Hari raya… bukan sekadar baju baru dan hidangan istimewa.
Ia adalah hari kemenangan bagi jiwa yang berhasil menundukkan hawa nafsu selama Ramadhan.
Tapi sayang…
Banyak yang merayakan lahiriah, namun melupakan sunnah Rasulullah ﷺ yang justru membawa keberkahan di hari yang mulia ini.
Mari kita hidupkan Idul Fitri dengan tuntunan Nabi ﷺ, bukan sekadar tradisi.
1. Mandi sebelum berangkat shalat Id
Para sahabat dahulu mandi sebelum keluar menuju shalat Id sebagai bentuk berhias diri di hari mulia.
2. Memakai pakaian terbaik
Bukan harus baru, tapi yang terbaik dan paling bersih sebagai bentuk syukur kepada Allah.
3. Makan sebelum berangkat (khusus Idul Fitri)
Rasulullah ﷺ tidak berangkat shalat Idul Fitri sampai beliau makan terlebih dahulu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“كَانَ النَّبِيُّ ﷺ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ”
“Rasulullah ﷺ tidak keluar pada hari Idul Fitri sampai beliau makan beberapa butir kurma.”
(HR. Al-Bukhari, shahih)
4. Bertakbir sejak malam hingga shalat Id
Menghidupkan malam dan pagi hari raya dengan takbir.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ﴾
“Agar kamu menyempurnakan bilangan (puasa) dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
5. Berangkat dan pulang melalui jalan yang berbeda
Ini sunnah yang sering dilupakan, padahal penuh hikmah syiar Islam.
6. Berjalan kaki menuju tempat shalat (jika mampu)
Lebih mendatangkan pahala dan menunjukkan syiar kaum muslimin.
7. Saling mengucapkan doa dan tahniah
Seperti ucapan:
Taqabbalallahu minna wa minkum
(تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ)
“Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kalian.”
Hari raya bukan hanya tentang kebahagiaan…
Tapi tentang ketaatan yang terus hidup setelah Ramadhan.
Kalau setelah Ramadhan kita kembali lalai…
maka jangan-jangan kita belum benar-benar meraih kemenangan.
✨ Mari rayakan Idul Fitri dengan sunnah, agar berkahnya sempurna.
Ya Allah, terimalah amal ibadah kami, pertemukan kami kembali dengan Ramadhan, dan jadikan kami hamba yang istiqomah.
Amin.
Penulis : Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I







