Heningnya Pedang di Tapal Batas, Lancangnya Lisan Menembus Ikhlas

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sufyan bin Husein berkata:

ذَكَرْتُ رَجُلًا بِسُوءٍ عِنْدَ إِيَاسِ بْنِ مُعَاوِيَةَ، فَنَظَرَ فِي وَجْهِي، وَقَالَ: أَغَزَوْتَ الرُّومَ؟
قُلْتُ: لَا، قَالَ: فَالسِّنْدَ وَالْهِنْدَ وَالتُّرْكَ؟
قُلْتُ: لَا، قَالَ: أَفَتَسْلَمُ مِنْكَ الرُّومُ وَالسِّنْدُ وَالْهِنْدُ وَالتُّرْكَ، وَلَمْ يَسْلَمْ مِنْكَ أَخُوكَ الْمُسْلِمُ؟! قَالَ: فَلَمْ أَعُدْ بَعْدَهَا

“Aku menyebutkan keburukan seseorang di hadapan Iyas bin Mu’awiyah. Ia menatap wajahku dan berkata:

‘Apakah kamu pernah berperang melawan Romawi?’

Aku menjawab: ‘Tidak.’

Ia bertanya lagi:
‘Apakah kamu pernah berperang melawan Sindh, India, dan Turki?’

Aku menjawab: ‘Tidak.’

Ia berkata:
‘Romawi, Sindh, India, dan Turki selamat darimu, tetapi saudaramu sesama muslim tidak selamat darimu?’

Aku (Sufyan) berkata:
‘Setelah itu aku tidak pernah mengulanginya lagi.’”

(Al-Bidayah wa An-Nihayah oleh Ibnu Katsir)


Kisah ini mengandung sindiran yang sangat cerdas dan mendalam dari Iyas bin Mu’awiyah, seorang hakim (qadhi) yang terkenal dengan kecerdasannya yang luar biasa. Beberapa faedah:

1. Logika Terbalik yang Menampar Ego
Iyas bin Mu’awiyah menggunakan logika perbandingan. Beliau ingin menunjukkan betapa ironisnya ketika seseorang tidak memberikan “gangguan” kepada musuh-musuh di medan perang, namun justru memberikan “serangan” lisan kepada saudaranya sendiri yang seharusnya mendapatkan rasa aman darinya.

2. Definisi Muslim yang Hakiki
Nasehat ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad ﷺ:

“Seorang Muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang Islam lainnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

3. Bahaya Ghibah (Menggunjing)
Membicarakan keburukan orang lain (ghibah) seringkali dianggap remeh, padahal dampaknya merusak kehormatan seseorang. Iyas mengingatkan bahwa jika kita tidak bisa memberikan manfaat besar bagi Islam (seperti berjihad), setidaknya jangan sampai kita menjadi sumber kerusakan bagi internal umat Islam.

4. Seni Menasehati dengan Kiasan
Iyas tidak langsung menghardik dengan kata “Jangan ghibah!”, melainkan melalui pertanyaan-pertanyaan yang membuat lawan bicaranya berpikir dan menyimpulkan sendiri kesalahannya. Ini adalah metode edukasi yang sangat efektif.

5. Respons Terhadap Kebenaran
Sufyan bin Husain menunjukkan sikap seorang salaf (pendahulu yang saleh). Begitu ia menyadari kesalahannya melalui sindiran tersebut, ia langsung bertaubat dan berkata, “Setelah itu aku tidak pernah mengulanginya lagi.” Ini adalah contoh ketundukan total pada kebenaran.


Kesimpulan

Jangan sampai energi kita habis untuk mencari dan menyebarkan aib sesama muslim, sementara musuh-musuh nyata atau masalah-masalah besar umat lainnya justru “aman” dari perhatian dan perjuangan kita.

Jaga lisan agar menjadi sumber kedamaian, bukan sumber perpecahan.

Sumber : Saluran WhatsApp Ustadz Kholid Syamhudi, 9 Februari 2026

📌 Ikuti Saluran WhatsApp Ustadz Kholid Syamhudi untuk mendapatkan faedah harian seputar akidah, manhaj salaf, dan tazkiyatun nafs:

https://whatsapp.com/channel/0029VayTSz317En4P2GFcH3f

Artikel Terjkait

Jembatan Maaf: Kunci Ampunan Ilahi
Anatomi Kejatuhan: Seni Memotong Rantai Kebiasaan Buruk
Topeng Kewibawaan Semu
Sifat Pecinta Sejati (Al-Muhibb As-Shadiq)
Hati Adalah Mata Air: Menelusuri Akar Perilaku dan Lisan
MENJAGA JEMARI DI ERA DIGITAL
Memperbaiki Diri Sebelum Menilai Orang Lain
Ramadhan dan Empati yang Disengaja di Dunia Digital
Berita ini 18 kali dibaca

Artikel Terjkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 20:14 WIB

Jembatan Maaf: Kunci Ampunan Ilahi

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:31 WIB

Anatomi Kejatuhan: Seni Memotong Rantai Kebiasaan Buruk

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:14 WIB

Topeng Kewibawaan Semu

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:05 WIB

Sifat Pecinta Sejati (Al-Muhibb As-Shadiq)

Senin, 2 Maret 2026 - 00:24 WIB

Hati Adalah Mata Air: Menelusuri Akar Perilaku dan Lisan

Artikel Terbaru

Fikih

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:02 WIB

Fikih

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:46 WIB

Ibadah

Istiqomah Pasca Ramadhan

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:30 WIB

Dakwah

Ujian: Surat Cinta yang Mengajak Kembali ke Pelukan Ilahi

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:25 WIB

Dakwah

Rahasia Terbukanya Pintu Rahmat

Rabu, 25 Mar 2026 - 14:45 WIB