Topeng Kewibawaan Semu

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibnu Hazm
“اسْتِعْظَامُ الصَّغَائِرِ، وَالْعُبُوسُ، وَقِلَّةُ التَّبَسُّطِ: سُتُورٌ اتَّخَذَهَا جُهَّالٌ جَدَّتْ بِهِمُ الدُّنْيَا؛ لِيُوَارُوا بِهَا جَهْلَهُمْ”
​”Sikap menganggap besar hal sepele, bermuka masam, dan kurangnya bergaul adalah tirai-tirai yang dibuat oleh orang-orang bodoh yang diberi kekuasaan oleh dunia untuk menutupi kebodohan mereka.”
​— al-Akhlaq wa as-Siyar (1/76)

Ibnu Hazm, seorang ulama Andalusia, sedang membongkar psikologi orang yang tidak kompeten (bodoh) namun mendadak mendapatkan jabatan atau kekayaan.
1. Rasa Insecure (Tidak Aman)
Orang yang berilmu dan kompeten biasanya rendah hati dan santai (luwes) karena mereka percaya diri dengan kemampuannya. Sebaliknya, orang bodoh yang “diangkat oleh dunia” (mendapat kekuasaan/harta tiba-tiba) merasa insecure. Mereka takut ketahuan bahwa aslinya mereka kosong dan tidak mampu.
2. Tiga Taktik Manipulasi
Untuk menutupi kekurangan akal dan ilmu tersebut, mereka memasang “Tirai” atau benteng pertahanan:
A. Membesar-besarkan masalah sepele: Agar terlihat sibuk, teliti, dan “perfeksionis”, padahal aslinya tidak bisa membedakan mana prioritas mana yang remeh.
B. Bermuka masam (Angker): Agar orang lain takut dan segan, sehingga tidak ada yang berani bertanya atau menguji kemampuannya.
C. Kurang bergaul (Menutup diri): Menghindari interaksi santai agar orang tidak melihat kedangkalan cara berpikirnya.
Intinya: Sikap kaku, galak, dan mempersulit keadaan seringkali bukan tanda wibawa, melainkan kamuflase untuk menutupi ketidakmampuan.

 

Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala

Artikel Terjkait

Jembatan Maaf: Kunci Ampunan Ilahi
Anatomi Kejatuhan: Seni Memotong Rantai Kebiasaan Buruk
Sifat Pecinta Sejati (Al-Muhibb As-Shadiq)
Hati Adalah Mata Air: Menelusuri Akar Perilaku dan Lisan
MENJAGA JEMARI DI ERA DIGITAL
Memperbaiki Diri Sebelum Menilai Orang Lain
Ramadhan dan Empati yang Disengaja di Dunia Digital
Benih Kedamaian dalam Tegur Sapa
Berita ini 9 kali dibaca

Artikel Terjkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 20:14 WIB

Jembatan Maaf: Kunci Ampunan Ilahi

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:31 WIB

Anatomi Kejatuhan: Seni Memotong Rantai Kebiasaan Buruk

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:14 WIB

Topeng Kewibawaan Semu

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:05 WIB

Sifat Pecinta Sejati (Al-Muhibb As-Shadiq)

Senin, 2 Maret 2026 - 00:24 WIB

Hati Adalah Mata Air: Menelusuri Akar Perilaku dan Lisan

Artikel Terbaru

Fikih

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:02 WIB

Fikih

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:46 WIB

Ibadah

Istiqomah Pasca Ramadhan

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:30 WIB

Dakwah

Ujian: Surat Cinta yang Mengajak Kembali ke Pelukan Ilahi

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:25 WIB

Dakwah

Rahasia Terbukanya Pintu Rahmat

Rabu, 25 Mar 2026 - 14:45 WIB