Lailatul Qadar adalah malam yang sangat agung.
Malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Namun sering muncul pertanyaan di tengah kaum muslimin:
Apakah Lailatul Qadar memiliki tanda-tanda tertentu?
Para ulama menjelaskan bahwa ada beberapa tanda yang disebutkan dalam hadits-hadits shahih, namun tanda tersebut sering diketahui setelah malam itu berlalu, bukan ketika malam itu sedang berlangsung.
1. Malam yang Tenang, Tidak Panas dan Tidak Dingin
Rasulullah ﷺ menggambarkan kondisi malam tersebut penuh ketenangan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيحَتَهَا ضَعِيفَةً حَمْرَاءَ”
“Lailatul Qadar adalah malam yang tenang dan lapang, tidak panas dan tidak dingin. Matahari pada pagi harinya terbit dalam keadaan lemah dan kemerahan.”
(HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih Ibnu Khuzaimah no. 2192; Derajat hadits: Hasan, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib no. 3688).
2. Matahari Terbit Tanpa Sinar Terik
Ini adalah tanda yang paling shahih dan paling jelas dalam hadits.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَتِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا”
“Tandanya adalah matahari pada pagi harinya terbit putih tanpa sinar yang menyilaukan.”
(HR. Muslim no. 762)
3. Malam Dipenuhi Ketenangan dan Kedamaian
Hal ini juga disebutkan dalam Al-Qur’an.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴾
“Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.”
(QS. Al-Qadr: 5)
Para ulama menjelaskan bahwa malam itu dipenuhi ketenangan, rahmat, dan keberkahan, karena turunnya para malaikat.
Imam Ibnu Katsir رحمه الله berkata:
“Maknanya malam itu dipenuhi keselamatan dari segala keburukan dan dipenuhi kebaikan serta keberkahan.”
(Tafsir Ibnu Katsir, 8/447)
⚠️ Catatan Penting
Tidak semua tanda yang sering beredar di masyarakat memiliki dalil yang kuat.
Beberapa tanda yang tidak memiliki dasar hadits shahih, misalnya :
* langit berubah warna tertentu
* pohon-pohon bersujud
* air laut menjadi tawar
* semua benda ikut bertasbih dengan suara terdengar
* Tidak ada ombak di lautan
* Tidak ada anjing melolong
* Tidak ada angin bertiup, dan sebagainya.
Karena itu jangan sibuk mencari tanda, tetapi sibuklah menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah.
Para sahabat Nabi tidak menunggu tanda Lailatul Qadar.
Mereka menghidupkan seluruh malam di 10 hari terakhir Ramadhan.
Karena bisa jadi malam yang kita anggap biasa saja, justru itulah Lailatul Qadar.
Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menerima seluruh ibadah kita.
Aamiin.
Penulis : Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I







