Ramadhan hampir mencapai penghujungnya.
Di sepuluh malam terakhir, hati orang-orang beriman semakin hidup.
Ada satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Satu malam yang bisa mengubah perjalanan hidup seorang hamba.
Itulah Lailatul Qadar.
Namun sebuah pertanyaan sering muncul:
kapan sebenarnya Lailatul Qadar terjadi?
Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar tidak ditentukan pada satu malam yang pasti, namun dicari pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama malam-malam ganjil.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ”
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.”
(HR. Bukhari no. 2017, Muslim no. 1169)
Karena itu para ulama menyebutkan malam yang paling diharapkan adalah :
Malam 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.
Sebagian sahabat seperti Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berpendapat bahwa malam ke-27 sangat kuat kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar, namun pendapat yang lebih kuat adalah ia berpindah-pindah di malam-malam ganjil.
Karena itulah Nabi ﷺ menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir, tidak hanya satu malam saja.
Dalam hadits disebutkan:
“كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ”
“Jika telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.”
(HR. Bukhari no. 2024, Muslim no. 1174)
✨ Hikmah yang terlupakan :
Di sebagian negeri atau ormas Islam, awal Ramadhan terkadang berbeda satu hari karena perbedaan metode penetapan hilal.
Namun di balik perbedaan itu terdapat hikmah yang indah.
Karena perbedaan tersebut, malam-malam ganjil Ramadhan juga menjadi berbeda bagi sebagian kaum muslimin.
Akibatnya, hampir setiap malam di sepuluh malam terakhir selalu ada kaum muslimin di berbagai tempat yang menghidupkannya dengan qiyamul lail, doa, dan istighfar.
Seakan-akan malam-malam akhir Ramadhan tidak pernah sepi dari ibadah di muka bumi ini.
Inilah salah satu bentuk rahmat Allah, agar Lailatul Qadar selalu disambut oleh hamba-hamba-Nya yang beribadah di berbagai penjuru dunia.
✨ Intinya :
Orang yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar tidak hanya menunggu satu malam, tetapi menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir.
Karena bisa jadi malam kemuliaan itu datang pada malam yang tidak kita duga.
Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menerima seluruh amal ibadah kita.
Amin.
Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I
Sumber: Saluran Whatsapp : Agus Dwiyanto Nugroho







