Serial Fikih Puasa (Edisi 10) : Puasa Tapi Tidak Shalat?

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ramadhan membuat banyak orang berubah.
Bangun lebih awal untuk sahur.
Menahan lapar dan haus seharian.
Berbuka dengan doa dan harap.

Namun ada satu pertanyaan lembut tapi mendalam untuk diri kita sendiri:
Bagaimana dengan shalat kita?

Jangan-jangan kita sangat menjaga agar puasa tidak batal, tetapi kurang menjaga agar shalat tidak tertinggal.

Padahal shalat adalah tiang agama. Ia bukan amalan tambahan, melainkan fondasi kehidupan seorang muslim.

Allah Ta’ala berfirman :

﴿ فَإِن تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ ﴾

“Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka mereka adalah saudara-saudaramu seagama.”
(QS. At-Taubah: 11)

Perhatikan bagaimana Allah menjadikan shalat sebagai tanda kokohnya iman.

Rasulullah ﷺ bersabda :

“ إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ ”

“Sesungguhnya amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalnya.”
(HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah – hadits shahih)

Karena itu, persoalannya bukan sekadar puasa kita sah atau tidak.
Tetapi apakah hubungan kita dengan Allah benar-benar terjaga.

Puasa menahan lapar dan haus.
Namun shalat adalah sujudnya hati kepada Rabb semesta alam.

Jangan sampai kita mampu menahan makan dan minum seharian,
tetapi tidak mampu berdiri beberapa menit untuk shalat kepada Allah.

Ramadhan datang bukan hanya untuk membuat kita lapar, tetapi untuk menghidupkan kembali hati yang mungkin mulai lalai.

Mari jadikan puasa dan shalat berjalan beriringan.
Lapar dan haus menundukkan tubuh, shalat menundukkan hati.

Semoga Allah menjaga shalat kita, menerima puasa kita, dan menjadikan Ramadhan ini sebagai titik awal istiqamah kita.

Amin.

Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I

Sumber: Saluran Whatsapp : Agus Dwiyanto Nugroho

Artikel Terjkait

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL
MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL
INTEGRITAS MUSLIM IDEAL DI TEMPAT KERJA
Serial Fikih Puasa (Edisi 20) :Agar Mudik Menjadi Berkah
Serial Fikih Puasa (Edisi 19) :Renungan di Akhir Ramadhan
Serial Fikih Puasa (Edisi 18) :Siapakah yang Berhak Menerima Zakat Fitrah?
Serial Fikih Puasa (Edisi 17) :Kewajiban Zakat Fitrah
Serial Fikih Puasa (Edisi 16) : Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Berita ini 18 kali dibaca

Artikel Terjkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:02 WIB

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:46 WIB

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:12 WIB

INTEGRITAS MUSLIM IDEAL DI TEMPAT KERJA

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:07 WIB

Serial Fikih Puasa (Edisi 20) :Agar Mudik Menjadi Berkah

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:04 WIB

Serial Fikih Puasa (Edisi 19) :Renungan di Akhir Ramadhan

Artikel Terbaru

Fikih

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:02 WIB

Fikih

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:46 WIB

Ibadah

Istiqomah Pasca Ramadhan

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:30 WIB

Dakwah

Ujian: Surat Cinta yang Mengajak Kembali ke Pelukan Ilahi

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:25 WIB

Dakwah

Rahasia Terbukanya Pintu Rahmat

Rabu, 25 Mar 2026 - 14:45 WIB