Gerhana adalah tanda kebesaran Allah. Bukan sekadar fenomena alam, tetapi momen untuk kembali tunduk dan memperbanyak istighfar.
Allah Taโala berfirman:
๏ดฟ ููู ูุง ููุฑูุณููู ุจูุงููุขููุงุชู ุฅููููุง ุชูุฎููููููุง ๏ดพ
“Dan tidaklah Kami mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti (agar manusia kembali kepada Allah).โ
(QS. Al-Israโ: 59)
๐ Tata Cara Ringkas Shalat Gerhana :
Shalat Gerhana dilakukan dua rakaat, setiap rakaat memiliki dua rukuk.
๐น Rakaat Pertama :
1. Takbiratul ihram.
2. Membaca Al-Fatihah dan surat panjang.
3. Rukuk pertama (dipanjangkan).
4. Bangkit membaca Samiโallahu liman hamidah, lalu membaca Al-Fatihah dan surat lagi.
5. Rukuk kedua (lebih pendek).
6. Bangkit, lalu sujud dua kali.
๐น Rakaat Kedua :
Dilakukan sama seperti rakaat pertama, kemudian tasyahud dan salam.
๐ Sunnah-sunnahnya :
* Memanjangkan bacaan, rukuk, dan sujud.
* Dilaksanakan berjamaah.
* Tanpa adzan dan iqamah.
* Setelah shalat, disunnahkan khutbah satu kali berisi nasihat dan ajakan taubat.
Gerhana adalah peringatan lembut dari langit.
Siapa yang segera berdiri menghadap Allah, dialah yang menangkap pesannya.
Semoga setiap momen ini menjadi sebab bertambahnya khusyuk kita, dan Ramadhan kali ini benar-benar meninggalkan jejak perubahan dalam hidup kita.
Aamiin.
Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I
Sumber: Saluran Whatsapp : Agus Dwiyanto Nugroho







