Alhamdulillah… tamu agung itu akhirnya benar-benar di depan pintu.
Bukan sekadar kalender yang berganti, tapi kesempatan hidup yang diperpanjang.
Sebagaimana ditetapkan dalam sidang isbat oleh pemerintah Republik Indonesia, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini menjadi pengingat bahwa Allah masih memberi kita umur untuk kembali memperbaiki diri.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah madrasah jiwa. Tempat hati dilatih untuk tunduk, lisan dijaga dari sia-sia, dan amal dilipatgandakan pahalanya.
Allah Ta’ala berfirman :
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).
Rasulullah ﷺ bersabda :
“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim – hadits shahih).
Inilah momentum pengampunan. Inilah musim pahala. Jangan sampai Ramadhan hanya lewat sebagai rutinitas tahunan tanpa bekas pada jiwa.
Mari kita sambut dengan taubat yang sungguh-sungguh, dengan niat yang lurus, dengan target ibadah yang lebih serius dari tahun-tahun sebelumnya.
Ya Allah, Engkau yang mempertemukan kami dengan Ramadhan, maka jangan Engkau jadikan pertemuan ini sia-sia.
Ya Allah, kuatkan kami untuk berpuasa dengan iman dan penuh keikhlasan.
Ya Allah, bersihkan hati kami dari riya’, lisan kami dari dusta, dan amal kami dari kelalaian.
Ya Allah, jadikan Ramadhan ini Ramadhan terbaik dalam hidup kami, dan jangan Engkau jadikan ini Ramadhan terakhir kecuali Engkau telah ridha kepada kami.
Ya Allah, limpahkan keberkahan dan persatuan bagi kaum muslimin di seluruh dunia.
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin
Sumber: Saluran Whatsapp Agus Dwiyanto Nugroho







