Benih Kedamaian dalam Tegur Sapa

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​​يُسَنُّ لِلْإِنْسَانِ أَنْ يُسَلِّمَ عَلَى مَنْ مَرَّ بِهِ، وَلَوْ كَانَ مِنَ الصِّبْيَانِ؛ لِأَنَّ السَّلَامَ دُعَاءٌ، تَدْعُو لِأَخِيكَ: السَّلَامُ عَلَيْكَ، وَرَدُّهُ دُعَاءٌ لَكَ، يَقُولُ: عَلَيْكَ السَّلَامُ. وَلِأَنَّكَ إِذَا سَلَّمْتَ عَلَى الصِّبْيَانِ عَوَّدْتَهُمُ التَّرْبِيَةَ الْحَسَنَةَ، حَتَّى يَنْشَئُوا عَلَيْهَا، وَيَعِيشُوا عَلَيْهَا، وَيَكُونَ لَكَ أَجْرٌ.

​”Dianjurkan bagi seseorang untuk memberi salam kepada siapa pun yang ia temui, bahkan anak-anak. Sebab, salam adalah doa. Kamu mendoakan saudaramu: ‘Assalamu ‘alaik’ (semoga keselamatan atasmu). Dan jawabannya adalah doa untukmu: ‘Wa ‘alaik salam’ (dan juga atasmu keselamatan). Selain itu, jika kamu memberi salam kepada anak-anak, kamu melatih mereka untuk memiliki adab yang baik, sehingga mereka tumbuh dan hidup dengan kebiasaan tersebut, dan kamu akan mendapatkan pahala.”
(Syarh Riyadhus Shalihin 4/41)

Pesan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ini mengandung beberapa mutiara hikmah yang sangat dalam bagi kehidupan sosial kita:
1. ​Salam Sebagai Hakikat Doa, Bukan Sekadar Basa-Basi
Seringkali kita menganggap salam hanya formalitas pertemuan. Syaikh mengingatkan bahwa salam adalah ibadah timbal balik; ketika Anda memulai, Anda memberi hadiah doa, dan saat mereka menjawab, Anda menerima hadiah serupa.

2. ​Menghapus Sekat Kesombongan
Memberi salam kepada anak-anak (shibyan) adalah bentuk ketawadhuan (rendah hati) yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang bukan dilihat dari usianya, melainkan dari kemampuannya menebar kedamaian kepada siapa pun.

3. ​Metode Pendidikan Lewat Teladan (At-Tarbiyah bil Qudwah)
Anak-anak adalah peniru yang ulung. Syaikh menekankan bahwa membiasakan mereka dengan adab tidak cukup dengan lisan, tapi dengan tindakan. Saat orang dewasa memulai salam, anak tersebut merasa dihargai dan secara otomatis merekam perilaku tersebut sebagai standar moral hidupnya.

4. ​Investasi Jariyah dalam Karakter
Ada kalimat menarik: “Hingga mereka tumbuh dan hidup dengan kebiasaan tersebut.” Ini berarti, satu salam yang Anda berikan hari ini bisa menjadi karakter seumur hidup bagi sang anak. Setiap kali anak itu memberi salam di masa depan karena meniru Anda, pahalanya terus mengalir kepada Anda.

Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala

Artikel Terjkait

Jembatan Maaf: Kunci Ampunan Ilahi
Anatomi Kejatuhan: Seni Memotong Rantai Kebiasaan Buruk
Topeng Kewibawaan Semu
Sifat Pecinta Sejati (Al-Muhibb As-Shadiq)
Hati Adalah Mata Air: Menelusuri Akar Perilaku dan Lisan
MENJAGA JEMARI DI ERA DIGITAL
Memperbaiki Diri Sebelum Menilai Orang Lain
Ramadhan dan Empati yang Disengaja di Dunia Digital
Berita ini 17 kali dibaca

Artikel Terjkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 20:14 WIB

Jembatan Maaf: Kunci Ampunan Ilahi

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:31 WIB

Anatomi Kejatuhan: Seni Memotong Rantai Kebiasaan Buruk

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:14 WIB

Topeng Kewibawaan Semu

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:05 WIB

Sifat Pecinta Sejati (Al-Muhibb As-Shadiq)

Senin, 2 Maret 2026 - 00:24 WIB

Hati Adalah Mata Air: Menelusuri Akar Perilaku dan Lisan

Artikel Terbaru

Fikih

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:02 WIB

Fikih

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:46 WIB

Ibadah

Istiqomah Pasca Ramadhan

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:30 WIB

Dakwah

Ujian: Surat Cinta yang Mengajak Kembali ke Pelukan Ilahi

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:25 WIB

Dakwah

Rahasia Terbukanya Pintu Rahmat

Rabu, 25 Mar 2026 - 14:45 WIB