor: 24609), Abu Ya’la (nomor: 4842), dan Al-Baihaqi (nomor: 3839).

[[41]] Diriwayatkan oleh Ahmad (jilid 2, halaman 449, nomor: 1338), dan Ibnu Khuzaimah (jilid 3, halaman 306, nomor: 2136).

[[42]] At-Targhib wa At-Tarhib karya Al-Mundziri (jilid 2, halaman 38).

[[43]] Shahih Al-Bukhari (jilid 10, halaman 8, nomor: 6015). Shahih Muslim (jilid 4, halaman 2025, nomor: 2625).

[[44]] Musnad Ahmad (jilid 35, halaman 256, nomor: 21328). Fadha’ilul Qur’an karya Al-Qasim bin Salam (jilid 1, halaman 144).

[[45]] Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (jilid 2, halaman 25, nomor: 6037), dan dalam kitab At-Tibyan fi Adab Hamalat Al-Qur’an (jilid 1, halaman 85).

[[46]] Masjid al-Bayt yang dimaksud adalah tempat yang dikhususkan oleh seseorang di rumah untuk shalat. Sebaiknya, tempat ini tetap dan cukup untuk memenuhi kebutuhan shalatnya.

[[47]] Al-Mu’jam Al-Kabir (jilid 2, halaman 50, nomor: 1250), dan dalam kitab Fadha’ilul Qur’an karya Abu Ubaid (halaman: 145).

[[48]] Rawai’ Iqbal karya An-Nadwi (halaman: 46).

[[49]] Az-Zuhd karya Ahmad bin Hanbal (nomor: 365).

[[50]] Disebutkan oleh Ibnu Al-Jauzi dalam kitab Al-Mudhish (halaman: 432, Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, Beirut).

[[51]] Dengan karunia Allah, pembahasan tentang topik ini telah dijelaskan secara rinci dalam buku saya, Ghurbatul Qur’an: Ath-Thariq Al-Wahid (Keterasingan Al-Qur’an: Satu-Satunya Jalan).

[[52]] Syarh Risalah Al-Mustarsyidin karya Al-Harith Al-Muhasibi, yang telah dijelaskan oleh Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah (semoga Allah merahmatinya).

[[53]] Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak (jilid 1, halaman 35), dan ia berkata: “Hadis ini sahih berdasarkan syarat Al-Bukhari dan Muslim.” Dalam kitab Syarh Musykil Al-Atsar (jilid 4, halaman 84, nomor: 1453).

[[54]] Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (jilid 2, halaman 386, nomor: 620).

[[55]] Diriwayatkan oleh Ad-Dailami dalam kitab Musnad Al-Firdaus (jilid 1, halaman 138).

[[56]] Al-Hawadith wa Al-Bida’ karya At-Tartushi (halaman 209, 210).

[[57]] Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Al-Hilyah (jilid 1, halaman 179).

[[58]] Kanzul ‘Ummal (jilid 1, halaman 549, nomor: 2458). Al-Firdaus bi Ma’thuril-Khitab (jilid 4, halaman 139).

Facebook Comments Box

Artikel Terjkait

PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 03 DARI 16
PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 04 DARI 16
PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 02 DARI 16
PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 01 DARI 16
PENYAKIT DAN OBATNYA
PENYEMBUHAN ORANG SAKIT Dalam Masalah-masalah Takdir, Qada, Hikmah, dan Alasan
PERJALANAN IMAN BERSAMA PRIA DAN WANITA YANG MASUK ISLAM
Pertengahan dalam Apa yang Dikatakan tentang Maulid Nabi antara Berlebihan dan Mengabaikan
Berita ini 5 kali dibaca

Artikel Terjkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:27 WIB

PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 03 DARI 16

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:26 WIB

PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 04 DARI 16

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:25 WIB

PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 02 DARI 16

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:24 WIB

PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 01 DARI 16

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:23 WIB

PENYAKIT DAN OBATNYA

Artikel Terbaru

Fikih

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:02 WIB

Fikih

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:46 WIB

Ibadah

Istiqomah Pasca Ramadhan

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:30 WIB

Dakwah

Ujian: Surat Cinta yang Mengajak Kembali ke Pelukan Ilahi

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:25 WIB

Dakwah

Rahasia Terbukanya Pintu Rahmat

Rabu, 25 Mar 2026 - 14:45 WIB