Saudaraku…
Dalam hiruk pikuk dunia, hati sering lelah bukan karena beratnya hidup, tetapi karena jauhnya kita dari mengingat Allah Ta’ala.
Hati yang selalu terhubung dengan Allah Ta’ala akan tetap tenang, meski keadaan belum sesuai harapan. Sebaliknya, hati yang lalai akan gelisah walau dikelilingi kenikmatan. Karena ketenangan sejati bukan lahir dari banyaknya harta atau pujian manusia, melainkan dari dzikir dan kedekatan kepada Rabb semesta alam.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ﴾
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra‘d: 28).
Rasulullah ﷺ bersabda:
“مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ”
“Perumpamaan orang yang mengingat Rabb-nya dengan orang yang tidak mengingat Rabb-nya adalah seperti orang hidup dan orang mati.”
(HR. Al-Bukhari, no. 6407 – hadits shahih).
Mari hidupkan hati dengan dzikir, agar setiap langkah terasa ringan dan setiap ujian bernilai pahala.
Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I
Sumber: Saluran Whatsapp : Agus Dwiyanto Nugroho







