Saudaraku…
Malam adalah waktu ketika dunia mulai sunyi, dan hati paling jujur menilai dirinya sendiri.
Sebelum terlelap, ingatlah bahwa Allah Ta’ala masih membuka pintu ampunan-Nya. Jangan tidur dalam keadaan hati penuh dendam, lisan belum berdzikir, dan dosa belum ditaubati. Malam yang ditutup dengan istighfar dan doa akan menjadi saksi kebaikan, meski siang tadi penuh kekurangan.
Allah Ta‘ala berfirman :
﴿وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا﴾
“Dan pada sebagian malam, bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam yang panjang.” (QS. Al-Insan: 26).
Nabi ﷺ bersabda:
“إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا”
“Apabila salah seorang dari kalian hendak berbaring di tempat tidurnya, hendaklah ia membaca: ‘Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup.’” (HR. Bukhari — shahih).
Saudaraku,
Tidurlah dengan hati yang bersih dan doa yang tulus. Semoga Allah Ta’ala menjaga kita sepanjang malam dan membangunkan kita dalam keadaan lebih dekat kepada-Nya.
Penulis: Ustadz Agus Dwiyanto Nugroho, Lc.,M.P.I
Sumber: Saluran Whatsapp : Agus Dwiyanto Nugroho







