MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Saudaraku,
Ramadhan telah pergi…
tapi jangan biarkan semangat ibadah ikut pergi bersamanya. Banyak orang menangis saat Ramadhan berakhir, tapi hanya sedikit yang benar-benar membuktikan cintanya dengan melanjutkan amal.

Puasa Syawwal adalah tanda—apakah Ramadhan benar-benar membekas di hati, atau hanya sekadar musim yang berlalu.

Ibadah bukan tentang momen, tapi tentang kesinambungan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ”

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawwal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.”
(HR. Muslim, no. 1164)

Para ulama menjelaskan rahasia besar di balik amalan ini…

Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:

“فِيهِ دَلِيلٌ لِاسْتِحْبَابِ صَوْمِ سِتَّةِ أَيَّامٍ مِنْ شَوَّالٍ، وَأَنَّهَا مُسْتَحَبَّةٌ اسْتِحْبَابًا شَدِيدًا”

“Dalam hadits ini terdapat dalil dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawwal, dan ia merupakan anjuran yang sangat kuat.”
(Syarh Shahih Muslim, 8/56)

Ibnu Rajab Al-Hanbali رحمه الله berkata:

“ثَوَابُ الْحَسَنَةِ الْحَسَنَةُ بَعْدَهَا، فَمَنْ عَمِلَ حَسَنَةً ثُمَّ أَتْبَعَهَا بِحَسَنَةٍ كَانَ ذَلِكَ عَلَامَةً عَلَى قَبُولِ الْحَسَنَةِ الْأُولَى”

“Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya. Barangsiapa melakukan satu kebaikan lalu diikuti dengan kebaikan berikutnya, maka itu adalah tanda diterimanya kebaikan yang pertama.”
(Lathaif al-Ma’arif, hlm. 394)

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah رحمه الله berkata:

“مِنْ عَلامَاتِ قَبُولِ الْحَسَنَةِ الْحَسَنَةُ بَعْدَهَا”

“Di antara tanda diterimanya kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”
(Madarij as-Salikin, 1/85)

Inilah rahasia orang-orang istiqomah…
Mereka tidak berhenti setelah Ramadhan, justru mereka melanjutkan langkahnya.

Puasa Syawwal bukan sekadar tambahan…
Ia adalah penyempurna, penambal kekurangan, dan bukti kejujuran cinta kepada Allah.

Jangan sampai kita termasuk orang yang rajin hanya karena suasana, lalu kembali lalai setelahnya.

Semoga Allah menjaga kita dalam istiqomah, menerima Ramadhan kita, dan memudahkan kita menyempurnakannya dengan puasa Syawwal.

Amin.

Penulis : Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I

Artikel Terjkait

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL
INTEGRITAS MUSLIM IDEAL DI TEMPAT KERJA
Serial Fikih Puasa (Edisi 20) :Agar Mudik Menjadi Berkah
Serial Fikih Puasa (Edisi 19) :Renungan di Akhir Ramadhan
Serial Fikih Puasa (Edisi 18) :Siapakah yang Berhak Menerima Zakat Fitrah?
Serial Fikih Puasa (Edisi 17) :Kewajiban Zakat Fitrah
Serial Fikih Puasa (Edisi 16) : Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Serial Fikih Puasa (Edisi 14) :Kiat Mendapatkan Lailatul Qadar
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Artikel Terjkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:02 WIB

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:46 WIB

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:12 WIB

INTEGRITAS MUSLIM IDEAL DI TEMPAT KERJA

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:07 WIB

Serial Fikih Puasa (Edisi 20) :Agar Mudik Menjadi Berkah

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:04 WIB

Serial Fikih Puasa (Edisi 19) :Renungan di Akhir Ramadhan

Artikel Terbaru

Fikih

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:02 WIB

Fikih

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:46 WIB

Ibadah

Istiqomah Pasca Ramadhan

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:30 WIB

Dakwah

Ujian: Surat Cinta yang Mengajak Kembali ke Pelukan Ilahi

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:25 WIB

Dakwah

Rahasia Terbukanya Pintu Rahmat

Rabu, 25 Mar 2026 - 14:45 WIB