يُسَنُّ لِلْإِنْسَانِ أَنْ يُسَلِّمَ عَلَى مَنْ مَرَّ بِهِ، وَلَوْ كَانَ مِنَ الصِّبْيَانِ؛ لِأَنَّ السَّلَامَ دُعَاءٌ، تَدْعُو لِأَخِيكَ: السَّلَامُ عَلَيْكَ، وَرَدُّهُ دُعَاءٌ لَكَ، يَقُولُ: عَلَيْكَ السَّلَامُ. وَلِأَنَّكَ إِذَا سَلَّمْتَ عَلَى الصِّبْيَانِ عَوَّدْتَهُمُ التَّرْبِيَةَ الْحَسَنَةَ، حَتَّى يَنْشَئُوا عَلَيْهَا، وَيَعِيشُوا عَلَيْهَا، وَيَكُونَ لَكَ أَجْرٌ.
”Dianjurkan bagi seseorang untuk memberi salam kepada siapa pun yang ia temui, bahkan anak-anak. Sebab, salam adalah doa. Kamu mendoakan saudaramu: ‘Assalamu ‘alaik’ (semoga keselamatan atasmu). Dan jawabannya adalah doa untukmu: ‘Wa ‘alaik salam’ (dan juga atasmu keselamatan). Selain itu, jika kamu memberi salam kepada anak-anak, kamu melatih mereka untuk memiliki adab yang baik, sehingga mereka tumbuh dan hidup dengan kebiasaan tersebut, dan kamu akan mendapatkan pahala.”
(Syarh Riyadhus Shalihin 4/41)
Pesan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ini mengandung beberapa mutiara hikmah yang sangat dalam bagi kehidupan sosial kita:
1. Salam Sebagai Hakikat Doa, Bukan Sekadar Basa-Basi
Seringkali kita menganggap salam hanya formalitas pertemuan. Syaikh mengingatkan bahwa salam adalah ibadah timbal balik; ketika Anda memulai, Anda memberi hadiah doa, dan saat mereka menjawab, Anda menerima hadiah serupa.
2. Menghapus Sekat Kesombongan
Memberi salam kepada anak-anak (shibyan) adalah bentuk ketawadhuan (rendah hati) yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang bukan dilihat dari usianya, melainkan dari kemampuannya menebar kedamaian kepada siapa pun.
3. Metode Pendidikan Lewat Teladan (At-Tarbiyah bil Qudwah)
Anak-anak adalah peniru yang ulung. Syaikh menekankan bahwa membiasakan mereka dengan adab tidak cukup dengan lisan, tapi dengan tindakan. Saat orang dewasa memulai salam, anak tersebut merasa dihargai dan secara otomatis merekam perilaku tersebut sebagai standar moral hidupnya.
4. Investasi Jariyah dalam Karakter
Ada kalimat menarik: “Hingga mereka tumbuh dan hidup dengan kebiasaan tersebut.” Ini berarti, satu salam yang Anda berikan hari ini bisa menjadi karakter seumur hidup bagi sang anak. Setiap kali anak itu memberi salam di masa depan karena meniru Anda, pahalanya terus mengalir kepada Anda.
Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala







