Puasa bukan hanya menahan lapar.
Puasa adalah momentum memperbanyak ibadah dan membersihkan jiwa.
Di antara sunnah yang sangat ditekankan adalah :
1. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.
Allah Ta’ala berfirman :
﴿ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ ﴾
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Dalam Lathā’if al-Ma‘ārif, Imam Ibnu Rajab Al-Hambali menyebutkan bahwa para salaf ketika masuk Ramadhan lebih fokus kepada Al-Qur’an dan mengurangi aktivitas lainnya.
Ramadhan tanpa Qur’an maka kehilangan ruhnya.
2. Memperbanyak Sedekah
Rasulullah ﷺ adalah manusia paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma :
“كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ”
“Rasulullah ﷺ adalah manusia paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”
(HR. Sahih al-Bukhari no. 6; Sahih Muslim no. 2308)
Sedekah di bulan ini menyempurnakan pahala puasa dan membersihkan hati dari cinta dunia.
3. Menjaga Lisan dan Akhlak
Puasa bukan hanya menahan makan.
Ia menahan marah, ghibah, dan ucapan sia-sia.
Rasulullah ﷺ bersabda :
“مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ”
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Sahih al-Bukhari no. 1903)
Puasa yang sah menahan lapar. Puasa yang sempurna menahan dosa.
Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan.
Jangan biarkan puasa hanya menggugurkan kewajiban. Biarlah ia menjadi jalan menuju ketakwaan.
Ya Allah, terimalah puasa dan qiyam kami, jadikan kami termasuk orang-orang bertakwa, dan ampunilah kami wahai Rabb semesta alam.
Aamiin.
Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I
Sumber: Saluran Whatsapp : Agus Dwiyanto Nugroho







