Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ia adalah ibadah dengan adab, sunnah, dan kesempurnaan.
Di antara amalan sunnah dalam berpuasa yang penting untuk kita lakukan agar mendapatkan kesempurnaan pahala sebagai berikut :
1. Makan Sahur
Rasulullah ﷺ bersabda :
“تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً”
“Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari no. 1923; HR. Muslim no. 1099)
Makan sahur menyiapkan tubuh dan jiwa agar puasa dijalani dengan kuat dan penuh kesadaran, sekaligus menjadi sarana keberkahan dari Allah.
2. Mengakhirkan Sahur
Rasulullah ﷺ bersabda :
“لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ وَأَخَّرُوا السُّحُورَ”
“Umatku akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.” (HR. Ahmad, no. 8787; hadits hasan)
Mengakhirkan sahur hingga mendekati Subuh menjaga kekuatan fisik sekaligus menunjukkan kesungguhan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
3. Menyegerakan Berbuka
Rasulullah ﷺ bersabda :
“لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ”
“Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Abu Dawud, no. 2356; hadits hasan)
Segera berbuka ketika matahari telah terbenam adalah bentuk syukur sekaligus kepatuhan terhadap tuntunan syariat.
4. Berbuka dengan Kurma atau Air
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتَمَرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Rasulullah ﷺ berbuka dengan beberapa kurma basah sebelum shalat. Jika tidak ada, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada, beliau meneguk beberapa teguk air. (HR. Abu Dawud, no. 2357; hadits hasan)
Berbuka dengan sederhana mengajarkan syukur dan meneladani kesederhanaan Nabi ﷺ.
5. Do’a Saat Berbuka
Disunnahkan membaca do’a berbuka :
“ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ”
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insyaAllah.” (HR. Abu Dawud, no. 2357; hadits hasan)
Doa ini menutup puasa dengan syukur dan kesadaran pahala dari Allah.
Puasa yang sah adalah kewajiban.
Puasa yang mengikuti sunnah adalah kesempurnaan.
Menghidupkan sunnah menegaskan ittiba’ Nabi ﷺ, menyentuh hati, dan membawa keberkahan lahir-batin.
Semoga Allah menerima puasa kita, menjadikannya mulia, dan meningkatkan ketakwaan kita…
Aamiin.
Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I







