Para ulama memberikan alasan
* قَالَ مُجَاهِدٌ: “﴿ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴾ [القدر: 1]؛ لَيْلَةُ الْحُكْمِ”.
“(Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam Al-Qadr) [Al-Qadr: 1]; adalah malam penetapan hukum.”
* قَالَ الْإِمَامُ الْبَغَوِيُّ رَحِمَهُ اللهُ: “سُمِّيَتْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ؛ لِأَنَّهَا لَيْلَةُ تَقْدِيرِ الْأُمُورِ وَالْأَحْكَامِ، يُقَدِّرُ اللهُ فِيهَا أَمْرَ السَّنَةِ فِي عِبَادِهِ وَبِلَادِهِ إِلَى السَّنَةِ الْمُقْبِلَةِ… وَقِيلَ: لِأَنَّ الْعَمَلَ الصَّالِحَ فِيهَا يَكُونُ ذَا قَدْرٍ عِنْدَ اللهِ لِكَوْنِهِ مَقْبُولًا”.
“Dinamakan Lailatul Qadar; karena ia adalah malam penetapan segala urusan dan hukum-hukum, Allah menetapkan di dalamnya urusan satu tahun bagi hamba-hamba-Nya dan negeri-negeri-Nya hingga tahun berikutnya… dan dikatakan juga: karena amal shaleh di dalamnya memiliki kedudukan (qadar) di sisi Allah karena ia diterima.” (Tafsir Al Baghawi surat Al Qadar).
* قَالَ الْإِمَامُ ابْنُ الْجَوْزِيِّ رَحِمَهُ اللهُ: “فِي تَسْمِيَتِهَا بِذَلِكَ خَمْسَةُ أَقْوَالٍ؛ أَحَدُهَا: الْقَدْرُ: الْعَظَمَةُ، الثَّانِي: مِنَ الضِّيقِ؛ أَيْ: هِيَ لَيْلَةٌ تَضِيقُ فِيهَا الْأَرْضُ عَنِ الْمَلَائِكَةِ الَّذِينَ يَنْزِلُونَ، الثَّالِثُ: أَنَّ الْقَدْرَ: الْحُكْمُ، الرَّابِعُ: لِأَنَّ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ قَدْرٌ، صَارَ بِمُرَاعَاتِهَا ذَا قَدْرٍ، الْخَامِسُ: لِأَنَّهُ نَزَلَ فِيهَا كِتَابٌ ذُو قَدْرٍ”.
“Dalam penamaannya dengan hal itu terdapat lima pendapat; pertama: Al-Qadr berarti keagungan, kedua: dari kesempitan; yakni: ia adalah malam yang bumi menjadi sempit karena para malaikat yang turun, ketiga: bahwa Al-Qadr berarti hukum, keempat: karena orang yang tidak memiliki kedudukan menjadi berkedudukan dengan menjaganya, kelima: karena telah turun di dalamnya kitab yang memiliki kedudukan.”
* قَالَ الْإِمَامُ الْقُرْطُبِيُّ رَحِمَهُ اللهُ: “سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لِأَنَّ اللهَ تَعَالَى يُقَدِّرُ فِيهَا مَا يَشَاءُ مِنْ أَمْرِهِ إِلَى مِثْلِهَا مِنَ السَّنَةِ الْقَابِلَةِ”.
“Dinamakan demikian karena Allah Ta’ala menetapkan di dalamnya apa yang Dia kehendaki dari urusan-Nya hingga waktu yang sama pada tahun berikutnya.”
* قَالَ الْعَلَّامَةُ السَّعْدِيُّ رَحِمَهُ اللهُ: “سُمِّيَتْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ لِعَظِيمِ قَدْرِهَا، وَفَضْلِهَا عِنْدَ اللهِ”.
“Dinamakan Lailatul Qadar karena agungnya kedudukan dan keutamaannya di sisi Allah.”
Semoga bermanfaat
Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala







